Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Bimbang


__ADS_3

Setelah perdebatan Mereka suasana hening, tidak ada yang memulai pembicaraan lagi hanya hentakan sendok makan yang terdengar.


"Mungkin suatu saat aku pasti akan bilang ke kalian" ucap Samuel dalam hati sambil pandangannya lurus kedepan.


Samuel lulus dari Universitas Bengkulu (UNIB) mengambil jurusan Pendidikan Kimia.


Setelah lulus Pria berusia 23 tahun itu langsung menjatuhkan lamaran Di PT INALUM bagian teknik Instrusi prodak Kimia. Tetapi pihak PT belum memberikan kabar pada Samuel.


Setelah 2-3 bulan pihak PT memberitahu


melalui email Samuel.


Flashback On.


Skip**


Pukul 19.30.


Samuel berbaring di kasurnya sambil bermain ponsel, melihat beranda fb, ig, dll hanya itulah aktifitasnya di kasur empuknya.


Ting** Bunyi pesan email dari ponsel Samuel.


Ia membuka email-nya dan membaca pesan itu.


Selamat Samuel!!! Anda diterima di Perusahaan Kami PT INALUM. Semoga Anda dapat bergabung dan bekerja sama dengan baik bersama kami. Segera Antarkan CV anda batas akhir pada bulan 09/09/2020.


Terima Kasih.


Ada perasaan yang mengganjal di hati Samuel antara bahagia dan sedih.


Samuel bahagia bisa diterima di PT. inalum yang sangat dia idam-idamkan selama SMA.


Namun, yang ada dipikiran Samuel adalah Kezia, dia sedih harus meninggalkan Kezia yang telah membuat-nya Jatuh Cinta.


Samuel sangat bimbang, Samuel memikirkan dahulu sebelum bertindak, Jika Samuel salah dalam keputusannya Ia akan kehilangan ke-dua nya (Pekerjaan yang dia impikan dan Kezia masa depannya).


"Samuel!"Kata Mama-nya yang memegang pundak Samuel


"Ah, iyaa Ma" Jawab Samuel.


Kamu sedang memikirkan sesuatu? Tanya Mama-nya.


"gak Ma" jawabnya singkat.


"Gimana kalau kita ngerayain ini" ucap Daud.


"Maksudnya?"


tanya Samuel yang melihat adiknya.


"Kita akan pergi ke Pasar Malam yang di Jl pahlawan!" ucap Daud sambil menaikan alisnya beberapa centi.


"Mama si setuju aja, gimana dengan Papa Kamu?" anya Mama-nya.


"Papa setuju, ayok kita berangkat!" ajak ayah nya yang langsung berdiri.


Mereka semua ternganga dengan kelakuan ayah-nya.


"Hahahahhaha..... " suara tawa mereka memenuhi ruangan.

__ADS_1


"Ajak Vivi ya bang!" kata Daud dengan entengnya.


Samuel berhenti tertawa dan mata nya membulat pada Adiknya itu, seperti ingin memakannya.


"Siapa Vivi? Nama itu seperti tak asing" kata Kezia dalam hatinya seperti tidak suka.


"Jaga omongamu Daud!" kata Samuel emosi.


"hehehhehe sorry broo!" ucap Daud menatap abangnya dan sesekali melirik ke arah Kezia.


"yaudah deh, nanti malam kita harus pergi! titik" kata Daud dengan jelas.


"yayayayaya" balas mereka semua yang di meja makan.


"nah gitu dong"gumam Daud.


Mereka Semua sudah selesai Makan dan berkumpul di ruang tamu sedangkan Samuel dan Kezia mendiamkan diri dalam kamar mereka masing-masing.


Apa yang harus aku putuskan? Apa aku melepas impian ku dan mencari pekerjaan disini?" kata Samuel yang mondar mandir di dalam jendela kamarnya.


"Oiii Bang!" ucap Daud yang mengagetkan Samuel(memukul pundak Daud).


"ahkz, kau!" bentak Samuel yang mengangkat tangannya untuk memukul adiknya Namun, niat nya terhenti karena Raut Wajah Daud berubah jadi sosok yang imut seperti anak bayi. hhhh


"Kalau bukan karena kau adik ku uda kutabok kau!" celoteh Samuel.


