
Mona turun dari mobil lalu menghampiri salah satu pedagang baju Mona tampak cermat memilih baju yang dibutuhkannya
Mona memilih satu celana training hitam dan satu kaos oblong putih berbahan halus lalu membeli pakaian dalam
Farrel yang masih heran hanya bisa mengikuti Mona bak ekor
Setelah selesai memilih Mona langsung membayarnya ke ibu pedagang
"sudah selesai ayo" ucap Mona
"hanya itu?" tanya Farrel heran
"iya" jawab Mona
saat dalam perjalanan pulang
"aku ingin makan malam spesial dengan Mba" ucap Farrel tiba tiba
Mona tidak menjawab hanya memandangi Farrel
"karena ini makan malam spesial aku ingin mba memakai baju yang spesial juga" ucap Farrel lagi
"kenapa harus serba spesial" ucap Mona heran
"karena ini pertama kalinya makan malam dengan mba di jakarta jadi aku ingin serba spesial " ucap Farrel apa adanya
"kenapa kamu sangat manis" ucap Mona lalu tertawa
"kalo aku manis nanti aku dikerubuti semut dong mba"
Mona tertawa diikuti oleh Farrel
__ADS_1
Farrel membawa Mona ke salah satu pusat perbelanjaan pakaian mewah
"sudah sampai ayo turun" ucap Farrel sambil membukakan pintu untuk Mona
Mona turun dia melongo melihat gedung tempat belanja baju yang sangat mewah
Farrel membawa Mona ke salah satu butik pakaian branded , Mona celingak-celinguk saat berada dalam butik tak bisa dipungkiri jiwa desa Mona bergejolak, pegawai toko disana tersenyum ramah menyambut Farrel dan Mona
Farrel dan Mona mulai melihat-lihat baju
Mona sangat terkejut melihat bandrol harga di baju tersebut ,bahkan ada baju yang harganya mencapai 8 bulan gaji Mona, kepala Mona langsung pusing dan lutut langsung gemetaran
"ini bukan tempat manusia membeli baju" batin Mona
Farrel melihat Mona seperti orang yang tertekan
"apa mba sakit?" tanya Farrel
"a,,aku tidak apa apa" Mona terkejut
"a,aku hanya pusing ka,karena bingung bajunya bagus semua" ucap Mona bohong
"begitu ya" ucap Farrel yang sepertinya percaya ucapan Mona
"kalo begitu biar aku yang pilihkan mba duduk saja di kursi" ucap Farrel sambil nyelonong pergi
"hei tunggu dulu!!" Mona mengusap keningnya "bagaimana caranya aku menghentikan anak itu" batin Mona
salah satu pegawai toko menyodorkan kursi pada Mona dengan ramah, Mona duduk sambil memijat keningnya
Mona juga berusaha mengendalikan dirinya Mona sadar dia tidak boleh terlihat norak di butik tersebut
__ADS_1
Saat Mona sudah mulai tenang datanglah Farrel dan pegawai toko membawa baju, tas dan sepatu
"cobalah baju ini mba" ucap Farrel lalu pegawai toko menyodorkan ramah
"ini adalah model pakaian yang baru saja launching, saat brand ambassador kami memakainya di majalah banyak orang yang memesan pakaian ini namun kami hanya melayani orang yang datang lebih cepat" ucap pegawai toko ramah tamah
baju itu berupa gaun malam berwarna hitam bagian atas gaun itu berpotongan terbuka namun sangat elegan, tas dan sepatunya juga tidak kalah elegan , namun mata Mona malah tertuju pada bandrol harga di baju, tas dan sepatu tersebut
jiwa desa Mona bergejolak lutut yang tadinya gemetar kini lunglai badan Mona terhuyung
"mba,,kamu gak apa-apa kan" Farrel khawatir
"aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing" ucap Mona
"jika dijumlahkan semua bisa untuk membeli rumah di kampungku" batin Mona
baju Mona yang paling mahal adalah blazer seharga 300 ribu itu pun Mona menabung 5000 sehari selama 2 bulan agar tidak menggangu pengeluaran kebutuhan
"sedikit pusing apanya" batin Farrel sambil memegangi Mona
"mba tolong bungkus itu semua ya sepertinya tidak perlu di coba pun akan pas di badan istri saya" ucap Farrel pada pegawai toko
"baik tuan" ucap pelayan ramah
"ka,,kamu membeli semuanya" Mona kaget
"iya" jawab Farrel datar
Badan Mona makin terhuyung
"kenapa mba Mona semakin terlihat pusing setelah matanya melihat bandrol harga di baju itu" batin Farrel tak habis pikir
__ADS_1
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...