
Plakkk
Suara tamparan terdengar kembali membuat semua yang ada disana terdiam. Bahkan Riena menjadi terbodoh.
"Ayah jahat! "Reno berteriak ke ayah nya karena Reno lah yangendapat tamparan itu.
Riena yang tersadar segera memeluk anak nya,memeriksa pipi anak nya yang tampak membengkak dan ada cap tangan fajar disana dan setelah di teliti sudut bibir Reno juga berdarah.
"Mas! Keterlaluan kamu ya? Reno itu anak kamu tapi demi membela perempuan mura*** ini kamu tega menampar Reno? "
"Dia harus di ajarkan sopan santun. Kamu lihat sendiri dia mendorong Gisel."
"Aku semakin yakin untuk pisah dari kamu mas."
plaaakkk
Lagi dan lagi tangan Fajar melayang. Riena juga bingung padahal dulu Fajar adalah pria yang lembut tapi kini ia berubah jadi pria yang sangat kasar.
"Ayah jahat, Kami benci ayah"Reno marah melihat mama nya di tampar ayah nya
"Kamu lihatkan anak ini harus di ajarkan sopan santun! "Fajar berjalan ingin mendekati Reno tapi Riena segera menahan nya.
Gisel tersenyum puas melihat Fajar semaki marah pada Riena dan anak nya karena dengan begitu bisa di pastikan kalau kedepan nya Fajar akan tetap bersama dia dan Kanza
"Jangan mas. Kalau kamu mau mukul pukul saja aku tapi jangan anak ku! "Riena berusaha keras mencegah Fajar menghampiri Reno namun karena Riena terus menahan nya maka ia pun marah pada Riena berniat ingin memukul Riena lagi.
__ADS_1
"Berhenti! "Suara bariton mengagetkan mereka semua yang ada disana. Semua menoleh dan melihat Alex berjalan diiringi Jo di belakang nya.
"Apa yang kamu lakukan?Lepaskan tangan mu dari Rie! "Perintah tegas Alex yang tentu saja tidak di turuti Fajar.
"Wah.. Selingkuhan kamu sudah datang rupanya? Senang? "ejek Fajar pada Riena
Fajar seperti sudah kehilangan akal nya. Bicara nya tak lagi di kontrol padahal di depan anak anak nya.
Alex mengabaikan ucapan Fajar. Dia menoleh pada Reno dan Dian bermaksud ingin meminta mereka masuk kamar dahulu karena tak baik mereka mendengar pertengkaran orang dewasa terlebih lagi orang tuanya.
Namun alangkah terkejut nya Alex melihat wajah Reno yang bengkak dan terlihat noda darah di sudut bibir nya.
"Son.. Siapa yang melakukan ini? "Tanya Alex lembut padahal emosi nya sudah memuncak. "Jawab Son, jangan takut! "Tambah Alex
Alex berdiri,berjalan menghampiri Fajar yang masih mencekal tangan Riena. Alex memegang tangan Fajar yang mennyentuh tangan Riena sampai fajar melepaskan nya.
Alex memperhatikan wajah Riena dan semakin meradanglah dia karena wajah Riena juga membengkak.
"Sudah kuperingatkan jangan menyakiti Rie atau pun anak anak nya. Tapi sepertinya kamu tak mendengarkan ku ya? "Tanpa menunggu jawaban Alex memberikan bogem nya ke perut Fajar.
"Akhh,jangan sakiti suamiku! "Gisel yanh sedari tadi bahagia kini wajah nya terlihat khawatir.
__ADS_1
Sementara Jo melihat bos nya sudah marah segera membawa anak anak ke kamar.
"Ayo nak. Kita ke kamar saja disini sudah ada Om yang menjaga mama kalian!"Walau berat akhir nya kedua anak itu mau menurut karena mereka yakin Alex akan menjaga mama nya.
Fajar tak tinggal diam setelah di pukul Alex. Dia lelaki tentu harus membalas.
Adu jotos pun terjadi walau Fajar tak bisa mengalah kan Alex dan malah dia lah yang berkali kali terkena pukulan Alex.
Dengan sekuat tenaga Fajar membalas pukulan Alex namun Alex selalu berhasil menghindar sampai
Bughhh
Brukkk
Pukulan keras Fajar mengenai tepat wajah Riena. Gisel yang melihat itu tersenyum puas sekali.
"Rie! "Alex segera membangun kan Riena yang langsung roboh.
"Kamu tidak apa apa? Maafkan aku! "Alex panik melihat wajah Riena semakin membengkak.
Riena masih sadar namun rasa sakit membuat nya linglung. "Mas awas!!"Teriak Riena.
Pyarrr
Alex melemparkan vas bunga yang ada di dekat nya dengan cepat dn vas bunga itu tepat mendarat di kepala Fajar. Seketika wajah mereka panik terutama Gisel, melihat darah mengalir deras dari kepala sang suami dan ditambah suaminya roboh tak bergerak membuat nya sangat takut.
__ADS_1
"Mas bangun mas! "Teriak Gisel ,sementara Alex, Jo dan Riena hanya melihat walau raut wajah Riena juga nampak khawatir.