
"Hello Readers maaf ya jarang up sibuk x soalnya kuliah+kerja tapi aku bisa singgahkan waktu untuk up kok. Don't Forget you're like, you're coment and you're vote. Thank you so much."
"Jangan bohong Key, cerita padaku apa yang telah terjadi? tanya Samuel lagi yang mengetahui bahwa kekasihnya sedang berbohong.
"My King, hiks, hiks, hiks..."
"Sabar sayang, tarik nafas, sekarang Kamu bisa cerita padaku apa yang terjadi." Ucap Samuel dengan nada yang lembut.
"hah, huf, hah, huf. (Kezia menetralkan kembali nafasnya).
"Sa,, sahabat ku Grace sekarang di Rumah Sakit My King." tangis Kezia pecah.
"Maksud Kamu Grace?" tanya Samuel dengan raut wajah memerah.
"Hiks, hiks, iya."
"Apa yang terjadi sampai Grace harus dirawat di Rumah Sakit?" tanya Samuel dalam hati nya.
"Key, Key, dengarkan Aku. Kamu harus sabar, kita berdoa saja demi kesembuhan nya." Kata Samuel.
"Aku akan datang kesana, Ok." lanjut nya.
Tut, tut, tut (Samuel mematikan ponsel nya).
Setelah Samuel mematikan panggilan nya, Kezia kembali ke ruangan untuk melihat Grace.
Kezia berjalan mendekati Grace dengan mata yang berlinang menatap sahabat nya itu.
"Kenapa Kamu tidak cerita padaku kalau kamu punya masalah sebesar ini." Ucap Kezia dengan menatap Grace sambil memegang punggung tangan nya.
"Key,,," panggil Boy.
"Iya Boy, Ada apa?"
"Ikut Aku sebentar" ucap Boy dengan mata nya melirik ke arah pintu keluar.
Kezia pun mengangguk dan mengikuti Boy dari belakang.
"Ada apa si Boy?" tanya Kezia penasaran.
"Tadi Aku keruangan Dokter dan Kau tau apa yang dikatakan Dokter?" Kata Boy dengan wajah cemas sambil mondar mandir di depan Kezia.
Kezia hanya menggelengkan kepala nya.
"Tenangkan dulu dirimu setelah itu baru cerita padaku." Ucap Kezia.
Saat Kezia ingin kembali melihat Grace, tangan nya dipegang Boy.
"Kata Dokter, Grace sangat depresi dan setelah itu,, "
__ADS_1
"Apa,,, setelah apa Boy? tanya Kezia sambil memegang ke dua pundak Boy dan Boy meneteskan airmata nya.
"Kenapa Kau menangis?" tanya Kezia kembali dan Boy hanya diam.
"Boy,,, "lirih Kezia melihat Boy dengan tatapan sendu.
"Setelah Dokter memeriksa semua bagian tubuh Grace dan Dokter bilang kalau Grace mengalami sakit di daerah sensitive nya." Ucap Boy dengan menaikan nada bicara nya.
"A,,, apa? Kau tidak berbohongkan Boy?" ucap Kezia yang sudah meneteskan airmata nya.
"Tidak Key. Grace korban pemerkosaan." Jelas Boy.
"Aaa, astaga, hiks, hiks, hiks, " tangis Kezia pecah di luar ruang penginapan.
"Aku tidak mengerti Grace harus menjalani nasib seperti itu,hiks,hiks." Ucap Kezia dibarengi dengan tangis nya.
"Key,," panggil seseorang yang berdiri do belakang Kezia.
Kezia menoleh pada suara itu.
"hiks, hiks, My King." Kata Kezia sambil menatap Samuel dengan airmata yang sudah membanjiri pipi nya.
Samuel mendekati Kezia,
"Key, Kamu kenapa?" tanya Samuel namun ia melirik ke arah Boy yang berada disamping Kezia saat ini.
"Bukannya Cwok ini pria yang Ibadah di tempatku kemarin?" tanya Samuel dengan tatapan tidak suka melihat Boy.
"M,, my King, hik, hiks," tanpa sepata kata pun Kezia langsung memeluk erat tubuh Samuel, ia hanya butuh kehangatan saat ini begitu juga dengan Samuel membalas pelukan Kezia sambil mengelus rambut pendek kekasihnya.
