Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Part 34


__ADS_3

"Hello readers. Still stay in my story and Don't forget for you're vote, like or rate ***** and make in your favorite. Thank you.


"Sakit tau, nanti kalau pipiku makin tembem gimana? jawab Kezia sambil menyentuh pipinya.


CUP,


CUP,


Samuel mencium pipi Kezia bergantian.


"Cukup kk, malu dilihatin sama tetangga." Ucap Kezia dengan menundukan kepalanya.


"Ahahhah, gitu aja malu."


Samuel mendekatkan wajahnya pada Kezia hingga deruh nafas Kezia bisa didengar oleh Samuel lalu ia berbisik ke telinga Kezia.


"I Love You Key."


Kezia yang mendengar kalimat Samuel pipinya memerah sambil senyum-senyum.


CUP.


Samuel kembali mencium di pipi Kezia.


"Kk!" lirih Kezia dengan memukul badan Samuel.


"Kamu itu gemes apalagi lihat tu pipi kamu sudah seperti ikan buntal yang berubah jadi warna merah, hhhh." Tawa Samuel yang pecah di teras rumah Kezia.


Kezia melihat-lihat ntah ada yang mendengar tawa Samuel.


"Ayok masuk, ntar ada yang lihat!"


Kezia mendorong badan Samuel untuk masuk kedalam rumahnya.


"Iii, kenapa didalam kamu mau macem-macem ya?" goda Samuel saat hendak berbalik namun Kezia tetap mendorongnya masuk kedalam.


"hah, huhf" Kezia mengatur nafasnya.


"Makan apaan si kau kk, capek tau Kezia mendorong." Ucap Kezia yang sudah lengah.


"Siapa suruh dorong aku, bwekk." Ejek Samuel pada kekasihnya itu lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa di ruang tamu.


"Bentar, aku ambil minum dulu."


Samuel menganggukan kepalanya.


Samuel berjalan diruang tamu dengan memperhatikan setiap foto-foto yang tersusun rapi di lemari dan ada yang menempel didinding.


"Ini minum dulu" Kezia memberikan nya minum. Samuel mengambil gelas berisi air dari tangan Kezia lalu meminumnya dengan cepat.


"Terima kasih" ucap Samuel dengan senyuman manis sambil memberikan kembali gelasnya. Kezia juga membalasnya dengan senyuman.


"Kk gak usah repot-repot buat datang kesini, aku bisa kok jaga diri aku sendiri." Kata Kezia dengan berjalan untuk meletakan gelas ke meja di ruangtamu.

__ADS_1


"Hmm, kamu gak suka ya aku temenin? yaudah aku balik!" Ucap Samuel dengan wajah cemberut.


"Ahahah, bukan gitu."


"Jadi apa dong sayang." Ucap Samuel sambil menarik hidung kekasihnya itu.


"Sakit tau, kalau aku jadi Pinnochio gimana?" ucap Kezia dengan memayunkan mulutnya.


Samuel Melihat tingkah lucu Kezia ia menarik tengkuk kepala Kezia dengan kedua tangannya. Wajah mereka sangat dekat, nafas mereka tidak beraturan ditambah lagi detak jantung Kezia yang semakin kencang.


CUP


Samuel menempelkan bibirnya ke bibir Kezia lalu ******* nya dengan lembut hingga Kezia memejamkan matanya ia merasakan setiap *******-******* yang diberikan kekasihnya.


Samuel melepas ciumannya lalu menyentuh bibir Kezia yang basah dengan kedua tangannya.


"Kk" lirih Kezia dengan memukul badan Samuel.


"Sakit tau, bisa-bisa aku jadi lembek karena serangan dari kamu mulu" ledek Samuel.


"Biarin! kk yang mulai diluan selalu nyerang aku tiba-tiba! Bisa-bisa bibir aku itu akan besar seperti bebek!" Gerutu Kezia dengan memanyunkan bibirnya sambil ke dua tangannya ia lipatkan kedalam dada.


"Gemes deh" Samuel mencubit pipi tembeb Kezia.


"Aku merindukanmu makanya aku buat serangan tiba-tiba seperti tadi, Satu hari tidak bertemu dengan mu rasanya hampa!" Jelas Samuel dengan wajah sedihnya.


"Isss, Puitis banget, huh! ledek Kezia dengan membelakangi Samuel.


