
Sudah part 33 ini, jangan lupa berika waktu kalian untuk tetap Stay dalam cerita aku. Vote and like ya..
Mari kita lanjut,
"Lihat Daud, kincir ini berputar begitu..."
Belum sempat Vivi melanjutkan kalimatnya,
CUP
Daud menempelkan bibirnya ke bibir Vivi.
DEG,
DEG,
DEG,
Vivi melototkan matanya dengan posisi diam.
Daud melepas ciuman nya namun wajahnya sangat dekat dengan wajah Vivi hingga deruh nafasnya dapat didengar oleh Vivi.
"Daud, aa.. apa yang kau lakukan" Ucap Vivi dengan kalimat terbata-bata.
Saat Vivi hendak berdiri tiba-tiba lengannya ditarik oleh Daud, Mata mereka bertemu. Karena tidak tahan dengan tatapan Daud manik hitam mata Vivi melihat ke segala arah,
DEG,
DEG,
DEG,
"apa yang harus kulakukan supaya Vivi membalas ciuman ku." Batin Daud.
Setelah beberapa menit mengatur nafas Daud kembali mencium bibir Vivi, ciuman itu jadi *****-******* lembut dibibir gadis itu.
"Mmmmpphhh"
Daud menggigit pelan bibir bawah Vivi karena Vivi masih menutup rapat mulutnya,
"Auuuuu," Daud langsung memasukan lidahnya kedalam mulut Vivi.
Vivi mendorong tubuh Daud namun Daud malah mempererat tubuhnya, Vivi hanya pasrah ia memejamkam matanya merasakan ciuman serangan yang diberikan Daud.
Daud merasa Vivi tidak melakukan perlawanan lagi ia malah memperdalam ciumannya,
"mmmmf, ssttt" Suara desahan yang dikeluarkan Vivi membuat Daud semakin menjadi jadi yang awalnya lumatannya lembut menjadi kasar. Bosan dengan bibir ia beralih untuk mencium leher jenjang Vivi.
"ssst, Da...Daud, ku mohon jangan hiks, hiks!"
Suara tangis Vivi yang tidak ingin Daud melakukan lebih. Mendengar suara tangisan Vivi ia memberhentikan aksinya.
Daud menatap manik hitam mata vivi yang sudah mengeluarkan air mata ia menghapus air mata itu lalu mencium mata Vivi secara bergantian betapa terkejutnya Vivi melihat perlakuan Daud padanya.
DEG,
DEG,
DEG,
Karena Daud melihat Vivi yang juga menatap nya ia kembali mencium bibir Vivi namun tidak lama seperti yang tadi.
__ADS_1
"Terima kasih Vi."
Daud menarik tangan Vivi supaya jatuh ke dalam pelukannya ia mengelus punggung pujaan hatinya itu, Vivi hanya diam ia malah menutup matanya dan merasakan kehangatan dalam pelukan Daud.
Daud melepas pelukannya namun Vivi malah menundukan kepalanya karena ia tersipu malu. Daud terkekeh melihat Vivi lalu menyentuh dagunya dan,
Cup.
"Ayok kita pulang" Daud menatap manik hitam mata Vivi dan Vivi menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Disisi lain Samuel sudah berpakaian sangat rapi dengan memakai kaus berwarna hitam. ia memilih memakainya karena dia tau itu warna kesukaan kekasihnya.
"Ok, It's perfect." Daud mengedipkan salah satu matanya.
Daud berjalan keluar kamar lalu menutup pintu kamarnya itu, tiba-tiba
"Oii!" Roly mengagetkan Daud.
"Astaga, sumpah gue terkejut" ucap Samuel sambil mengelus dadanya.
"Haahhha, sory-sory" ucap Roly mengangkat kedua tangannya.
"Lu gk pulang?" tanya Daud sambil berjalan ke arah pintu luar dan diikuti oleh Roly dibelakangnya.
"Gak deh, gue mau nginap di tempat lu beberapa hari saja." Jawab Roly dengan sombong.
"Lu ya betah banget nginap di rumah gue" ucap Samuel sambil sibuk memasang sepatu ke kakinya.
"Jadi gak boleh ni?" tanya Roly yng berdiri di depan Samuel.
"Boleh si, tapi lu ingat bayar ya" celoteh Samuel.
