Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Part 36.


__ADS_3

Cup,


Samuel lalu mencium pipi tembeb Kezia.


Mata Kezia melotot dengan terpaksa ia membalikan kembali wajahnya menghadap Samuel.


"Kan sudah berjanji kalau Kamu menciumku harus seijinku!"


"Itukan dibibir tidak dipipi sayang." Ucap Samuel dengan mencubit pelan pipi Kezia.


"Iii, sama aja !" Ucap Kezia dengan menaikan nada suaranya sambil melipat ke dua tangan di dadanya.


"Beda," ucap Samuel dengan lembut.


"Sekarang hujan bagaimana dengan Mama diluar pasti kedinginan." Ucap Kezia dengan berjalan mendekati jendela di depannya.


"Kita berdoa saja pada Tuhan semoga Ibu martua bisa kembali dengan selamat." Ucap Samuel dan berjalan mendekati Kezia dengan menyentuh pundak nya.


Kezia melotot pada Samuel saat mendengar perkataan nya dan itu membuat Samuel terkekeh.


"Hehhehe, kenapa sayang." tanya Samuel.


"Kau!" ucap Kezia dengan tatapan sinis.


"kan kamu bentar lagi jadi ibu dari anak-anak ku.hhh" tawa Samuel yang diarahkan ke telinga Kezia. Tanpa sepata kata pun Kezia langsung mencubit perut Samuel.


"Auu, sss, sakit tau." Samuel langsung melotot ke arah Kezia.


"Biaren, bweeek" ejek Kezia.


Kezia kembali ke tempat duduk dan membaringkan dirinya lalu tertidur, sedangkan Samuel masih berdiri melihat derasnya hujan di luar.


"Sekarang sudah pukul 21.00, kenapa Tante belum balik?" gumam Samuel.


Samuel membalikan tubuhnya betapa indahnya pemandangan yang ia lihat sekarang ini.


Samuel berjalan mendekati Kezia dan duduk di lantai tapi tetap disamping Kezia.


"Kau tertidur saja masih terlihat manis Key," gumam Samuel dengan menatap lekat wajah Kezia. Samuel berdiri ia hendak membuka jaketnya lalu diselimutinya tubuh Kezia dengan Jaketnya. Dia menatap lekat wajah Kezia lalu mencium kening Kezia dan ikut terlelap disampingnya.


"Dokter!" teriak si Pria dengan menggendong gadis dipelukannya.


"Iya kenapa Mas?" tanya salah satu suster.


"Jangan diam saja cepat panggilkan dokter!" teriak si Pria dengan tatapam mematikan.


Dokter Pria keluar dari ruangannya dan menemui si Pria tersebut.


"Letakan disini saya akan memeriksanya" Kata Pak Dokter yang melirik ke arah tempat tidur yang berdorong lalu si Pria langsung meletakkan gadis itu. Dengan segera suster mendorong tempat tidur dan membawanya masuk kedalam ruang UGD.

__ADS_1


Saat hendak ingin masuk kedalam,


"Maaf Mas, Silakan anda tunggu di luar." Ucap seorang perawat wanita.


"Tapi Sus,,,,"


belum sempat bicara suster itu langsung menutup pintu ruang UGD.


Si Pria melihat gadis itu dari kaca yang tembus pandang jadi ia bisa melihat dari jauh. Dia mondari mandir sambil menggigit jarinya dan sesekali memperhatikan gadis itu.


"Kenapa lama sekali?" gumam si Pria itu.


Beberapa menit kemudian Dokter keluar dari ruang UGD dan langsung mendekati Dokter itu.


"Dok, gimana keadaannya?" tanya si Pria.


"Mari ikut saya." Kata Pak Dokter dengan berjalan masuk ke ruangannya dengan diikuti oleh si Pria.


"Silakan duduk." Ucap Pak Dokter yang menyuruhnya duduk. Si Pria pun langsung duduk.


"Apa yang terjadi Dok?" tanya Si Pria.


"Pasien mengalami depresi yang sangat berat sehingga memperburuk keadaannya."


"Maksud Dokter? tanya si Pria penasaran.


"Iya Dok, tolong saya. Saya akan membayar berapa pun buat kesembuhannya." Ucap si Pria dengan wajah memelas sambil menyentuh tangan Pak Dokter.


"Baiklah, saya akan melakukan yang terbaik." Ucap Dokter itu dengan mengelus tangan si Pria.


