Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Episode 29.


__ADS_3

"Hello, author readers are still in learning, please comment and like it for your favorite episodes."


"Ahhkzz, kenapa hidup ku seperti ini, apa salahku Tuhan?" teriak Grace dengan pandangan yang buram ke depan ditambah lagi air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Roly?" Grace melihat nama penulis surat itu, wajah nya mengeras dan tangan nya meremas surat itu lalu dibuangnya ke lantai.


"Ahhhkz! aku benci, aku benci, aku benci. Ini semua karena kau Kezia, kau harus membalas semuanya!" ucap Grace dengan pandangan kedepan dan mengepalkan ke dua tangannya.


Skip**


Kezia dan mama nya sekarang berada di kantor kerjaan mereka. Seperti di bilang Mama nya bahwa di kantor akan mengadakan Briefing dengan terpaksa Kezia mematikan ponsel nya.


Samuel kembali ke kamarnya setelah pekerjaan telah selesai, dan memeriksa ponselnya yang telah diletakan di atas kasur.


Lah, kemana si anak? gue kirain dia nelpon balik ternyata aktif sebentar lalu off, apa dia gak lihat panggilan gue?


Samuel berbicara pada dirinya sendiri dengan wajah yang kesal.


"Gue kan jadi kwatir Key" ucap Samuel yang sedang memandangkan foto kekasihnya di layar ponsel miliknya.


Daud : "Oi bang" Daud mengagetkan abangnya.


"Sedang apa si lo?" tanya Daud sambil menepuk pundak abangnya.


Samuel : "Bukan urusan lo" Samuel yang masih fokus pada ponselnya ia menjauhkan dirinya dari Daud


Daud : "Cie, ehem ada yang menanti pesan dari Kezia ya?" (sambil menjinjit jinjit untuk melihat ponsel abangnya).


Samuel : "Sotoy lu" bantah Samuel.


Daud : "Elleh,,, dasar bucin lo" ejek Daud.


Samuel : "uda deh, timbang lo receh mulu lebih baik lo keluar." Samuel meninggikan nada bicara nya.


Daud : "Santai dong bang, aku kan bercanda dianggap serius amat deh."


Samuel : "mmm."


Samuel mendudukan dirinya di kursi.


Daud : "Kalau bang merindukan Kezia datang aja ke rumah nya" ucap Daud yang memberikan ide pada abangnya.


"Mungkin dia lagi kerja makanya dia gak sempat hubungi lo" lanjut Daud.


Samuel : "Iya kau benar, gue pergi dulu."


Samuel hendak berdiri namun tangannya dipegang Daud.


Daud : "Gak sekarang bang, kan tadi aku bilang malam. Mana tau dia lagi kerja, gimana si!" ucap Daud yang menepuk jidatnya.


Samuel : "iya juga ya, kau memang adik terbaik." ucap Samuel kembali mendudukan dirinya dan menepuk pundak adiknya.


Daud : "Gue gitu loh. lo kan pacar nya masa hal gini saja lo gak bisa si, kalah lo sama gue!"


ejek Daud pada Samuel.


Samuel : "Hmm, mulai lagi"


Daud : "ah, iya. Mama bilang abang diterima di PT. INALUM lalu kenapa lo menyembunyikan dari kami semua?"


tanya Daud yang melihat Samuel dengan intens.

__ADS_1


Samuel : "Gue bukan menyembunyikan, gue gak mau gegabah mengambil keputusan"


Daud : "Apa ini ada kaitannya sama Kezia?"


Samuel : "Sotoy lu, uda ah lebih baik gue mandi dulu."


Daud : "Abang jangan gila, abang sendiri yang bilang ke gue kita tidak boleh gila hanya karena cwek. Boleh dikejar tapi tidak mengorbankan diri lo sendiri" jelas Daud.


Samuel : "ya gue tau, tapi Kezia masa depan gue dan selamanya sampai maut memisahkan"


Daud : "Cih, bucin. Jadi apa keputusan lo bg?"


Samuel : Ya gue akan kerja disana.


Daud : "Lah, bagaimana dengan Kezia? Kata nya Kezia masa depan lo, gak ngerti gue jalan pikiran lo bg.


