
Karena Kecantikan yang dimiliki Kezia dia disebut bidadari. Banyak Pria yang melirik bahkan mendekati Kezia namun gadis itu tidak menanggapi dan beberapa wanita sirik pada kecantikan Kezia namun dia juga dak menanggapi hal itu.
Mama Kezia : "Kezia, cepat sayang kita uda terlambat" teriak mama-nya dari luar"
Kezia : "bentar ma, sebentar lagi." (menyisir rambut pendek nya).
Kezia suka sekali merias diri sampai tidak memperdulikan teman nya yang sudah menunggu
Kezia : "ok,ma. siap! Let's go!"
Mereka pergi dengan berjalaan kaki karena memang dekat jarak rumahnya ke tempat Ibadah.
Setelah tiba di rumah Ibadah, Gadis berambut pendek itu berdoa, setelah itu dia melihat kedepan dan memperhatikan sekelilingnya.
Manik mata coklat Kezia tertuju pada pria berkulit putih, memakai jas berwarna hitam dengan dasi biru di kera baju nya.
"sempurna." ucapnya dalam hati.
"Siapa laki2 itu? tidak pernah aku melihatnya
di sini." batin Kezia.
Kezia masih fokus memperhatikan pria berjas itu. Pria berjas berjalan mendekati organ nya lalu memainkan organ itu untuk menggiringi jemaat bernyanyi.
Kezia makin serius melihatnya dan berkata dalam hati lagi : "He is perfect"
Mama : "Kezia!" (menepuk pundak Kezia). Kezia sadar dari lamunan nya.
Kezia : "ehh, Mama. Ada apa ma?" tanya Kezia.
Mama : "apa yang kau pikirkan? kenapa
kamu melamun?"
Kezia : "gpp kok ma" (sambil menggaruk kening yang tidak gatal).
Kezia binggung mau jawab apa dia terpaksa berbohong.
Mama : "Yaudah kamu konsen saat Ibadah, jangan menghayal."
Kezia : "Baik, ma," Terlontar senyum manis di bibir kezia
Ibadah telah selesai, semua orang berpulangan tetapi, Kezia dan Mama nya masih duduk di dalam rumah Ibadah.
Mereka disambut oleh sepasang Suami-Istri yang sangat serasi diikuti oleh pria tampan berjas hitam yang membuat nya melamun sedari tadi.
__ADS_1
Mereka adalah pemilik rumah Ibadah sekaligus Pendeta bahkan Pelayan Ibadah di rumah Ibadah nya sendiri.
Mama nya memakai gaun merah cocok untuk kulit putih nya sedangkan Suami yang disampingnya memakai baju putih panjang, memang seperti Pendeta.
Mereka juga memiliki 2 orang putra yang sangat tampan namun, hanya satu putra tampan yang sedang berdiri dihadapan Kezia.
Mama Sam : "Hay teman, sudah lama tak bertemu" ( berpelukan )
Mama Key : "Hey, aku sangat merindukan mu"
"Ini putri mu? cantik sekali, siapa nama mu?" tanya Mama Sam melihat ke arah Kezia.
"Kezia Tante, panggil saja Key" jawab Kezia sopan.
Mama Sam : "Nama yg bagus."
Mama Kezia : "Anak mu juga tampan, Siapa namanya?
Mama Sam : "He is Samuel, My son first dan putra ke dua ku belum balik, dia sedang sibuk mengurus lamaran pekerjaan nya di Jakarta.
"Anak aku Sam sudah wisuda dari UNIB dan sekarang sudah ngelamar kerja tapi, aku bilang nganggur saja dulu supaya ada yang temenin Mama nya" lanjut Mama Sam.
Mama Kezia : "Benarkah? Kalau Kezia sedang berkuliah di siantar ini dan masih semeter 4."
Mama Sam : "Gak terasa ya, anak kita sudah besar. Hahahah" (tertawa)
"iii angkuh banget, percuma memiliki wajah tampan kalau gak ada ahklak setidaknyakan dia bisa tersenyum sedikit dan berkenalan dengan ku. Apa aku tidak cantik hari ini hingaa dia tidak merespon ataupun menyapa ku?" batin Kezia dengan wajah kesal.
