
Hari sudah berganti, matahari telah terbit untuk memancarkan sinar di pagi hari dan seorang gadis menggeliatkan dirinya,
"UuuuuaaaaaaaaM" Mulut Kezia terbuka lebar. Kezia membuka matanya betapa terkejutnya nya dia melihat dirinya sudah berada di kasurnya.
"Lah, kenapa aku di kasurku? Bagaimana caranya aku bisa..,"
Kezia lanngsung berlari ke luar kamar untuk mencari Mamanya,
"Ma, Ma..." teriak Kezia.
Kezia pergi untuk melihat di ruang tamu namun dia tidak menemukan mamanya lalu ke dapur, kamar mandi dia juga tidak menemukan mamanya. Wajah Kezia berubah sedih di Pagi hari,
"Kemana si Mama!" gerutu Kezia dengan menghentangkan kakinya.
"Kk Samuel juga gak ada apa dia sudah pulang ya tadi malam?" tanya Kezia dengan melihat-lihat ke luar rumah.
Dreett, dreett, dreet,,,,,,
Ponsel Kezia berdering ia langsung mengambilnya dari kantong celananya.
Dilihat nya panggilan masuk dari mamanya,
"Hallo Ma," Panggil Kezia.
"Syukurlah kamu sudah bangun, Mama tadi pergi diluan sayang." Kata Mamanya.
"Mama kenapa ninggalin aku?" tanya Kezia.
"hehhehe, habisnya kamu tidur kek kebo si jadi mama gak ingin bangunin kamu dulu." Ucap Mamanya dengan tertawa
Kezia tidak menjawab Mamanya.
"hmm. marah ni anak Mama, maaf ya sayang."
"Gak apa-apa Ma," jawab Kezia singkat.
"yaudah kamu mandi terus sarapan, Mama sudah siapkan makanan di dapur." Ucap Mamanya.
"hemm, Mama tadi... "
Tut, tut,tut,
Panggilan terputus...
"Hadeh kebiasaan deh, aku siap-siap dulu." Ucap Kezia dengan gembira.
Dreet, dreet,drettt...(ponselnya kembali berbunyi)
Kezia kembali melihat ponselnya ia melihat panggilan dari kekasih hatinya dan,
"Hallo kk..mm maksud aku My King" ucap Kezia pada Samuel.
"Nyenyak tidurnya sayang?" tanya Samuel.
"Nyenyak dong,hehheheh"
"Kamu itu berat padahal tubuhmu itu kecil, hahahhah" tawa Samuel pecah di ponsel Kezia.
Kezia menjauhkan ponselnya dari telinganya.
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Kezia dengan meninggikan suaranya.
"Hahahahh," bukannya menjawab Samuel malah tertawa..
"isss, nyebelin!"
Tut, tut, tut,
Kezia mematikan ponselnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Lah, kok mati. Kebiasaan ini anak." Gerutu Samuel didalam kamarnya, Ia kembali menelepon Kezia.
"Gak diangkat, hmmm memang lah pacar aku yang satu ini!" ucap Samuel dengan pandangan ke arah kaca kamarnya.
Samuel keluar dari kamarnya untuk membersihkan diri yang seperti biasa ia lakukan adalah membersihkan rumah adalah tugasnya.
Kezia sudah memakai kemeja dan celana jeans di tubuhnya, memakai polesan pedak di wajah ditambah lipstik pink kesukaannya.
"Ok, siap."
Kezia lebih memilih untuk berjalan karena jarak Kantor dari rumahnya lumayan dekat, ia berjalan dengan mendengarkan musik handset di ponselnya. Terlihat gadis cantik itu menikmati alunan musik dan menghirup udara segar di Pagi hari.
Setelah mengabsen Kezia pergi ke ruangan Mamanya tetapi ia tidak melihat Mamanya duduk disana.
"Dimana Mama?" gumam Kezia dan duduk di kursi.
"Mama kamu tadi keruangan bos Key." Ucap Pria tua yang berada di belakang nya.
"Makasih Pak." Ucap Kezia dengan menoleh kebelakang sambil tesenyum.
"Mmm, sangat bosan main ponsel mulu." gumam Kezia yang sedang mengotak-atik layar ponselnya.
Disisi lain, Seorang Pria menggeliatkan dirinya...
"UammmMmmmp," mulut nya terbuka lebar.
