
"Hello, author readers are still in learning, please comment and like it for your favorite episodes."
"Tunggu Sam, saya boleh minta tolong kamu untuk datang nanti malam kerumah soalnya Kezia sendiri rumah, Tante takut ada yang berbuat macem-macem padanya."
"Baiklah Tan" jawab Samuel singkat.
"Terima Kasih Sam, Tante tutup ya. Syaloom"
"Tapi Tan,,, "
Tut, tut, tut,,
Sebelum Samuel selesai berbicara Mama Kezia mematikan ponselnya.
"Kebiasan. anak sama Mama sama aja" gerutu Samuel.
Selesai mengantar Map ke lantai atas, Kezia menemui Mamanya kembali,
"Sudah Ma" kata Kezia.
"Bagus deh. Mama mau tanya sesuatu Key, boleh?"
"Apa itu Ma?" tanya Kezia sambil memainkan ponselnya.
"Apa hubungan Kamu dengan Samuel?"
Deg,
Deg,
Deg,
Betapa terkejutnya Kezia Mamanya bertanya seperti itu,
"Ahhh, itu anuu Ma" jawab Kezia dengan terbata bata.
"Kamu pacarankan dengan Samuel?"
"Maaf Ma," jawab Kezia singkat.
"Kenapa minta maaf Sayang, Mama tau kalian saling mencintai" kata Mamanya yang membuat Kezia terkejut.
"Hehehe, iya Ma" jawab Kezia sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal.
"mm, tadi Samuel video call kamu jadi mama yang angkat."
"Mama,,,," rengek Kezia dengan wajah memelas.
"Lagian Mama gak ada bilang apa apa kok, Mama minta tolong dia untuk datang nanti malam ke rumah soalnyakan kamu sendiri dirumah." jelas Mamanya yang membuat Mata Kezia melotot.
"Ma, Akukan bisa sendiri. Aku juga sudah suruh Grace buat temanin aku." kata Kezia dengan meninggikan nada suaranya.
"yah, gimana lagi. Uda terlanjur." Ucap Mamanya sambil mengedipkam matanya dan pergi meninggalkan Kezia sendiri.
"Aduh, ****** gue." (memukul jidatnya pelan).
__ADS_1
Kezia mencoba menghubungi Samuel namun tidak diangkatnya.
"Key, Mama pergi dulu. Kamu hati hati dirumah ya"
"Baik Ma" jawab Kezia dengan wajah cemberut karena dia masih kesal dengan perbuatan mamanya.
"senyum dong key." Ucap Mamanya sambil melontarkan senyum.
"Hem," Senyum terpaksa Kezia.
Kezia memang tidak berniat untuk pergi ke lapangan karena tidak enak badan namun pikiran-nya kacau karena Samuel yang akan menemaninya di rumah.
Kezia menghubungi sahabatnya Gracia,
Dreet, dreet, dreet, (dering ponsel Gracia).
Grace yang masih dengan kondisi menyedihkan, rambutnya acak-acakan, semua make up di wajahnya luntur karena terlalu banyak menangis sehingga matanya menjadi bengkak.
Grace mengambil ponselnya di meja dan melihat siapa yang menelepon dirinya.
"Kezia?" gumam Grace pelan dengan wajah memerah. "Ha,,hallo." jawab Grace dengan suara serak.
"Kenapa dengan suaramu Grace? apa kamu sedang tidak sehat?" tanya Kezia kwhatir dengan sahabatnya.
"ehemm, Aku gpp. Mungkin ini karena batuk jadi suara ku jadi serak begini." Ucap Grace yang mencoba menetralkan suaranya.
"ooh."
"Ada apa kau menghubungiku?" tanya Grace.
"Key?" lirih Grace yang memanggilnya dari ponsel.
"Ah, iya. Aku menghubungi mu karena aku merindukan mu, heheheh"
"ooh gitu. Aku juga merindukan mu." balas Grace.
"Kalau aku ada waktu aku akan mampir kerumah, kau tidak keberatankan jika aku datang kerumah mu?" Ucap Kezia yang membuat Grace tertawa.
"Ahahahah, apa hak ku melarang mu bermain kerumah ku. Pintu rumah ku selalu terbuka lebar untuk mu" ucap Grace dengan senyum palsu dibibir nya.
