Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Pekerjaan baru Daud (adik Samuel)


__ADS_3

Mama dan Papa Samuel sekarang berada di kota Jakarta bersama putra kedua nya.


Mereka tidak sedang bermain ataupun liburan melainkan menemani Putra kedua-nya yang tak lain adik nya Samuel bernama Daud yang melamar pekerjaan di kota Jakarta. Suami-istri itu setia menemani Daud dari memberikan berkas sampai Daud lulus interview.


Daud berbeda dengan Samuel, Sikap Daud pendiam dan pemalu. Ia sekali tersenyum yang dapat mematahkan hati wanita yang melihatnya. Namun sampai sekarang Daud masih jomblo loh. heheheh


Meskipun Daud lulus dari STAN DI Perpajakan dan Beacukai, Ia mencari pekerjaan sendiri tanpa dari STAN. Daud melamar sebagai Manager Keuangan Bank indonesia di Jakarta.


Vilaa**


Selama di Jakarta suami istri dan anaknya itu tinggal di vila sampai menunggu kelulusan anak nya diterima atau tidak.


Skip**


Mereka semua sedang makan malam di vila.


Mereka lebih memilih makan bersama di vila tercinta daripada makan diluar. Keluarga ini tidak menghabiskan uang untuk keluar dengan hal gak penting apalagi Kota jakarta yang terkenal akan kemacetan.


Skip**


Mama gak sabar melihat hasil interview kamu" Ucap Mamanya sambil menuangkan teh pada Daud. Daun tersenyum melihat wajah mama-nya.


Ting** bunyi pesan dari ponsel Daud. Pesan itu bukan pesan biasa melainkan pesan dalan bentuk Email Daud.


 


***Selamat Daud, Kamu dapat bergabung bersama kami di PT Bank Indonesia Jakarta sebagai Manager Keuangan. Segera Antarkan Cv kamu ya***. Tetap Semangat 💪


Salam dari Hrd.


 


Setelah membaca isi emailnya, Daud angsung berdiri dari tempat duduk nya, Mama dan Papa Daud saling melihat satu sama lain.


Ada apa Daud? Tanya Mamanya.


Gpp Ma" Jawab Daud dengan wajah lesuh.


Mama dan Papanya kebingungan melihat wajah putra ke dua-nya jadi berubah.


Wanita paru baya itu mendekati anaknya,


Apa isi pesan itu? dari kantor yang kamu lamar ?


Yaudah gpp kalau kamu belum diterima mungkin ini belum rejeki. Tuhan sudah merencanakan yang terbaik buat Hambanya. Jangan pantang semangat! Jelas Mamanya yang menyentuh pundak Putra ke dua-nya itu.


gak ma" Jawab Daud.


Gak salah lagi Ma, aku diterima di Bank itu." Jelas Daud yang kegirangan sambil memeluk mama-nya.

__ADS_1


Benarkah? Tanya Mama-nya untuk memastikan yang sudah menahan air matanya agar tidak terjatuh. dan Daud hanya mengangguk.


Terima Kasih Tuhan" Kata Papa-nya berjalan ke arah mereka dan memeluk ibu dan anak itu.


Beberapa menit kemudian, mereka melepaskan pelukan masing masing.


Mama Sam : Selamat Sayang " Ucap Wanita paru baya itu sambil memeluk Daun lagi.


Daud : makasih ma" Ucap Daud sambil membalas pelukan mamanya


Ini kabar yang baik sayang, kita akan memberitahu abang mu, pasti dia senang mendengar kabar ini " Ucap Mama Sam sambil mengambil ponsel dari kantong celananya.


Iya itu lebih bagus Ma" Ucap Papa Samuel.


Daud hanya tersenyum melihat Mama dan Papanya bahagia.


Akhirnya aku bisa membanggakan kalian!" Kata Daud dalam hati.


 


"***No yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi****


 


Kenapa abg mu tidak dapat dihubungi ya? Tanya Wanita paru baya itu pada anak keduanya.


Mungkin lagi sibuk ma" Jawab Daud.


astaga, Mama lupa sayang" Kata Mama Sam yang memukul pelan kening nya dengan tangan kanannya.


