Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Meyakinkan diri nya.


__ADS_3

Tin, tin, tin,,,


bunyi tlekson mobil yang membuat Samuel melepas pelukan nya.


Samuel : "itu pasti Mama, Istirahat lah" kata Samuel yang menatap manik coklat Kezia.


Kezia hendak berdiri namun, Samuel memegang tangan nya.


"Love you key" ucap Samuel sambil memegang tangan Kezia dan mengelus telapak tangannya dengan lembut.


Kezia yang melihat perlakuan Samuel tersipu malu pipi nya memerah seperti ikan rebus.


Cup.


Kezia tidak membalas ucapan Samuel dengan kata-kata melainkan dengan ciuman di pipi Samuel yang masih duduk di kasur nya, pipi Kezia makin memerah, dia merapatkan bibir nya dan berlari meninggalkan Samuel.


Samuel yang mendapatkan ciuman di pipi dari Kezia tubuh nya menjadi kaku,


"Yes, yes, yes" ucap Samuel sambil meloncat-loncat kegirangan.


Kezia berlari ke kamar nya dan menutup pintu kamar nya.


"huhfff" Kezia yang sedang mengatur nafas nya.


"Detak jantung ku kencang banget nii,akzzz" gumam Kezia.


Disisi Lain Daud masih mengantar Vivi dengan Motor nya, sepanjang perjalanan mereka hanya hening yang terdengar hanya lah lalu lintas kendaraan.


"Vi, lebih baik lo gak usah dekatin Samuel lagi!" teriak Daud sangat kuat supaya dapat di dengar gadis yang di bonceng nya karena memang jalanan nya cukup berising.


"Apa urusannya sama lo!" ucap Vivi yang juga berteriak.


Daud memberhentikan motor nya dan memakirkan nya pas di rumah makan.


Vivi : "Lah kenapa kita berhenti disini? Antar aku pulang Daud!" bentak Vivi.


Daud : "Bawel banget si lo! pantesan abang gue mutusin" gumam Daud pelan tapi masih terdengar Vivi.


"apa kau bilang, jangan Sok tau deh" Vivi melipatkan ke dua tangan nya.


Vivi : "kau jangan pake bahasa gue, lo atau apalah! kau kira ini jakarta? ini Siantar cuy! gerutu Vivi yang memayunkan bibir nya.


"yaya, gue makan dulu. laper, Siap makan gue antar lo pulang. Titik!"


Daud meninggalkan Vivi dan masuk ke dalam rumah makan itu.


"Daud antar aku pulang!" teriak Vivi namun tidak di dengar Daud.


Vivi melihat ke kanan dan ke kiri, dia ketakutan dan memilih masuk kedalam rumah makan. Vivi mencari Daud di dalam namun dia tidak bisa menemukan nya karena begitu ramai orang yang makan disitu.


Daud : "Masuk juga ternyata"

__ADS_1


Daud dengan cool nya.


Vivi : "iiii...iya ketimbang aku diluar diganggu cwok-cwok! Apalagi aku tu cantik bingits" celoteh Vivi yang memasangkan wajah imut nya.


Daud : "Dasar, lo mau pesan apa biar sekalian? tanya Daud.


"Gak usah"


"kruk, kryuk, kryuk." suara dari perut Vivi yang sedang minta makan.


"Yakin?" goda Daud.


"Nasi goreng seafood and cappuccino" Vivi tersenyum sinis langsung meninggalkan Daud sendiri untuk mencari tempat duduk.


Daud : "mbak pesan Nasi goreng seafoof 2, Cappuccino 1, and coffe hot 1,cepat ya mbak" kata Daud pada pelayan itu.


Bukan nya membuat pesanan Pelayan Wanita itu malah ternganga dia tidak mendengar perkataan Daud sedari tadi karena terpesona dengan ketampanan Daud.


"Mbak, hallo, mbak" ucap Daud yang melambaikan tangan nya ke depan mata Pelayan.


"ahh, iya Mas. Pesan apa tadi?" tanya Pelayan itu.


"Hadeh mbak, makanya kerja itu jangan melamun, fokus dong" gerutu Samuel.