"Hehehhe, iya. Yauda aku matiin dulu ya, bye grace."
"Bye"
Tut, tut, tut.....
Grace mengepal ponselnya dengan wajah memerah sambil pandangannya kearah dinding kamar hotel itu. Grace masih berada di hotel ntah kenapa gadis itu tidak pergi meninggalkan hotel itu.
"Kita mulai pertempuran ini Kezia!" gumam Grace.
Dikantor Key mondar mandir diruangan mamanya.
"Apa yang harus aku lakukan, Kk Samuel tidak boleh menemuiku di rumah pasti dia akan memakan ku" ucap Kezia sambil menggigit jari-jarinya.
Disisi lain Samuel sedang asyik bermain game di ponselnya. Pantas saja dia tidak mengangkat telpon dari Kezia.
__ADS_1
"Sam" panggil Mamanya yang tiba tiba masuk kedalam kamar tanpa mengetok pintu.
"Ah, iya Ma." Samuel melirik Mamanya sebentar lalu kembali melihat game di ponselnya.
"Kamu ini uda dewasa tetap saja bermain game. Ada Vivi yang datang kerumah." Ucap Mamanya yang sudah duduk disamping Samuel.
"Ah, iya. Tanggung aku bentar lagi menang ini" ucap Samuel yang sedang asyik dengan gamenya.
"Kamu ini sebenarnya sayang sama siapa si? Kezia atau Vivi?" tanya Mama nya yang membuat Samuel diam. "Kalau kamu uda jadian sama Kezia lalu kenapa Vivi masih ngebet dapatin kamu?" tanya mamanya lagi.
"Mama tau darimana kalau aku uda jadian sama Kezia?" tanya Samuel sambil menatap mamanya.
"Apa si yang gak mama tau tentangmu, gak perlu kamh tutupi dari mama." Jawab mamanya.
"Iya Ma aku dan Kezia sudah resmi pacaran"
jawab Samuel menundukan kepalanya sambil meremas-remas jarinya.
"Lalu Vivi?" tanya mamanya heran.
"Gadis itu masa lalu Sam Ma, selama aku dan Vivi pacaran aku tidak memiliki perasaan padanya" jelas Samuel.
"Kalau kamu tidak ada rasa padanya kenapa kalian pacaran? Mama gak habis pikir kamu menyakiti gadis itu selama pacaran." Ucap mamanya dengan wajah ketus.
"Bukan gitu Ma gadis itu yang memaksa Sam. Dia sangat agresif." ucapnya.
"Baiklah Mama mengerti. Kezia dan Vivi adalah wanita yang sangat cantik, seorang wanita memiliki perasaan yang cukup besar apalagi masalah cinta itu tergantung kamu yang menjalaninya." jelas mamanya.
"Jangan sakiti hati seorang wanita Sam" pinta mamanya langsung berdiri dan meninggalkan Samuel.
"Pilihan ku sudah tepat." kata Samuel sambil tersenyum.
Kezia sedang berjalan di pinggir jalan ia akan kembali kerumahnya.
Creettt,
Ada mobil yang sengaja menjiprakan air peceran padanya.
"Woy, kalau bawa mobil itu pakai mata!" teriak Kezia dari kejauhan yang kelihatan dari kaca mobil orang tersebut.
Mobil itu berhenti dan secepat langit Kezia berlari mendekati mobil itu dan memukul kaca mobil itu sambil mengumpat, banyak sekali orang yang memperhatikannya.
"Heh, keluar kau. Jangan beraninya sembunyi dibalik mobil mu ini!" Ucap Kezia yang meninggikan nada suaranya.
"Gadis bodoh." ucap seseorang yang berada didalam mobil.
Kezia mengintip dibalik kaca mobil dan dia sama sekali tidak melihat orang didalam mobil itu.
"Apa kau mengumpat diriku sedari tadi Nona?" tanya Pria tampan berkulit putih keluar dari mobil mewahnya.
"Cih, dasar bukannya minta maaf malah memikirkan perkataan ku" tanya Kezia heran.
"Maaf Tuan anda tidak lihat baju saya kotor ini karena ulah anda" kata Kezia dengan sekit menekankan nada suaranya.
"Benarkah? Saya tidak melihat anda sedang berjalan, jadi itu bukan salah saya Nona." Ucapnya sombong.
__ADS_1