"uluh-uluh manisnya, hhhhh!" ucap Daud sambil mencubit pipi abangnya itu.


Kau!


Samuel menggelitik adik-nya sampai adiknya memohon. Sudah lama abang-adik ini tidak bercanda.


"hhhhh, gelik,, cukup-cukup!" perintah Daud yang kegelian dengan perlakuan abangnya.


"gue tau lo pasti suka kan Sama Kezia" nyengir Daud.


"Sotoy lu" balas Samuel singkat.


"uda deh lu akui aja, cwek secantik dia pasti banyak yang nangsir." jelas Daud.


Samuel bangun dan duduk di tepi kasurnya,


"Sulit, gue binggung dengan perasaan gue!" Kata Samuel sambil menundukan kepalanya.


"gini bang" kata Daud yang juga terbangun dan duduk di samping Samuel.


"Malam nanti kita pergi ke Pasar Malam, Jadi lo harus nyatain perasaaan lo!" kata Daud dengan Tegas.


"lo kira gampang nyatain perasaaan!


Gue gak mau ketika jadian, terus ldr-an, jadi bosan dan akhirnya putus! gue gak mau itu terjadi! gue hanya ingin hubungan itu berjalan selamanya sampai maut memisahkan" ucap Samuel dengan tegas.


Daud terdiam mendengar perkataan abangnya,


"Tapi lo gak bisa gantungin perasaannya bg!" tegas Daud.


"Emang dia juga suka sama gue?" tanya Samuel.


Masa lo gak peka Si, saat gue sebut nama Vivi wajah Kezia cemberut kek gak suka gitu" jelas Daud.

__ADS_1


Masa??


"terserah deh" balas Daud Sambil keluar dari Kamar Samuel.


Sekarang sudah Pukul 19.30,


Mereka bersiap-siap untuk pergi ke pasar Malam.


Mereka sibuk membereskan diri masing-masing.


Kezia memilih pakaian di lemari nya,


Hari ini aku memakai apa ya? mmm" gumamnya. Nah, ini dia! (mengambil pakaian itu)


Kezia memakai celana jens dan Kemeja biru bercorak oblong yang memperlihatkan pundak mulusnya dia juga memakai bedak yang tidak terlalu tebal ditambah lipstik pink di bibirnya.


"Ok, siap!" kata Gadis itu yang memajukan jempolnya.


"Kezia, Kau uda siap?" tanya Mama Sam yang mengetok pintu kamar-nya.


Iya tan,,, bentar...


Kezia keluar dari kamarnya Semua ternganga melihat penampilan Kezia.


"Waw, dear you are beautiful so much" kata Mama yang terpesona dengan kecantikan Kezia.


"Terima Kasih Tan" balas Kezia.


Samuel terus menatap Kezia tanpa berkedip sekalipun,


"Tu lihat bg, Perfect kan" goda Daud.


Kalau aku diposisi abang ni, uda langsung aku katakan perasaanku yang sebenarnya, takut dia nanti diambil orang. Sakit menahan perasaan sendiri bg" goda adik nya yang ngoceh mulu di telinga Samuel.


"hussttt" kata Samuel sambil menjauhkan adiknya.


Kezia yang merasa diperhatikan oleh Samuel Dia jadi tersipu malu pipinya seperti ikan rebus. hhhhh


"iiii, kamu malu ya Ke dua Putra Tante memperhatikan mu" goda Mama Sam.


"Gak ahh tan" jawab Kezia bohong yang tersenyum malu.


"yaudah yuk" Ajak Mama Sam.


Skip*


Pasar Malam*


Mereka sudah tiba di pasar Malam, Pengunjung Pasar malam sangat ramai, banyak sekali permainan dan bajar di setiap mereka jalan.


"Ntah kenapa aku senang banget kesini,


Ingin sekali aku kesini tapi Mama selalu tidak mengijinkan ku" ucap Kezia dalam hati sambil matanya melihat-lihat permainan di pasar malam itu.


"Ayok sayang" Ajak Mama Sam.


"Samuel!" teriak Suara wanita yang memanggilnya tidak jauh dari Samuel.


Samuel menoleh dia melihat Vivi yang sedang berlari untuk menemuinya.

__ADS_1


Kamu disini? sama siapa? tanya Vivi.


"Keluarga" Singkat Samuel.


__ADS_2