Ma, pa, Daud balik ke kamar untuk mengecek Cv Daud dan mengecek ulang berkas-berkas yang lain untuk besok" Ucap Daud dan melangkahkan kakinya ke kamar.


Suami dan Istri itu menganguk sambil tersenyum.


Saat Daud sedang membereskan berkas-berkas lain dan memasukannya ke tas supaya tidak berserakan, tiba-tiba,


Tok*tok Suara ketukan pintu Daud.


Masuk" Kata Daud dari dalam kamarnya.


Wanita paru baya itu masuk ke dalam dan melontarkan senyum melihat anak ke dua nya yang sangat serius mempersiapkan berkas-berkas untuk besok.


Wanita itu duduk di kasur Daud dan Daud yang serius hanya melihat mama-nya sekilas.


apa Mama ganggu sampai Mama datang pun Kau tak bergeming?" Tanya Wanita paru baya itu pada Daud.


Eh,, mama. Gak kok ma. Hehehhe" Jawab Daud.


Sini duduk samping Mama!" Kata Mama-nya yang menyuruh anaknya duduk disampingnya.

__ADS_1


Daud tersenyum dan mendekati Mamanya.


Mama senang kamu diterima kerja di Bank ternama di jakarta ini tetapi nak, Mama tidak senang kalau kamu mengabaikan Mama seperti tadi" Ucap Mama nya menungingkan senyum pada Daud.


Maaf Ma" Jawab Daud.


Mama juga gak ingin Anak Mama jadi sombong, angkuh dan egois apalagi sampai Melupakan Tuhan. Mama gak mau itu terjadi" Kata Mama nya yang sudah meneteskan air mata.


Daud duduk di bawah lantai kamarnya dan menatap Mama nya yang menangis,


Ma, Daud tidak seperti yang mama bayangkan. Daud tidak akan sombong, tidak angkuh dan tidak egois apalagi sampai melupakan Tuhan" Ucap Daud sambil menyentuh kedua tangan mamanya.


Mama adalah harta sekaligus mahkota bagiku, aku tidak akan pernah mengabaikan mama. Mama pernah bilang surga berada di telapak kaki Ibu kan.


Uda Ma jangan menangis" Jelas Daud yang menghapus air mata yang membasahi pipi mama-nya.


Makasih Sayang" (memeluk Daud).


Daud membalas pelukan mama nya, tanpa diduga Daud meneteskan air mata.


Mama-nya melepaskan pelukanya, Daud langsung menghapus air matanya dan tersenyum melihat mamanya.


Siapakan juga Pakaian mu karena kita akan balik ke Siantar dan memberikan acara Syukuran" Kata Mama-nya dan meninggalkan Daud sendiri.


Daud tersenyum dan beranjak dari kasurnya dan kembali membereskan semuanya.


Skip**


Ke-esokan Pagi nya,


Mama dan Papa Samuel berada di bandara Jakarta. Mereka akan kembali ke Siantar namun sebelum sepasang suami-istri itu sedang menunggu anak ke-duanya.


Sebelum pergi ke bandara, Daud sudah menyuruh Mama dan Papanya diluan ke bandara karena Daud harus mengantar Cv dan berkas-berkas lainnya.


Sudah 2 jam mereka menunggu anaknya namun tidak kembali, Wanita paru baya itu pun menghubungi Daud, Namum nomornya tidak dapat dihubungi.


Mama-nya sangat ketakutan, ia takut sesutu terjadi pada putra ke dua-nya itu.


Selang beberapa menit, Daud berjalan menemui Mama dan Papa nya.


Ma!! Teriak Daud menyentuh pundak mamanya.


Ya ampun dari mana kamu nak? Tanya Mama nya.


Maaf ma, Daud lama" Jawab Daud yang seperti kehabisan nafas.


Gpp nak, kita hampir ketinggalan pesawat. Tapi, yasudah lah.


Ayok kita berangkat" Ajak Mama-nya yang bergantian melihat Daud dan Suami-nya.

__ADS_1


**Hy guys? penasarankan dengan lanjutan episodenyya?!


Yuk jangan lupa vote and like, biar aku semangat lanjutinnya 😘🤗**


__ADS_2