"Grace... Kenapa kamu belum siuman?" lirih si Pria itu memperlihatkan kecemasan pada raut wajahnya. Pria itu mengelus kepala gadis yang masih terlelap dalam tidurnya dan,
Dreet, dreet, dreet... (bunyi ponsel gadis itu).
Pria itu memegang ponsel gadis itu Dan melihat siapa yang meneleponnya.
"Kezia...." lirih so Pria.
"Hallo Key," panggil nya.
"Lah, siapa yang menjawab ini?" ucap Kezia dalam hatinya.
"Key, ini aku Boy." Pengakuan si Pria itu.
Yang selama ini menolong Grace adalah Boy teman Kezia dan juga Grace. Boy memiliki kulit sawo matang dan juga memiliki badan yang sangat elastis. Boy menyimpan rasa yang ia sembunyikan dari Grace namun Grace dapat mengetahuinya hingga pernyataan Cinta itu ditolak oleh Grace.
"Kau ternyata Boy, dimana Grace?" tanya Kezia penasaran.
"Kau tidak buat macem-macem padanya kan Boy?" lanjut Kezia.
"Apaan si kau Key, ya kagak lah. Gak mungkin aku sejahat itu." Bantah Boy.
"Oooh yaya. Jadi, Grace dimana?" tanya Kezia lagi.
__ADS_1
"Grace sekarang di rumah sakit." Ucap Boy yang membuat Kezia terkejut.
"Apa! Kau gak lagi bercandakan Boy?" tanya Kezia karena tidak percaya pada pengakuan Boy.
"Aku gak bohong ini aku lagi bersama Grace. Kalau kau masih tidak percaga datang saja ke RSU (rumah Sakit Umum)." Jelas Boy yang mencoba menyakinkan Kezia.
Mendengar penjelasan dari sahabatnya Kezia jadi melamun.
"Key" panggil Boy.
"Ha iya, aku akan datang. Kau tunggu disitu." Kata Kezia dengan membereskan semua perlengkapannya dan dimasukan didalam tas.
"Aku matikan dulu." Ucap Kezia.
Tut, tut, tut,,,,,,
"Kebiasaan ini anak." Gumam Boy lalu melihat ke arah Grace yang masih terlelap.
Boy memegang tangan Grace lalu menciumnya, "Cepat sembuh ya Grace supaya kau bisa cerita semua pada kami." Ucap Boy dengan melihat wajah Grace.
Kezia berlari keluar dari ruang kerja Mamanya .
"Key." Panggil Mamanya
"Iya Ma." Kezia menoleh pada Mamanya.
"Kamu mau kemana?" tanya Mamanya dengan berjalan mendekati Kezia.
"Ma, Grace sakit dan aku harus menjenguknya di rumah sakit." Ucap Kezia dengan raut wajah yang penuh kecemasan.
"Gimana ceritanya?" tanya Mamanya lagi.
"Nanti Kezia jelasin ya Ma soalnya aku buru-buru." Ucap Kezia dengan memperhatikan jam di tangannya.
"Yaudah kamu hati-hati kalau Grace sudah siuman Mama kirim salam ya." Ucap Mamanya dengan menyentuh pundak putrinya.
"Baiklah Ma, aku permisi dulu." Ucap Kezia lalu mencium pipi Mamanya secera bergantian.
Kezia meninggalkan Mamanya dengan menuruni anak tangga yang lumayan panjang.
Kezia menunggu angkotan umum dengan sesekali melirik jam di tangannya.
"Lah itukan cwek yang semalam." Ucap seorang Pria yang tak lain adalah Roly.
Dengan sengaja Roly memberhentikan mobilnya tepat di depan Kezia. Ia membuka kaca mobilnya lalu melihat ke arah Kezia dan pandangan mereka bertemu.
"Apa Kau perlu tumpangan Nona!" teriak Roly di dalam mobilnya sedangkan Kezia malah memalingkan wajah dengan ke dua tangan ia lipatkan ke dalam dada.
"Baru x ini gue dicuekin cwek!" gerutu Roly yang berbicara pada dirinya sendiri.
Karena kesal Kezia tidak merespon dirinya dengan terpaksa ia turun dari mobil dengan memakai kacamata yang menambah ketampanannya.
"Waw, lihat tampan sekali."
Semua cwek memperhatikan Roly sampai tidak berkedip.
Roly mendekati Kezia yang memalingkan wajah untuk tidak melihat dirinya.
"Pak, stop.... " Ucap Kezia yang sudah melihat angkot untuk tempat tujuannya.
__ADS_1