
Di wahana permainan tawa bahagia Kanza terdengar riuh. Pasal nya dia sangat bahagia karena weekend ini di temani kedua orang tua nya.
Gisel yang melihat perhatian Fajar pada Kanza pun ikut bahagia dalam hati nya seandainya cinta itu tak perlu di bagi mungkin dia dan putri tercintanya akan menjadi orang yang paling bahagia.
"Sayang hati hati! Fajar mengingatkan putri nya,kemudian mendekati Gisel yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka saja."Kamu kenapa dari tadi mas perhatiin cuma senyum senyum aja? "Fajar menoel hidung Gisel.
"Gak papa mas, aku tuh bahagia banget lihat Kanza bahagia dari tadi dia ketawa terus."
"Iya sayang, maafin mas ya belum bisa jadi suami yang sempurna buat kamu! Tapi mas janji akan bersikap adil, mas akan berusaha sebisa mungkin membagi waktu mas buat Riena dan kamu."
"Iya mas, makanya kita harus segera kasih tau Riena tentang hubungan kita."Biar kita gak main kucing kucingan terus!"Rengek Gisel
Fajar tampak mulai berfikir apa yang dikatakan Gisel ada benar nya."Baiklah mas akan coba bicara sama Riena tapi kamu sabar ya! "Fajar mulai memikirkan bagaimana cara menjelaskan tentang hubungan nya dengan Gisel pada Riena.
***********
"Mama,sayang sekali ayah tidak bisa ikut main sama kita,Kalau ada ayah pasti makin seru."Ocehan Dian menyadarkan Riena sedari tadi pandangan nya hanya fokus melihat foto yang di kirim orang asing itu.
"Ayah kan kerja nak. Semoga weekend besok kita bisa pergi sama sama ya! "Riena nyaris menangis saat mengusap rambut lembut Dian, Ia tak ingin berjanji tapi entahlah dia pun bingung.
"Ya sudah main sama mas Reno ya.Mama tunggu di sini!"
"Iya ma."Namun belum lama Dian pergi dia justru menabrak seorang pria.
"Maaf om, Dian gak sengaja! Om gak terluka kan? "Dian mengamati lelaki dewasa yang ada di depan nya.
Pria itu mengeryitkan alisnya. Bagaimana mungkin bocah sekecil ini membuatku terluka.
Harusnya dia lah yang menanyakan bocah itu apa dia baik baik saja.
"Om baik baik aja, gimana sama kamu? apa kamu terluka? "Tanya Alex
"Tidak. Dian baik,maafin Dian ya om! "
__ADS_1
Riena yang melihat putri nya bicara dengan orang asing segera menyusul begitu juga dengan Reno.
"Dian. Kamu bicara dengan siapa? "Tanya Riena tanpa memperhatikan wajah lelaki di depan Dian.
"Adek. jangan suka bicara dengan orang asing, kamu kebiasaan, ceroboh! "Reno justru marah marah karena Dian terlihat akrab dengan Alex.
"Mama, Tadi Dian nabrak om ganteng jadi Dian minta maaf"Dian menjelaskan.
"Oh maafkan anak saya tu...... oh mas Alex kan?"Riena menatap Alex dan baru sadar kalau orang yang di sebut om ganteng adalah Alex.
Alex mengembangkan senyum nya ternyata Riena mengingat nama nya. Alex memang sengaja datang ke taman setelah mendapat laporan anak buah nya kalau Riena ada di sana bersama anak anak nya.
"Hai Apa kabar Rie? "Nama panggilan yang khusus Alex beri untuk Riena
Riena sedikit menautkan alis nya. Nama panggilan yang jarang dia dengar.
"Baik mas. Mas kok bisa ada disini? "
"Ya saya ada urusan di sini. Ini anak anak kamu? "Tanya Alex sambil mengacak rambut Reno. Yang langsung dapat pelototan dari si empunya rambut.
"Kok kalian main nya disini? Kenapa gak ke mall atau ketempat lain? "Tanya Alex
"Mama sakit om, jadi kita main di tempat yang deket aja!"Dian yang menjawab sementara Reno menatap adik nya yang langsung saja menjawab.
"Kamu sakit, apa sudah minum obat, perlu aku antar ke rumah sakit? "Alex terlihat panik dan tentu saja tak luput dari perhatian Reno.
"Saya udah minum obat, dan makasih tapi saya gak perlu ke rumah sakit cuma flu kok."
"Ya udah kalau gitu, jaga kesehatan kamu juga anak anak!"
Johan yang sedari tadi diam dan memperhatikan mulai yakin dan fix tuan nya jatuh cinta dengan istri orang dan sekarang sudah mulai pendekatan dengan anak anak nya.
"Dian,, kamu mau es krim gak? "
__ADS_1
"Mau om, mau! "Dian semangat saat mendengar es krim.
"Ya udah kamu beli es krim biar di temani sama om Jo ya. Kamu juga Reno kalau mau eskrim ikut aja sama om Jo dan Dian."
"Reno gak mau. Reno mau disini aja jagain mama, kayak nya ada yang punya maksud."
"Pefhhhht"Jo menahan tawa nya. Ia tak menyangka kalau anak kecil ini sangat waspada dan pandai membaca keadaan.Tapi Jo langsung diam saat melihat tatapan maut sang tuan.
"Sayang, mama gak papa kok. Reno boleh pergi sama om Jo dan nemenin dek Dian.Reno juga mau es krim kan?"
"Reno mau ma,tapi Reno takut om ini ganggu mama dari tadi om ini lihatin mama terus."Reno memberi penjelasaa.
"Gak kok sayang. Om Alex ini temen mama, Reno gak perlu khawatir.Ya udah sana beli es krim nya!"
Kini mereka hanya tinggal berdua."Maafin Reno mas, dia memang sedikit waspada dengan orang asing."
"Gak masalah, itu bagus."
Tak terasa mereka menghabiskan waktu di taman bersama. Reno dan Dian nampak bahagia.Reno yang awal nya curiga pada Alex kini sudah mulai mau berbicara dengan nya.
__ADS_1
Bercerita tentang cita cita nya yang ingin menjadi pengusaha hebat agar bisa membuat mama nya bangga. Alex juga mendukung dan memberikan nasihat. Riena yang melihat keakraban mereka merasa sedih karena harus nya suami nya yang ada disini. Namun saat ini suaminya malah bersama dengan wanita dan anak lain.