Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Part 35.


__ADS_3

Still stay for my story. I hope you're like, coment and vote. Thank you.


Samuel menatap Kezia dengan tatapan kosong.


"mmm, My king" lirih Kezia dengan melambaikan tangannya kedepan mata Samuel.


"Ah, iya. Apa tadi? My king? sebutan apa itu?" tanya Samuel yang penasaran.


"Tapi aku tidak boleh panggil kamu dengan sebutan kk jadi aku panggi ya My king yang artinya Raja ku." Jelas Kezia dengan mengedipkan matanya.


"Kau sudah berani menggoda ku ya." Kata Samuel dengan menangkup wajah Kezia.


"Gak, ah. Yuk kita makan.."


Kezia mendorong tubuh Samuel dan ia berjalan untuk duduk di sofa.


Samuel pun tersenyum kikuk dan duduk disamping kekasihnya.


"Kenapa disini?" tanya Kezia dengan tatapan intens pada Samuel


"emang kenapa?" Samuel malah balik menantang menatap manik hitam mata Kezia.


"huh, terserah" ucap Kezia yang lengah pada perlakuan Samuel yang tidak mau mengalah.


"Kenapa piringnya 2? tanya Samuel, Pandangannya sudah beralih pada makanan didepannya.


"Kitakan berdua, emang ada satu lagi ya?" tanya Kezia dengan wajah polos.


"Astaga, Kita satu piring aja sayang. Kamu suapin aku dulu terus bergantian deh." Ucap Samuel sambil menyiapkan satu piring yang langsung diisinya dengan sayuran dan ikan.


Mata Kezia melotot,


"Maksud kamu kita makan satu piring bagi 2?" tanya Kezia dengan polos dan Samuel menganggukan kepalanya.


"Gak, aku gak mau." tolak Kezia dengan memalingkan wajahnya dan ke dua tangannya dilipat di dada.


" Kenapa si, kitakan sudah biasa. Ciuman aja...." belum sempat Samuel melanjutkan kalimatnya Kezia dengan wajah kesal ia langsung mengambil piring yang sudah diisi oleh Samuel.


"Aaaa, buka mulutmu." Ucap Kezia.


"Judes amat si, aku gk mau lah." tolak Samuel dengan memalingkan wajahnya.


"Lah, kok gitu si. Ok, ok. Aaaa, My king." goda Kezia dengan melayangkan satu suapan pada Samuel. Samuel pun tersenyum dan memakannya dengan lahap.


"Sini gantian," Samuel mengambil piring dari tanga Kezia.


"Aaaaaaa," Kezia menatap Samuel dengan tatapan melotot ia akhirnya membuka mulutnya dan melahap makanannya sampai habis.


Begitulah seterusnya yang dilakukan Kezia dan Samuel sampai makanan mereka telah habis.


Jdaaaaaaaaarrrr!!!! suara petir yang sangat kuat.

__ADS_1


"Petirrrr...." Ucap Kezia yang sudah memeluk erat tubuh Samuel. "Aaaaaku taaakut..." Ucap Kezia.


"huh, dasar modus!" ejek Samuel yang membuat Kezia melepas pelukannya.


"Jangan baper, akuuu,,,,"


Jdaaaaaaaaaarrrrrrr!!!! Suara petir itu kembali lagi.


"Aaaaaaa,aku takuttt" Ucap Kezia dan ia kembali memeluk Samuel dengan gemetaran.


Samuel merasakan tubuh kekasihnya gemetaran dan membalas pelukan kekasihnya itu.


"Aku disini Key, jangan takut ya." lirih Samuel dengan membalas pelukan Kezia sambil menatap ke arah jendela. "Sepertinya hujan diluar." lanjutnya.


Kezia mendengar kalimat Samuel ia melepas pelukannya namun ditahan Samuel.


"Tetaplah seperti ini, kamu sendiri yang minta. heheheh" goda Samuel.


"iiiii," Kezia mencubit punggung Samuel.


"Auu, sakit tau." Samuel makin mempererat pelukannya.


Disisi lain seorang gadis berjalan keluar kamar hotel dengan wajah yang pucat, matanya bengkak akibat terlalu lama menangis ditambah lagi pakaian yang ia pakai tidak diganti nya seharian.


Jdaaaaaaaaaarrrrr! suara petir.


Gadis itu berjalan di deras nya air hujan dengan pontang panting dan tatapannya kosong ke depan.


