Memilih Menikahi Janda

Memilih Menikahi Janda
62 caper


__ADS_3

entah kenapa semenjak Farrel memutuskan untuk tidak meninggalkan Mona Farrel selalu merasa rindu makanya pas dia melihat Mona berada di jakarta Farrel meninggalkan sisa pekerjaan nya dan langsung menemui mona, Farrel merasa ingin dekat terus dengan mona


Mona menggeliat merasakan seseorang mengusap pipinya dan mona jadi terbangun dari tidurnya, saat mata setengah terbuka Mona melihat Farrel


"Farrel " sapa Mona


"kenapa mba tidur disini ,kenapa tidak tidur di kamar" ucap Farrel


"aku ketiduran" ucap Mona membuka kedua mata


Mata Mona membelalak Karena ternyata Farrel hanya memakai lilitan handuk


Farrel tau Mona pasti memperhatikan dirinya yang hanya memakai lilitan handuk


"mba Mona pasti kaget melihatku, gimana badanku bagus kan" batin Farrel bangga


Mona kaget kenapa Farrel tidak pakai baju


"Farrel "


"iya mba" ucap Farrel penuh harap di puji badannya bagus


"kenapa kamu gak pake baju nanti kamu masuk angin" ucap Mona kemudian masih dengan ekspresi kaget


Farrel menunduk menunjukkan kecewa


"ya mau bagaimana lagi memang inilah mba mona" batin Farrel


"ini dalam rumah tidak mungkin akan masuk angin sebaiknya mba pindah tidurnya " ucap Farrel

__ADS_1


"ah iya" ucap Mona yang masih mengantuk


Mona lalu beranjak saat akan melangkah tiba-tiba badan Mona sedikit terhuyung refleks Farrel memegangi Mona


"hati-hati biar aku bantu saja" lalu dengan cepat Farrel menggendong Mona


"Farrel " Mona kaget


"tenanglah mba" ucap Farrel membuat Mona terdiam


Wajah Mona bersentuhan dengan kulit farrel aroma sabun dan sampo dari tubuh Farrel terhirup langsung oleh Mona membuat jantung Mona tiba-tiba berdetak lebih cepat


"kenapa aku berdebar seperti ini hanya karena aroma sabun dan sampo" batin Mona


Mona melihat ke wajah Farrel , rambut Farrel yang masih basah dan wajah Farrel yang menawan menimbulkan suatu gejolak dalam diri Mona yang sebelumnya belum pernah ada terhadap Farrel membuat jantung Mona semakin berdebar tak karuan


Farrel menurunkan Mona di tempat tidur dengan gentleman, Mona hanya duduk diam dan menunduk


mendengar Farrel berbicara refleks Mona langsung melihat ke arah Farrel , Farrel yang berdiri nampak mengusap rambutnya membuat Farrel terlihat semakin menggoda, tubuh yang indah wajah yang menawan serta rambut yang basah membuat gejolak dalam diri Mona semakin tidak karuan saja


"kenapa ada gejolak seperti ini terhadap Farrel ,apa aku sakit, sebaiknya aku periksakan diriku ke dokter" batin Mona yang tak karuan


"ya,,ya aku akan tidur" ucap Mona mulai canggung


Tiba-tiba saja Farrel menunduk mendekatkan wajahnya ke Mona


"apa mau aku temani" ucap Farrel membuat Mona kaget dan terpaku


Mona yang melihat wajah Farrel dari dekat

__ADS_1


"apa ini sejak kapan dia jadi besar" batin Mona yang rasanya ingin mencium Farrel


"Farrel jangan terlalu dekat" ucap Mona sambil memundurkan badannya


"memangnya kalo dekat kenapa" ucap Farrel makin disengaja


"bagaimana ini kenapa aku jadi seperti ini terhadap Farrel" batin Mona berusaha menahan gejolak di hatinya


tiba-tiba sisi merah dalam batin Mona datang


"bagaimana apanya sikat aja Mon sikat" ucap sisi merah


Lalu sisi putih Mona pun datang


"jangan Mon jangan dengerin si mesum itu" ucap sisi putih


"ini bukan mesum tapi kebutuhan biologis tau" ucap sisi merah


"biologis sih biologis tapi gak gini juga kali pokonya jangan dengerin si mesum itu mon" ucap sisi putih


"gak gini juga apanya orang Farrel udah pasrah gitu tinggal sikat aja" ucap sisi merah ngotot


"wah jangan diturutin Mon pikirkan tentang yang terbaik buat Farrel" ucap sisi putih gak kalah ngotot


"udah Mon jangan bikin orang jadi mubazir sikat aja Mon sikat" sisi merah


"jangan mon" sisi putih


"sikat mon" sisi merah

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2