Samuel : "Suka gue lah, Kezia itu sempurna dek dia yang nyuruh abang buat terima kerjaan itu, dia mau kita ldr-an asalkan saling percaya satu sama lain."


Daud : "waw, Abang gue memang gak salah pilih" ucap Daud dengan menepuk nepuk pundak abangnya


Samuel tersenyum melihat adik nya.


Samuel : "Sekarang lo pergi, gue mau mandi"


Samuel menarik tangan Daud namun Daud malah membaringkan tubuhnya ke kasur.


Daud : "gak mau, gue istirahat disini saja."


Samuel : "Untung lo adek gue, kalau gak uda gue tunjang lo keluar."


Daud : "mmm" Daud menututup ke dua matanya dan merentangkan ke dua tangannya.


Samuel berjanjak pergi ke kamar mandi.


Kezia duduk diruangan mama nya sambil membuka ponselnya yang dari tadi sengaja dimatikan.


Kezia membaca semua pesan di whatsapp nya dan itu spam chat semua dari Samuel.


"Good Morning Sayang"


"Lagi apa ini? uda makan?"


"Jangan lupa mandi ya biar gak bau ketek"


"Lah kok dibalas-balas si?"


"Yang belum bangun nya?"


"angkat napa telpon ku sayang?"


Semua pesan itu dikirim Samuel tadi pagi, bahkan siang ini dia masih spam chat.


" kok gak diangkat?"


"marah ya? maaf."


"Sayang 😘😘...."


🙁🙁🙁🙁🙁🙁🙁


"mm yaudah deh kalau kamu gk bisa diganggu, Love you dear."

__ADS_1


Kezia membaca chat dari Samuel senyum senyum sendiri bahkan tertawa lalu dia membalas pesan kekasihnya.


"Maaf kk aku gak sempat balas karena ada briefing di pagi hari. maaf ya My King 😘😘".


Pesan telah dikirim Kezia.


"Key" panggil mama nya.


"iya Ma,"


"Kamu ikut ke lapangan nak?" tanya mamanya.


"Gak deh Ma, badan Kezia pegel semua."


"mm, baiklah" jawab mamanya singkat.


"Antarkan Map ini ke atas ya" (memberikan Map pada Kezia).


Kezia mengangguk dan melangkahkan kaki nya untuk pergi dan ponselnya diletakkan di meja mamanya.


Ting**


bunyi pesan whatsapp dengan segera Samuel membuka pesan itu,


"Maaf kk aku gak sempat balas karena ada briefing di pagi hari. maaf ya My King 😘😘".


Samuel membaca balasan dari kekasihnya itu senyum senyum sendiri dan mem video call Kezia,


Dreet, dreet, dreet....


"Kenapa tidak diangkat, apa masih briefing?" gumamnya.


"Aku coba lagi deh"


Dreet, dreet, dreet. (Dering ponsel Kezia)


Mama Kezia melihat ponsel anaknya berbunyi


"My King?" gumam nya.


Tanpa berfikir panjang dia mengangkat video call itu.


"Lah Samuel kamu ternyata, ada apa Nak?" tanya Mama Kezia.


"ya ampun kemana Kezia, kenapa ibu mertua yang angkat, aku harus jawab apa ini?"


" Samuel" panggil Mama Kezia.


"ahh, bagaimana kabar Tante dan Kezia?"


tanya Samuel yang membuat Mama Kezia tertawa.


"ahahahha, baru semalam kami pergi kamu uda tanya kabar pasti bukan itu yang kamu tanya kan?" kata Mama Kezia.


"hehhehe,, iya Tan. Kezia nya ada?"


" Tu kan pasti mau nanya Kezia. Kezia tadi Tante suruh antar map ke atas." jelas Mama nya Kezia.


"ohh, yaudah Tan, kalau Kezia nya gak ada Terima Kasih Tan."


"Tunggu Sam, saya boleh minta tolong kamu untuk datang nanti malam kerumah soalnya Kezia sendiri rumah, Tante takut ada yang berbuat macem-macem padanya."

__ADS_1


"Baiklah Tan" jawab Samuel singkat.


__ADS_2