Dengan tatapan yang kosong Gadis itu menyentuh pegangan pada jembatan lalu memanjatnya sambil melihat ke bawah jembatan, terlihat arus sungai yang sangat deras.


"Tidak ada lagi harapan ku, aaaku sudah di nodai!" ucap Gadis itu yang teriak didalam hatinya dengan airmata yang sudah membajiri pipinya.


Dia merentangkan ke dua tangannya lalu menutup matanya


"Sedang apa wanita itu?" gumam seorang Pria yang seketika memberhentikan motornya lalu menyembrang jalan untuk mendekati gadis itu.


"Buat apa aku hidup!" isak tangisnya dalam hati. Dia merentangkan ke dua tangannya lalu menutup matanya dan menaikan lagi kakinya dan,


DEG,


DEG,


DEG,


"Nona berhenti!" teriak Pria yang sudah berdiri di belakang nya. Gadis itu menghentikan kakinya, "Jangan coba-coba menghalangiku, hiks, hiks" Ucapnya tanpa melihat ke arah Pria itu.


"Nona kita bisa selesaikan baik-baik, aku siap membantumu!" kata Pria itu dengan tangannya yang mencoba meraih tangan gadis dihadapannya.


"Aku bilang jangan mendekat!" teriak gadis itu dengan suara yang sudah mau habis.


Tiba-tiba kepalanya pusing, pandangannya buram kedepan ditambah lagi tubuhnya berkeringatan dan ia sangat lemas.

__ADS_1


Gadis itu menyentuh kepalanya dan tubuhnya terjatuh dan untung saja Pria itu menarik tangannya hingga terjatuh ke dalam pelukannya.


Pria itu memukul pelan pipi gadis yang dipelukannya dengan sedikit menyibakan rambut gadis itu ke belakang dan betapa terkejutnya dia melihat wajah gadis itu,


"Grace?" gumamnya pelan.


"ya ampun Grace kenapa kau bisa seperti ini? Grace bangun, Grace.... bangun, Grace..... " lirih Pria itu dengan memukul pelan pipi nya, ia berharap gadis dipelukannya kembali sadar namun tidak berhasil.


"Grace,, apa yang terjadi denganmu?"


Ucap Pria itu dengan suara terisak dan memeluk erat tubuh gadis itu.


"Aaa aku akan membawamu kerumah sakit." Ucap Pria itu dengan tatapan yang kabur karena hujan sangat deras sehingga mengganggu penglihatannya.


Pria itu menggendong tubuh gadis itu lalu berlari untuk mencari Taksi. Dia melihat Taksi dari jauh dan memberhentikan Taksi itu dengan melambaikan tangannya.


Taksi itu berhenti dan dia langsung memasukan tubuh gadis itu kedalam mobil dengan dia disampingnya.


"Cepat ya Pak, Kita sekarang ke rumah sakit!" ucap Pria itu yang sangat kwatir pada gadis disebelahnya.


Pria itu memegang kepala gadis itu dan meletakkan di pundaknya.


Pria itu mengelus rambut gadis itu dengan pandangannya menatap pada kaca kecil di depan sopir Taksi yang memperlihatkan wajah gadis itu yang sedang terlelap.


"Siapa yang membuatmu seperti ini Grace?" tanya Pria itu dalam hatinya.


Disisi lain Samuel masih merasakan pelukannya pada kekasihnya itu,


"Mmpphhh, lepasin, aaaku sesak ini." Ucap Kezia yang terbata-bata.


Samuel akhirnya melepaskan pelukannya.


"Huh, huf, hah huf" Kezia mengatur nafasnya.


"Aku bisa mati tau gak!" Ucap Kezia dengan memalingkan wajahnya dari Samuel sambil memanyunkan bibirnya.


"Sorry, kebawaa suasana sayang" godanya.


Cup,


Samuel lalu mencium pipi tembeb Kezia.


Mata Kezia melotot dengan terpaksa ia membalikan kembali wajahnya menghadap Samuel.


"Kan sudah berjanji kalau Kamu menciumku harus seijinku!"


"Itukan dibibir tidak dipipi sayang." Ucap Samuel dengan mencubit pelan pipi Kezia.


"Iii, sama aja !" Ucap Kezia dengan menaikan nada suaranya sambil melipat ke dua tangan di dadanya.


"Beda," ucap Samuel dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2