Mencintai Mu Selamanya

Mencintai Mu Selamanya
Part 32.


__ADS_3

"Hello, author readers are still in learning, please comment and like it for your favorite episodes."


Disisi lain Daud masih mengejar Vivi sampai di Taman


"Hah, huh." Daud mengatur nafasnya.


"hiks, hiks, hiks" Vivi menangis dibalik pohon.


"Aku lelah mencarimu" Kata Daud.


"Aku tidak menyuruhmu mencariku." Kata Vivi.


"Astaga, ikut aku" Daud menarik tangan Vivi.


"Mau kemana!" Vivi meronta ronta supaya Daud melepas genggamannya namun Daud lebih kuat dari nya.


Daud berjalan dan diikuti oleh Vivi disampingnya.


"Masuk" Daud menyuruh Vivi masuk ke dalam mobil dan Vivi mengiyakan nya.


Vivi memalingkan wajahnya dari Daud ia lebih memilih melihat pemandangan dari kaca mobil Daud.


Daud melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan itu membuat Vivi terkejut.


"Daud turunkan kecepatanmu, aku takut"


Vivi ketakutan sambil memegang sabuk pengaman dengan kuat. Daud melirik ke arah Vivi ia tersenyum melihat wajah Vivi yang ketakutan.


Daud mempercepat kecepatan mobilnya,


"Daud, hiks, hiks!" teriak Vivi didalam mobil dengan suara terisak.


Daud melihat Vivi menangis ia menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Hiks, hiks, hiks." Tangis Vivi yang menutup wajahnya, Daud langsung menarik tangan Vivi hingga jatuh ke dalam pelukan Daud.


"Maafin aku" Daud memeluk tubuh Vivi dan mengelus punggungnya.


Vivi menenggelamkan wajahnya ke dada Daud.


"Tenang, tenang.. kau sudah membasahi baju ku dengan ingusmu" ejek Daud.


"Awasss," Vivi melepas pelukannya dan memukul lengan Daud pelan.


"Ahahahahh, aku bercanda x" Ucap Daud sambil mencubit hidung Vivi.


"Sakit, tau...., nanti hidung aku jadi Pinnochio" kata Vivi yang memasangkan wajah cemberut .


"Ahahahahha,,,," tawa Daud karena melihat ekspresi jelek Vivi yang menurutnya lucu baginya.


Daud dan Vivin sampai di Taman bermain, banyak anak-anak yang sedang bermain disana dan itu juga membuat Vivi tersenyum kembali.

__ADS_1


"Waw, Indah sekali." Vivi terkagum melihat pemandangan indah di depannya.


"Seperti dirimu." Gumam Daud yang terdengar oleh Vivi.


"Maksudnya?" tanya Vivi yang menoleh pada Daud dan Daud dengan cepat mengalihkan pandangannya.


"Ayok kita kesana." Daud menarik tangan Vivi.


Mereka mendekati permainan itu yang banyak sekali anak anak sedang bermain.


Vivi melepaskan genggaman tangan Daud lalu ia mengangkat tangannya sedikit dan memejamkan matanya sambil menghirup udara segar yang masuk ke hidungnya. Sedangkan Daud melihat setiap inci wajah Vivi, ia tersenyum melihat kekasih pujaannya kembali tersenyum.


Vivi selesai dengan aktivitasnya ia melihat ayunan lalu ia menarik tangan Daud untuk bermain ayunan bersamanya.


"Mau kemana Vi?" tanya Daud yang menjajarkan langkahnya karena langkah Vivi terlalu cepat.


"Ntar kau juga tau." Ucap Vivi yang masih menarik tangan Daud.


"Ta.. da" Vivi menunjukan ayunan dihadapan Daud.


"hah, huhf, hah, huhf" Daud mengatur nafasnya akibat terlalu semangat untuk berlari. Ya karena paksaaan dari Vivi. wkwk


"ya ampun ternyata kau ajak aku kesini?" Ucap Daud sambil menepuk pelan jidatnya.


Vivi hanya menganggukan kepalanya dengan memasangkan wajah imutnya pada Daud.


"Gausah sok imut, ayo kita bermain ."


"Kenapa kau yang duduk?" tanya vivi.


"Aku menyuruhmu untuk mendorong ayunan ku." Ucap Vivi dengan entengnya.


"What... lu gak salah. Gue gak mau!" tolak Daud. Karena penolakan dari Daud ekspresi wajah Vivi jadi cemberut sambil memayunkan bibirnya. Daud tidak tega melihatnya ia langsung berdiri di belakang ayunan yang ia duduk tadi.