"Maaf Mas, habis Mas terlalu tampan si, kek judul film terlalu tampan loh Mas, hehehh" kata Pelayan itu.


"hm, sudah, sudah... Saya pesan Nasi goreng seafood 2, Cappuccino 1, and coffe hot 1. Antar ke meja sebelah sana," kata Daud pada pelayan itu sambil menunjuk ke tempat duduk nya.


"Cepat ya mbak" lanjut Daud.


Daud meninggalkan pelayan itu dan duduk di depan Vivi.


"Kenapa lama banget?" tanya Vivi yang sudah kesal.


"Salahkan itu pelayan nya dia asyik lihatin wajah tampan gue" kata Daud dengan sombong nya.


"Sombong banget, gantengan juga Samuel, bwekk" ejek Vivi.


Daud yang melihat tingkah Vivi pun terkekeh.


Daud : "Bisa - bisa nya loh bilang gitu ke gue!" bentak Daud.


Vivi : "Gitu aja marah, dasar cwok!" bentak Vivi dengan mata melotot.


Daud : "Dasar cwek!"


Mata Daud juga ikut melotot dengan ke dua tangan nya di letakkan di meja.


"ehemmm, permisi mbak, mas ini pesanan nya" Pelayan itu mengagetkan mereka.


"ohh, iya mbak.Terima Kasih." kata Vivi sambil tersenyum.

__ADS_1


"cepat makan, kau harus antar aku pulang!" kata Vivi yang melihat ke Daud.


"iya, bawel!" kata Daud.


Daud dan Vivi menghabiskan makanan mereka, tidak ada lagi pertengkaran diantara mereka hanya hentakan sendok makan yang terdengar.


Dirumah Samuel.


"Samuel" Panggil Mama nya.


"iya Ma" Samuel keluar dari kamar nya.


"Mama ingin bicara sama ku, sini duduk!" Suruh Mama nya untuk duduk disamping nya.


"ada apa ma?" tanya Samuel.


"Kau gk tau, kenapa Mama memanggilmu?"


"tidak ma." Jawab Samuel singkat.


"Kenapa kau membohongi Mama soal hasil bahwa kamu di terima di PT. INALUM?"


"Samuel hanya butuh waktu untuk memikirkan semua nya Ma." Jawab Samuel menundukan kepala nya.


"Apa yang membuat mu binggung Nak, itu adalah cita-cita mu kan? Kan kau yang bilang sendiri pada Mama" kata Mama yang meninggikan nada bicara nya.


Samuel hanya diam.


Dibalik percakapan mereka Kezia sedang menguping di balik pintu kamar nya.


"Mama kecewa sama kamu Sam!" Mama membesarkan anak yang sama sekali tidak memiliki pendirian!" jelas Mama nya yang berdiri dan langsung meninggalkan Samuel.


Samuel yang mendengar perkataan mama nya hanya menundukan kepala nya.


"Apa karna aku kk Samuel jadi seperti ini, gak, gak bisa dia harus melanjutkan cita cita nya!" batin Kezia.


Kezia menghampiri Samuel yang diam di tempat duduk nya.


"Kk.." lirih Kezia yang menatap Samuel dengan sendu.


Samuel tidak ada jawaban dia masih diam dengan posisi nya.


"Kk!" Panggil Kezia sambil menyentuh pundak nya.


Samuel tetap dengan posisi nya sambil memeras jari-jari tangan nya.


"Tante benar kk harus kejar cita-cita kk, impian kk dan harus mengubah pendirian kk, Jangan karena aku impian kk jadi tertunda,


Kezia tidak masalah harus LDR-an sama kk jika itu untuk kebahagiaan kamu" lanjut Kezia yang tersenyum pada Samuel.


"Kak uda janji kita harus saling percaya satu sama lain, benarkan?" Kezia menggangkat dagu Samuel supaya Kezia bisa melihat nya lebih dekat. Samuel menatap Manik coklat Mata Kezia dengan wajah yang cemberut.

__ADS_1


"iss, jelek banget si kk seperti itu, kayak Monyet. hhhh" ejek Kezia untuk membuat Samuel tertawa.


Benar, Samuel tersenyum kembali karena kekonyolan Kezia.


__ADS_2