Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Episode 31.


__ADS_3

Kita Lanjut,


"Cih, dasar bukannya minta maaf malah memikirkan perkataan ku" tanya Kezia heran.


"Maaf Tuan anda tidak lihat baju saya kotor ini karena ulah anda" kata Kezia dengan sekit menekankan nada suaranya.


"Benarkah? Saya tidak melihat anda sedang berjalan, jadi itu bukan salah saya Nona." Ucapnya sombong.


"Sombong banget dia." Batin Kezia.


Kezia hanya diam,


"Jika tidak ada yang mau dibicarakan saya pergi dulu." kata Pria itu dengan sombongnya.


"Eh, eh, tunggu dulu. (Mendekati Pria itu)


Kau harus bertanggungjawab!" Ucap Kezia sambul menatapnya dengan tatapan menantang.


"Jangan berani mengancam ku!" Bentaknya dengan menaikan jari telunjuknya di depan Mata Kezia. Namun itu tidak membuat Kezia itu putus asa dan Kezia makin menjadi jadi.


"Kau sedang apa?" tanya Pria itu karena dia melihat Kezia yang mondar mandir dihadapannya.


Kezia menampung air peceran dengan tangannya lalu disiramnya mobil mewah itu dihadapan Pria itu.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Pria itu.


"Kenapa? itu pembalasan karena kau meremehkan ku!" Bentak Kezia dengan ke dua tangannya diletakan di depan dadanya.


"Kau,,," Pria itu mengangkat tangannya untuk memukul Kezia namun ia melirik semua orang yang sedang memperhatikan mereka jadi ia menurunkan tangannya.


"Apa.." tantang Kezia dengan melototkan matanya pada Pria itu.


"Awas kau,," Pria itu memilih masuk kedalam mobilnya ia takut kalau semua orang disana membulynya.


"huh, dasar Pria sombong!" Ucap Kezia yang masih mengumpat.


Disisi lain Samuel menemui Vivi yang sudah alam menunggunya.


"Samuel" lirih Vivi yang langsung berdiri ketika melihat Samuel didepannya.


"Kenapa kau disini? kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi Vi, aku harap kau paham itu." Ucap Samuel yang membuat Vivi terdiam.


"Aku merindukan mu." Ucap Vivi.


"Aku tau kau masih mencintaiku dan kamu juga tau kalau selama kita pacaran aku tidak punya perasaaan padamu." jelas Samuel yang makin membuat Vivi bersedih.


"Kalau kau tidak mencintaiku kenapa kau menerima cintaku?"

__ADS_1


tanpa disadari air mata gadis itu terjatuh dan. ia segera menghapusnya.


"Maafkan Aku, aku memang bersalah." Ucap Samuel yang hendak mendekati Vivi namun Vivi malah berlari ke luar.


Daud sedaritadi berdiri di balik pintu kamarnya ia telah mendengar semua percakapan antara abangnya dan Vivi pujaan hatinya.


Dia mendekati abangnya,


"Pergilah, tenangkan dirinya." Ucap Samuel yang sedang melirik adiknya.


Tanpa sekata pun Daud langsung berlari untuk mengejar Vivi yang belum terlalu jauh.


"Hey Bro, ada apa dengan adikmu kenapa dia berlari? dan siapa gadis cantik tadi?" beberapa pertanyaan yang dilontarkan seorang Pria yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu rumahnya.


"Roly?" Samuel mendekati Pria itu dan langsung memeluknya. "Bagaimana kabarmu?" tanya Samuel.


"Heheh, kabar gue baik. Lu bagaimana?" tanya balik dari Roly.


"Seperti yang lo lihat sekarang." Ucap Samuel dengan sombong. "Kapan lo balik, kenapa gak ngabarin gue?"


"Gue bosan aja di luar negeri dan sekarang di indonesia untuk meneruskan perusahaaan Ayah" jelas Roly.


Roly adalah Pria tampan berkulit putih dan tinggi seperti orang bule. Roly setelah lukus dari SMA ia melanjutkan study nya di luar negeri, Roly berwatak sombong karena ia memiliki kekayaan berlimpah ia kembali ke indonesia untuk meneruskan perusahaan Ayahnya yang berdiri di pusat Jakarta.