"Duduklah, Nona Vivi" (Daud membungkukan badannya). Vivi kembali tersenyum ia langsung duduk di ayunan itu dan Daud lah yang mendorongnya dari belakang.


Vivi menutup matanya sambil menghirup udara yang masuk di hidungnya.


Disisi lain Samuel dan Roly masih asyik mengobrol, mencurahkan kerinduan yang sudah sangat lama.


"Dimana lu sekarang bekerja?" tanya Roly.


"Gue belum bekerja Bro" jawab Samuel dengan enteng.


"Lah jadi lu nganggur? gak capek apa nganggur mulu, nanti gimana ya nasib binik dan anak lu dimasa depan" kata Roly dengan kalimat sindiran untuk Samuel.


"Lo ya kalau ngomong tu dijaga" Samuel melempar boneka yanh berada disampingnya.


"Ahahaha, maaf, maaf gue bercanda, lalu apa alasan lu gak kerja,ha!" Ucap Roly yang menaikan nada bicaranya.


"Gue diterima di PT. INALUM tapi gue belum mengkonfirmasi ke perusahaan tersebut." Jelas Samuel.

__ADS_1


"Lah kenapa? itu kesempatan bagus bukannya bekerja di PT. INALUM adalah suatu kebanggaan buat lu!" Ucap Roly.


"Iya, lagian waktu masih banyak x" jawabnya enteng dan menyandarkan badannya ke Sofa.


"Bagus deh" kata Roly dengan kalimat singkat.


"ya ampun gue lupa bro" Samuel menepuk keningnya yang membuat sahabatnya itu terkejut.


"uhuk, uhuk, uhuk" Roly tersedak minuman.


"Apaan si lu ngagetin gue aja" kata Roly.


"Sekarang gue harus bersiap-siap kalau lu mau nginap gpp, pergi juga gpp." Ucap Samuel yang sudah berdiri dihadapan Roly begitu juga dengan Roly ikut berdiri dari tempat duduknya.


"Wah lu tega banget si sama gue. Sahabat lu pulang ntah,,, " belum sempat melanjutkan kalimatnya Samuel langung pergi kekamar untuk bersihkan diri.


"wah, sahabat macam apa dia" gerutu Roly.


Sekarang pukul 16.30 tapi Daud dan Vivi masih berada di Taman bermain.


"Uda ahh, gue capek" Daud langsung mendudukan dirinya di kursi Taman itu.


"Gitu aja capek, dasar gak seru!" celoteh Vivi.


"Kau yang gak seru! Masa aku mulu yang dorong gantian dong" Daud melihat kearah Vivi yang masih duduk di ayunan.


"Kamu kan cwok dan aku cwek. Mana bisa seorang cewek cantik seperti ku...." belum sempat Vivi melanjutkan kalimatnya, Daud sudah menarik tangannya.


"Daud lepasin!" Ucap Vivi sambil memukul tamgan Daud.


"Naik, aku akan memutarkan kinciran roda ini" Daud menunjukan permainan yang lebih menarik ialah kinciran yang bisa berputar ditambah lagi anak-anak sampai orang dewasa bisa menaikinya.


Meskipun Vivi ketakutan namun ia mengubris ketakutannya dan menjadi keberanian untuknya. Dengan hati-hati Vivi menaikan kakinya pada kinciran itu dan langsung duduk.


Daud memegang kinciran putaran itu sambil berlari supaya kinciran itu dapat berputar.


"Waaaauuu," Mulut Vivi ternganga karena kinciran dapat berputar.


Daud memutar kinciran itu dengan lumayan kencang lalu ia menaikan kakinya dan sekarang posisi Daud berdiri tepat dihadapan Vivi. Vivi tidak melihat Daud didepannya karena ia sibuk melihat kinciran yang berputar begitu cepat.


"Vi,,,," lirih Daud sambil menatap Vivi yang terlihat bahagia namun Vivi tidak mendengarnya.


''Aku harus mengungkapkan semuanya sebelum terlambat." Batin Daud.


"Vivi!" Daud meninggikan suaranya supaya Vivi dapat mendengarnya benar gadis itu melihat Daud.


"Lihat Daud, kincir ini berputar begitu..."


Belum sempat Vivi melanjutkan kalimatnya,


CUP

__ADS_1


Daud menempelkan bibirnya ke bibir Vivi.


__ADS_2