Pria itu keluar dari ruangan Dokter ia berjalan dengan tatapan kosong dan air matanya telah menetes.


Sampai diruang rawat pasien ia melihat gadis itu masih tertidur pulas. Dia berjalan mendekati gadis itu,


"Aku akan selalu bersamamu Grace." Ucap si Pria dengan menggenggam tangan gadia itu sambil meneteskan airmatanya. Dia bangkit berdiri lalu mencium puncak kepala gadis itu sambil memejamkan matanya.


"Istirahat lah." gumam si Pria dan duduk kembali lalu tertidur dengan masih menggenggam tangan gadis itu.


"Key, mama pu..." ucapan Mama Kezia terhenti ketika melihat Samuel duduk sambil tidur disamping Putrinya.


Mama Kezia mendekatkan dirinya pada mereka,


"Kau memang anak yang baik Sam." gumam Mamanya Kezia pelan namun terdengar oleh Samuel.


"Tante..." lirih Samuel.


"Terima Kasih ya kamu sudah menjaganya dengan baik." ucap Mamanya Kezia dengan tatapan berkaca-kaca.


"Siap Tan." Ucap Samuel pada martuanya lalu melihat ke arah Kezia yang masih tertidur pulas.

__ADS_1


"Kezia imut ya Tan kalau lagi tidur." Ucap Samuel yang membuat mamanya Kezia terkekeh.


"hhhh, kamu bisa aja." kata Mamanya Kezia.


"Tan, Kezia tidur disini?" tanya Samuel mengerutkan dahi nya.


"Tidak, Tante akan menggendongnya kekamar. Kezia itu seperti papanya kalay sudah tidur anti banget kalau dibanguni. Sekarang kamu uda bisa pulang Samuel." Ucap Mamanya Kezia dengan melontarkan senyum di bibirnya.


"Bolehkah aku menggendongnya ke kamar Tan?" tanya Samuel dengan wajah yang polos.


"Dulu Papanya yang selalu menggendong Kezia kemana pun, tapi sekarang... "


"Uda Tante tidak usah dipikirkan lagi, sekarang saya yang akan sering menggendong tubuh mungil Kezia" ucap Samuel dengan melirik ke arah Kezia.


"Terima Kasih" ucap Mamanya Kezia singkat.


Samuel memegang tangan Kezia dan meletakannya ke leher lalu mengangkat tubuh mungil itu ke dalam pelukannya dan membawanya kedalam kamar.


Didalam kamar Samuel langsung meletakan tubuh Kezia ke kasur dengan hati-hati supaya dia tidak terbangun.


"Huh, huf, hah, " Samuel mengatur nafasnya.


"Tubuh mu kecil tapi kenapa berat banget si Key." lirih Samuel melihat Kezia yang masih tertidur pulas.


Samuel melihat seisi kamar Kezia yang begitu tersusun rapi dan sangat indah dipandang mata ditambah lagi yang membuat Samuel senang ketika ia melihat Kezia yang langsung memeluk erat boneka panda yang dia berikan pada Kezia.


"Padahal kau masih terlelap Key tapi Kau langsung tau dimana posisi boneka pandaku kau letakan" gumam pelan Samuel, dia membungkukan badannya lalu mengacak-acak rambut Kezia.


"Selamat tidur sayang" Ucap Samuel yang berbisik di telinga Kezia setelah itu dia beranjak pergi meninggalkan kamatlr Kezia.


Samuel berjalan keruang tamu dan mendekati Mamanya Kezia,


"Tan, aku pamit dulu ya." Ucap Samuel dengan senyum dibibirnya lalu menyentuh dan mencium punggung tangan Mamanya Kezia.


"Baiklah, sekali lagi Terima kasih ya Sam" ucap Mamanya Kezia.


Samuel membalas dengan senyuman.


***//******************************×*×**********


Hari sudah berganti, matahari telah terbit untuk memancarkan sinar di pagi hari dan seorang gadis menggeliatkan dirinya,


"UuuuuaaaaaaaaM" Mulut Kezia terbuka lebar. Kezia membuka matanya betapa terkejutnya nya dia melihat dirinya sudah berada di kasurnya.


"Lah, kenapa aku di kasurku? Bagaimana caranya aku bisa..,"


Kezia lanngsung berlari ke luar kamar untuk mencari Mamanya,


"Ma, Ma..." teriak Kezia.

__ADS_1


__ADS_2