"Ada apa sayang, cerita padaku" kata Samuel dengan masih memeluk Kezia.
"My King, hiks, hiks, Gra.. ce mengalami depresi karena dia diperkosa." Ucap Kezia yang terus menangis.
"Kamu tenang ya, nanti Kita tanyakan sama Grace kenapa bisa seperti itu." Kata Samuel sambil mengelus rambut Kezia.
Lepasin! Pergi! Jangan Aku mohon Lepasin! Kalian jahat! hiks, hiks, hiks!
Suara teriakan dari dalam ruang penginapan.
"Suara apa itu?" tanya Kezia dan melepaskan pelukan nya.
"Seperti nya dari dalam Key" ucap Boy dengan melirik ke arah pintu ruang penginapan itu.
"Ya ampun Grace!" ucap Kezia dan Ia langsung masuk ke dalam ruang penginapan.
Pergi! Ku mohon kalian pergi! jangan ganggu Aku!
Suara teriakan Grace yang sudah menangis hingga membasahi pipi nya.
__ADS_1
Kezia berlari mendekati Grace,
"Grace, Ku mohon tenanglah." Kata Kezia dengan mengelus ke dua pundak Grace. Ia mencoba menenangkan sahabat nya itu.
Lepasin! tidak ada guna nya Aku hidup, hiks, hiks, lepasin!
Teriakan Grace sangat kuat ditambah lagi tubuh nya memberontak hingga membuat pasien dalam ruangan itu ketakutan.
Kezia langsung memeluk sahabatnya itu sambil mengelus rambut lurus nya.
"Aku disini Grace tidak akan ada yang menyakitimu, percaya padaku." Ucap Kezia sambil menatap langit-langit dind ok ng ruangan itu.
"hiks, hiks, hiks, hiks, lepasin!" teriak Grace dan mendorong tubuh Kezia hingga kepala nya kebentur meja yang berada disamping tempat tidur Grace.
BUK,
"Akss! mm, sakit." Jerit Kezia sambil memegang kening nya dan ia terkejut melihat darah yang mengalir dari kening nya.
Kezia pun pingsan di lantai.
"Lu cepat panggil Dokter dan gue akan melihat keadaan di dalam, gue takut Kezia kenapa-kenapa!" Ucap Samuel dengan suara yang tegas dan Boy hanya menganggukan kepalan nya.
Samuel masuk kedalam betapa terkejutnya ia melihat kekasih nya pingsan di lantai.
"Key," panggil Samuel dan berlari mendekati Kezia.
"Key, sadar Key." Samuel berjongkok dengan memeluk tubuh Kezia sambil memukul pelan pipi Kezia.
"Hiks, hiks, hiks, Kenapa Kau peduli dengan dia seharusnya kau peduli denganku!" Kata Grace yang teriak sambil menangis.
Grace membuka infus di tangan nya dan mencoba turun dari kasur tempat tidur dengan tubuh yang lemas.
Grace mendekati Samuel dan memukul tubuh nya.
"Kamu jahat, hiks, hiks, hiks" ucap Grace dengan memukul tubuh Samuel.
"hiks, hiks, Le..lepasin dia!" Ucap Grace dengan suara yang hampir habis dan Ia juga menarik lengan Samuel sedangkan Samuel masih terus menatap darah di kening Kezia sambil menyentuh darah itu.
"Key, Aku akan membawamu ke ruang medis." Ucap Samuel dengan raut wajah yang penuh kecemasan.
Samuel tidak mengubris perkataan Grace Ia langsung menggendong tubuh Kezia untuk di periksa ke ruang medis.
Saat Samuel hendak pergi, Grace menahan lengan itu,
"Hiks, hiks, Ka... mu lebih memilih dia daripada Aku Kk Sam." Ucap Grace dengan airmata menatap wajah tampan Samuel.
Mendengar perkataan Grace membuat wajah Samuel mengeras dengan pandangan nya melihat ke arah pintu di depan nya.
BUK,
__ADS_1
Samuel mendorong Grace hingga jatuh ke lantai tanpa melihat nya sama sekali.
"Kamu salah mengganggap dirimu mencintaiku karena Aku tau itu hanya ambisimu bukan cinta,paham!" jelas Samuel.