
Setelah mengantri dengan antrian tidak begitu ramai Daud terlebih dahulu masuk kedalam disusul Samuel dan Vivi yang masih memeluk lengan Samuel, Samuel yang merasa risih hanya bisa pasrah, lalu disusul oleh Kezia yang hanya sendiri sedangkan Mama-nya Sam bergandengan dengan Suami-nya.
"Aaaaaaakkkkhh" teriak Kezia menutup wajah dengan kedua tangannya karena dia melihat hantu tengkorak yang berada di pinggirnya dan menakut-nakuti nya.
"Key kau tak apa-apa?" tanya Mama Sam yang berjalan kedepan ternyata ia melewati Kezia yang dikira itu orang lain.
Samuel yang mendengar teriakan Kezia langsung melepaskan pegangan Vivi, menghampiri Kezia dan memeluknya. Vivi yang merasa pegangannya dilepas langsung berjalan kedepan menarik tangan Daud yang dia kira itu Samuel, Daud hanya diam saja dia berpikir yang memegang nya pasti Kezia karena dikira nya Kezia berlari dan memegang tangannya. Karena situasi nya sangat gelap jadi mereka tidak bisa melihat dengan jelas satu sama lain, beda dengan Samuel yang hapal betul lekuk tubuh Kezia mungkin karena ikatan Cinta.
"Shuttttssss, udah lo tenang Key, ini gue Sam lo aman sama gue." sambil memeluk tubuh Kezia yang gemetar karena Kezia paling takut di tempat yang gelap apalagi dengan suara-suara seram dan penampakan yang gak jelas.
"Aku takut kk" sedikit terisak.
"yasudah pegang tangan gue, ayo kita harus keluar dari sini, mereka sudah jauh didepan" Sambil memegang Kezia dan menyusul teman-temannya yang sudah jauh di depan.
Samuel dan Kezia melanjutkan perjalanannya dengan sesekali Samuel merangkul pundak Kezia posesif. Mereka harus buru-buru keluar karena aturan mainnya kalau 10 menit belum bisa keluar akan otomatis terkunci, harus menunggu kelompok selanjutnya dan akan keluar bersama nantinya.
Benar saja mereka terkunci disana dan harus menunggu 10 menit lagi untuk bisa keluar.
Beda dengan Daud, vivi, Mama Sam dan ayahnya sudah berhasil keluar, Samuel dan Kezia terkunci didalam. Daud kaget melihat Vivi disampingnya dengan menggenggam tangannya dan lebih kaget nya lagi melihat Samuel dan Kezia yang tertinggal.
Daud? aku kira kau Samuel. Samuel mana? Ucap Vivi yang melepas pegangannya dan celigukan mencari Samuel.
"Vivi? gue kira lo itu Kezia yang lari kedepan untuk megang tangan gue" Ucap Daud cuek.
uda, uda jangan bertengkar! sekarang mereka lagi didalam kita harus gimana? tanya Mama Sam yang sudah sangat kwatir pada Samuel dan Kezia.
Sabar Ma, kita tunggu 10 menit saja, karena kalau kita belum bisa keluar sebelum 10 menit kita akan terkunci dan menunggu 10 menit lagi untuk bisa keluar bersama tim yang baru masuk Ma" jelas Daud pada Mama-nya.
"Benarkah begitu?" tanya Mama-nya lagi.
"iya ma" sambil memeluk Mamanya.
Dan lo Vi, lo senang kan uda meluk-meluk gue? tanya Daud.
__ADS_1
"Iii.... ogah!!!" (Sambil memutar bola matanya)
Cobak kau telpon Samuel" suruh Vivi yang sudah kwatir.
uda tenang aja lo, lagian didalam gak ada jaringan" jawab Daud cuek.
Di sisi lain Samuel dan Kezia terkejut ditambah lagi Kezia yang semakin takut.
Gimana ini kk? Kita uda terkunci. ucap Kezia yang melihat-lihat pintu depan nya.
Uda tenang saja kita tunggu 10 menit lagi.
lagian kau senang kan kita berdua-duaan disini? tanya Samuel yang berjalan untuk duduk dipintu itu.
"Dihhh, ogahh" ucap Kezia dalam hati.