"Ayok kita masuk ke dalam supaya ngobrol lebih santuy" ucap Samuel.


"Kenapa mobil lu? iss jorok banget pasti gak lu cucikan?" tanya Samuel heran yang sedang berjalan melihat mobil Roly.


"Itu karena gadis yang buat gue kesal seharian ini." Ucap Roly dengan wajah memerah.


"Ahahahahha, baru kali ini aku melihat seorang Roly marah dan itu karena cwek." tawa Samuel yang membuat Roly semakin kesal.


"nyesek gue," jawab nya judes.


"yaudah ayok kita masuk?" ajak Samuel.


Mereka sudah duduk diruang tamu.


"Sudah berapa lama lu disiantar?" tanya Samuel.


"masih 2 hari ini" jawabnya singkat.


"Hay Roly." tegur Mama Sam yang sudah berdiri dihadapan mereka sambil membawa teh.


Mama Samuel sudah kenal dekat dengan Roly karena semasa SMA Roly sering sekali menginap dirumahnya. Jadi jika Roly datang dia tidak lagi sungkan ataupun segan.


" Iya Tan" jawabnya singkat.

__ADS_1


"Ini minum teh nya dulu." (Mama Sam memberikannya minum).


"Makasih Tan. Tante makin cantik deh" Daud tersenyum.


"Kamu bisa." Memukul pundak Roly lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kok bisa lu bertemu gadis yang membuat lu marah begitu." ucap Samuel padanya.


"Gue bertemu dia di jalan dan gue gak sengaja mercikan air ke bajunya, Kami berdebat. Gue bentak dia, ehh bukannya takut gadis itu malah menantang. ya jadi mobil gue kenak imbasnya." Jelas Roly yang membuat Samuel tertawa.


"Ahahahhah, biasanya lu langsung memberikan pelajaran pada tiap gadis kenapa jadi gak cool gini" ejek Samuel.


"Nah itu dia, banyak orang yang memperhatikan kami. Kalau aku memukulnya bisa bisa dikroyok masah gue." Ucap Roly dengan wajah datarnya.


"lu memang gak pernah berubah selalu kasar pada wanita, nanti kah jatuh cinta pada nya baru tau." Impal Samuel.


"gak bakalan. Seorang Roly tidak mudah jatuh cinta." Ucapnya dengan nada sombong.


"Ahahahhaha, gue percaya sama lu. Lu kan di cap Playboy pada saat kita SMA." Ucap Samuel.


"Bancritt lu" jawab Roly singkat dengan wajah kesal.


Semasa SMA mereka Roly memang di cap Playboy karena memiliki ketampanan pada wajahnya ditambah lagi kulit putih mulus ala korea dan senyuman manis dibibi tipisnya yang membuat semua gadis di sekolahnya terus mendekatinya bahkan ada yang yang ingin menjadi kekasih ke dua Roly. Beda dengan Samuel yang selalu cuek dalam menanggapi cewek padahal wajahnya juga tampan seperti Roly.


"Kemarin aku...." Kata Roly yang terputus.


"Kenapa?" tanya Samuel heran.


"Aku membuat kesalahan pada seorang gadis" ucapnya.


"Kenapa? apa yang kau buat padanya?" tanya Samuel.


"hanya untuk kesenangan aja, heheh dan lebih parahnya lagi dia masih perawan" jelas Roly yang membuat Samuel melotot.


"lu gila ya, jadi tu gadis gimana sekarang" tanya Samuel heran.


"Yah gue tinggalin siapa suruh godain gue." impalnya.


"Wah lu jahat, kasihan tu anak orang" ucap Samuel.


"uda ah, lupain aja. Lagian gue gak nyemprotin itu ke rahim nya"


"Ahahaaahhha, lu memang sahabat gue yang bejat" tawa Samuel.


Mereka berdua tertawa bersama, bercanda dan mengobrol sampai tidak mengenal waktu. Sudah jarang mereka tidak mengobrol, sekali mengobrol kerinduan antara mereka jadi terobati.


Disisi lain Daud masih mengejar Vivi sampai di Taman

__ADS_1


"Hah, huh." Daud mengatur nafasnya.


__ADS_2