Mama Sam : "Maaf ya, anak aku memang begitu."
Kezia : "Ma, Tante aku pergi kesana dulu ya."
(Kezia menunjukan arah ruang musiik Ibadah itu supaya dia lebih mengenal tempat rumah Ibadah itu) .
"Silakan sayang" jawab Mama Sam.
Kezia melangkahkan kaki nya dia melihat seisi ruangan tempat itu dengan teliti.
Kezka melihat bingkai foto seorang anak lelaki memakai baju SMP dia memegang foto itu dia seperti pernah melihat wajah dalam foto itu.
Tidak terlalu lama Kezia memegang foto itu dia langsung meletakan foto itu kembali.
Kezia memajukan langkah nya dia melihat banyak alamat musik, sepeti : Organ, trompet, gitar listrik dll.
Kezia menyentuh alat musik organ itu, dia mengingat seseorang yang memainkan organ dengan sangat bagus.
__ADS_1
Tiba-tiba Kezia tersenyum karena kembali mengingat Pria yang bermain Piano saat Ibada tadi.
"Apaan si kamu Key" gumam Kezia yang menyadarkan lamunan nya sambil memukul pelan kening nya.
Kezia mendengar langkah seseorang yang akan masuk keruangan itu. Kezia berbalik dia melihat pria tampan berjas hitam sedang berdiri yang tidak lain adalah Samuel yang menatap Kezia dengan tatapan intens.
Kezia : "ahhh, maafkan aku kk... aku... " (menundukan Kepala nya)
Saat Kezia hendak melanjutkan perkataanya, tiba-tiba tongkat mic yang di bawa pembersih terjatuh dan Samuel berlari mendekati Kezia.
Samuel : "awass," (sambil menarik tangan Kezia dan mereka terjatuh di bawah lantai begitu juga dengan tongkat mic itu).
Kezia berada di atas tubuh Samuel. Mereka bertatapan satu sama lain, nafas mereka berpadu dan detak jantung Kezia sangat kencang begitu juga dengan Samuel.
"Maaf kan saya Tuan." kata Petugas itu.
Kezia dan Samuel pun langsung berdiri dan membersihkan diri masing-masing.
Samuel hendak pergi namun tangan nya ditahan oleh Kezia lalu membuka telapak tangan nya dan bersalaman.
"Terima kasih" Ucap Kezia sambil tersenyum.
Kezia pun meninggalkan Samuel bahkan menggaruk kening nya yang tidak gatal.
Mama Kezia Melihat Kezia Keluar dari ruangan itu, lalu...
Mama kezia : "Kalau begitu kami pergi dulu say" (berdiri dari tempat duduk nya)
Tiba-tiba Mama nya samuel menghentikan langkah mereka untuk mengundang Kezia dan Mamanya hadir dalam acara makan malam.
Mama Sam : "aku ingin kalian hadir dalam acara makan besok."
saut mama nya Key : "Aku dan putri ku pasti akan datang, Apa yang tidak buat kamu"
Mama Sam : "Kau ini, aku tunggu kalian ya. Jangan lupa, see you....(melambaikan tangan)
Ibu dan putri nya itu pun berjalan pulang ditengah perjalanan Kezia bertanya pada mama nya.
kezya : "Aneh banget kan ma putra Tante itu, tidak ada senyumnya, wajah nya itu datar."
Mama Kezia : "hust, tidak boleh berbicara begitu. Bagaimana pun juga dia putra dari kawan mama, Kita harus menghargai nya.ok!"
Kewajiban seorang Ibu yang selalu memberikan nasehat pada anak nya seperti yang dilakukan Mama nya kezia buat putri semata wayang nya itu.
Dalam perjalanan hanya hening...
__ADS_1
Tiba dirumah, gadis cantik itu langsung membaringkan tubuh nya di kasur kesayangan nya dia menatap lampu yg terang dan masih mengingat kejadian di rumah ibadah tadi.
"Ternyata dibalik cuek nya, dia baik juga Putra pendeta lagi. hm, hmm." Kata Kezia dan langsung tertidur.