"Ahhahahaha, gue bercanda x"
Samuel berdiri dan memukul pundak Roly dengan pelan. "Gue cabut dulu ya"
"Lu mau kemana? atau jangan-jangan mau ketemu seorang gadis ya? jahat lu gak ngajak-ngajak gue!" gerutu Roly sambil membuat ekspresi cemberut diwajah nya.
"Gak boleh dong dia spesial hanya milik gue. Tidak untuk dilihat oranglain apalagi lu yang lihat, bisa bisa lu gombalin cwek gue" jelas Samuel yang menekankan sedikit suaranya.
"Yaelah kayak gue pernah aja merampas.... " kalimat Roly terpotong. Ia tiba-tiba terdiam dan mengingat perbuatannya pada seorang gadis pada malam itu.
"Ahahahah, sadarkan lu. Uda ah gue cabut dulu!" Samuel pergi meninggalkannya.
"Gue sama siapa disini?" teriak Roly supaya Samuel mendengarnya.
"Pikir aja sendiri. hhhhh" teriak Samuel dari kejauhan.
"nyesek gue punya sahabat kayak lu!" gumam Roly sambil melihat temannya yang sudah jauh berjalan.
Sekarang sudah pukul 19.00
Kezia sedang asyik memainkan ponselnya dikamar, ia melihat-lihat foto-foto Samuel di fb,ig dll di ponselnya itu.
"Tampannya pacarku, uuu" ucapnya sambil berguling-guling dikasurnya.
Tok, tok, tok.... (Suara ketokan pintu )
Karena asyik berguling-guling ia terjatuh,
"Aduhhhh,,,sakit ssst" Kezia jatuh di lantai kamarnya.
__ADS_1
"Apa Kezia tidak didalam ya" ucap Samuel yang sudah berdiri di depan pintu rumah Kezia. "Gue coba lagi deh" gumamnya.
Tok, tok, tok....
"Aduh,ssstt, siapa si yang mengetok pintu rumahku malam-malam gini" ucap Kezia yang mencoba bangkit dari lantai.
Kezia berjalan sambil memegang pergelangan tangannya yang sakit karena terjatuh tadi.
"Bentar" teriak Kezia dari dalam rumahnya.
"Akhirnya dia dirumah" gumam Samuel.
"mmm, gue kerjain dia biar tau rasa" ucap Samuel yang tersenyum licik.
Kezia membuka pintu rumahnya dia melihat tidak ada orang diluar, ia berjalan ke depan lagi lalu melihat juga tidak ada orang.
"Apa jangan-jangan...." Kezia memegang tengkuk kepalanya sambil matanya melihat kesana kemari.
Kezia merasakan ada seseorang dibelakangnya,
"Kezia tenang, huhfff" Kezia mengatur nafasnya sedangkan Samuel menahan tawa nya.
Kezia berbalik dan,
"Aaaaaaaaa, ha... hantu! " teriak Kezia yang melihat hantu dibelakangnya padahal itu adalah Samuel yang sengaja membuat senter ponsel di wajahnya.
Kezia berlari untuk masuk ke dalam namun tangannya ditahan oleh Samuel.
"Aaa.. aku mohon lepasin!" ucap Kezia yang ketakutan sambil menutup matanya.
"ini gue..Samuel, ahahahhah" tawa Samuel.
"Apa?!" Kezia berbalik ia melihat Samuel yang tertawa.
"Iiii, kau!" Kezia memukul badan Samuel dengan wajah cemberut.
"Ahahahah, ampun, ampun baby" Samuel menahan tangan Kezia.
"Kamu imut deh kalau seperti ini" ucap Samuel sambil memayukan bibir Kezia dengan tangannya.
"Apaan si!" Kezia memalingkan wajahnya dari Samuel dengan kedua tangannya ia letakan di dada.
"Cup, cup, cup.. Maafkan aku key"
Samuel jongkok dihadapan Kezia sambil menyentuh dan mencium tangan kekasih nya itu sedangkan Kezia tersipu malu melihat perlakuan Samuel padanya.
"mmm ayok kita masuk kedalam." Ucap Kezia.
"Ahahhah, kamu malukan dilihatin tetangga" Samuel berdiri dihadapannya.
"Bukan, diluarkan dingin aku takut kk nanti sakit" jelas Kezia.
"cie, perhatian banget si" goda Samuel sambil mencubit pipi Kezia.
"Sakit tau, kalau nanti pipi aku makin tembem gimana..." jawab Kezia sambil menyentuh pipinya.
CUP,
CUP,
Samuel mencium pipi Kezia bergantian.
__ADS_1