"Yaudah aku gak akan menyerang kamu tiba-tiba tanpa aba-aba dari kamu." Ucap Samuel yang langsung berdiri dihadapan Kezia.


"Baiklah, kk tidak boleh memanggil aku di WA ketika aku sedang aktif" Kata Kezia.


"Kenapa?" tanya Samuel penasaran.


"Aku takut kalau mama akan mendengarkan percakapan kita, aku juga gak mau membawa mama dulu dalam hubungan kita ini dan kita hanya chatingan saja. Ketika mama gak ada aku deh yang akan mem-video call." Jelas Kezia.


"Lah, Key" Ucap Samuel dengan wajah lemas.


"Kan Kk yang mau!" kata Kezia singkat.


"Baiklah, terus?" tanya Samuel.


"Kk tidak boleh menemuiku dirumah, kita bisa bertemu dimana saja asalkan jangan dirumah." jelas Kezia.


"hmm, lanjut" jawabnya singkat.


"Dan terakhir kk gak boleh tiba-tiba nyosor gitu aja mencium ku dan itu harus se-ijin ku dulu." Ucap Kezia yang membuat Samuel melotot.


"Lah kok gitu si? Cium ceweknya sendiri gak boleh? jadi cium siapa dong Key?" gerutu Samuel yang tidak terima dengan perkataan Kezia.


"Kan kk yang bilang, jadi jangan nolak dong" Ucap Kezia.


"Kan kk bisa cium aku kalau aku yang mengijinkan" lanjut Kezia.

__ADS_1


"Kayak Satpam aja mintak ijin dulu" celoteh Samuel.


"Iii, enak di kakak rugi di aku. Kk harus bersikap dewasa masa hubungan kita cium-cium mulu, harus punya prinsip dong!" Ucap Kezia yang membuat Samuel tertegun.


"Kamu sudah jadi dewasa ya." Ucap Samuel dengan mengacak-acak rambut Kezia.


"Huh, jadi rusak rambut aku" kata Kezia dengan wajah cemberut sambil merapikan kembali rambutnya.


"Hehehe maaf," Samuel mencubit pipi Kezia dengan ke dua tangannya sambil memanyunkan bibirnya sendiri.


"Lepasin, sakit tau" Ucap Kezia yang sedikit menjauhkan dirinya.


"Gimana? janji?" tanya Kezia dengan menujukan jari kelingkingnya dihadapan Samuel sambil mengangkat alisnya.


"Ya, janji."


Menyentuh jari kelingking Kezia sambil menatap manik hitam mata Kezia.


"Tapi aku punya satu permintaan" Kata Samuel.


"Apa itu?" tanya Kezia penasaran.


"Aku ingin kamu tidak panggil aku kk lagi tapi panggil aku itu dengan sebutan kamu, abang atau bisa juga sayang." Ucap Samuel dengan entengnya sambil mengedipkan salahsatu matanya dihadapan Kezia.


"What?" Kezia terkejut.


"Aku gak mau!" tolak Kezia.


"Yaudah kalau gak mau, aku juga..."


"Ok, ok baiklah" Kezia langsung menjawab nya dengan cepat.


Mereka saling menatap satu sama lain dengan melingkar jari kelingking diantara mereka.


"Kk Lapar? eh kamu maksudnya. Maaf belum terbiasa" ucap Kezia yang tersipu malu.


"aku mengerti kok." kata Samuel.


"Aku siapkan dulu ya" ucap Kezia. Samuel menganggukan kepalanya.


Samuel kembali melihat-lihat foto diruangan itu dan langkahnya terhenti ketika melihat satu foto anak kecil yang berada ditengah-tengah Ayah dan Ibunya sambil tersenyum.


"Anak kecil ini? kenapa dia bisa foto bersama dengan orang tua Kezia?" tanya Samuel dalam hatinya. Samuel hendak mengambil foto itu namun Kezia malah memanggilnya.


"Kak, ini makanannya." Ucap Kezia dengan menghadap Samuel.


Samuel berjalan ke arah Kezia dengan tatapan menakutkan,


"Aduh, aku lupa. Heheheh maaf ya sayang." Ucap Kezia dengan mengangkat ke dua jarinya membentuk huruf V sambil tersenyum kearah Samuel.


Samuel sudah berada dihadapan Kezia,


"Apa aku tanyakan aja ya?"

__ADS_1


BERSAMBUNG**********


__ADS_2