"Duh gimana ini?" tanya Kezia sambil mondar-mandir di depan Samuel.
Gimana kalau kita gak bisa keluar kk? tanya Kezia sambil menggigit bibir bawah nya.
"ii Kakak kok senyum-senyum si? uda kk cepetan telpon Tante atau om atau gak Daud soalnya ponsel aku tinggal di tas tante. Cepat kk" ucap Kezia yang melihat Samuel tapi masih mondar-mandir.
Samuel yang mulai gemas melihat Kezia yang sedari tadi bolak balik dengan omelan nya, Ia langsung bangkit berdiri dan menarik tangan Kezia dan menyudutkan nya ke pintu yang terkunci itu.
"Awwww!!! Kakak mau apa?" tanya Kezia yang panik karena Samuel sudah mendekatkan wajah nya ke wajah Kezia.
"Cium lo! biar gak ngoceh terus!" ucap Samuel dengan seringainya. Belum sempat Kezia menjawab Samuel langsung membungkam mulut Kezia dengan bibir nya.
"kk, Mmmmmphh...." Samuel mencium Kezia dengan gemes dan kedua tangan Kezia di tarik ke atas.
"Mmmmphhh,,ngggghhhh" ciuman Samuel berubah jadi *******-******* lembut, tangan kanannya menarik tengkuk Kezia supaya ciumannya lebih dalam.
Setelah dirasa sesak, akhirnya Samuel melepaskan pangutan bibirnya namun masih dalam posisi yang sama. Manik hitam matanya menatap mata coklat Kezia. Kezia yang juga menatap nya seperti terkena hipnotis, setelah dirasa cukup menghirup nafas, Samuel kembali pada aktifitas nya tadi.
__ADS_1
"Mmmppphh,, Enggghhh"... Samuel kembali merengkuh tengkuk Kezia, mencium bibirnya dan dengan lihai nya Samuel memasukan lidahnya ke dalam mulut Kezia, melilit-lilitkan lidahnya, setelah puas dengan bibir, Samuel pindah mencumbui leher Kezia, mengecupnya dan sesekali menjilatinya.
"Engghhh,,,,ahh,,, Stop kak" desahan dari mulut Kezia membuat Samuel semakin bernafsu.
Beruntungnya terdengar teriakan-teriakan orang orang yang masuk ke dalam, itu artinya kelompok lain akan segera mencapai pintu keluar, dengan terpaksa Samuel menyudahi ciumannya, kalau tidak ada orang lain pasti Samuel sudah semakin liar.
"Makasih ya Key itu artinya kau juga mencintaiku" mencium hidung Kezia.
" Maksudnya kak? tanya Kezia.
"Kau hanya diam jika aku mencium mu ya artinya kau mencintaiku" Jelas Samuel
"mmm, tapi gak cara gini juga kak! kak uda cium aku ke 3x nya!" ucap Kezia dengan wajah cemberut.
"kok Kau tau Key? Ini yang ke 3 x nya ya" ucap Samuel sambil mengedipkan matanya.
"iya, dasar mesum!" cemberut Kezia.
" heheheh, kan hanya sesekali bukan tiap hari. Terus apa jawabanmu Key" Goda Samuel sambil mencubit pipi Kezia yang seperti ikan rebus. hhh
"ooohhh" Ucap Kezia yang senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Samuel.
Baiklah, aku gak perlu dengar sekarang" Bisik Samuel ke telinga Kezia.
Tidak lama kemudian pintu terbuka Kezia dan Samuel langsung keluar dari rumah hantu itu.
"Kamu gpp Samuel?" tanya Vivi yang langsung menghampiri Samuel. Namun Samuel tidak menanggapi malah cuek.
Kau gak kenapa-kenapa sayang? Kenapa bisa ketinggalan gitu? tanya Mama Samuel pada Kezia.
"aku gak apa-apa Tan, untung ada Samuel. " Jawab Kezia yang melirik ke arah Samuel.
"Baiklah, sekarang kita semua pulang ya" ajak Mama Samuel.
__ADS_1
Samuel, kau pulang bareng Kezia, Vivi diantar Daud aja ya" kata Mama Samuel.