Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
part 13


__ADS_3

Hari yang di lewati Riena terasa berputar begitu lama. Pikiran nya tak menentu berbagai pertanyaan muncul di kepalanya. Apa yang akan dia lakukan jika mengetahui kenyataan bahwa suaminya benar benar selingkuh.


Jam menunjukkan sudah pukul 4 sore, setelah menitipkan anak anak nya pada Si mbok Riena langsung menaiki taksi menuju kantor suaminya. Biarlah menunggu asal tak kehilangan jejak suaminya.


Setelah menunggu beberapa saat ia melihat mobil suaminya keluar dari area kantor Riena langsung meminta supir taksi mengikutinya.


Sepanjang jalan dia terus meremas tangan nya sendiri berharap mampu mengurangi kegugupan nya,namun nihil dia tetap saja gugup bahkan semakin gugup saat mobil yang di kendarai suaminya berhenti di sebuah rumah yang cukup besar.



"Astaga.. Gisel? "Jantung Riena terpompa cepat saat melihat suaminya di sambut hangat oleh sahabat nya sendiri dan bagai di samabar petir saat seorang anak kecil berlari memanggil Fajar papa.


Mata nya memanas,pandangan nya sedikit buram karena terhalang air mata yang siap membanjir. Tapi dia harus dapat penjelasan yang sejelas jelas nya. Dengan tekad kuat dia memutuskan turun dari taksi dan menyuruh sopir taksi untuk menunggu.


"Permisi pak"Sapa Riena ramah pada penjaga gerbang.


"Ya bu, ada yang bisa saya bantu? "


"Iya pak, saya ingin bertemu Gisel,apa dia ada di dalam? "Tanya Riena sewajar mungkin.


"Maaf, ibu ini siapa ya dan ada perlu apa? "Tanya penjaga gerbang


"Saya teman nya Gisel pak. Sudah lama kami tidak bertemu kalau bapak tidak percaya ini saya ada foto bersama Gisel. "Riena menunjukkan foto foto nya bersama Gisel yang ada di ponsel nya.

__ADS_1


"Baik bu,saya akan lapor dulu ya! "sang penjaga segera bangkit namun dihentikan Riena


"Jangan pak. Saya mauemberikan kejutan sama Gisel soalnya kami sudah lama sekali tak bertemu. Biar kaget dia pak! "Riena menunjukkan wajah yang sangat berbinar agar sang penjaga gerbang percaya.


"Baik lah bu,silahkan!"


Akhirnya Riena merasa lega.Setelah mencapai pintu jantung nya berdebar sangat kencang karena kenyataan yang sesungguhnya ada di balik pintu.


Dengan kebulatan tekad Riena mengetuk pintu.


"Siapa? "Tanya suara yang sangat familiar


"Ri.. Riena...? "Suara Gisel terbata saat melihat sahabat nya ada di balik pintu rumah nya.


"Siapa sayang? "Suara yang familiar yerdengar kembali di telinga Riena.Sungguh dia sudah tak kuat padahal baru mendengar suara nya saja.


"R..Ri... Riena ka... kamu? "suara Fajar tercekat di tenggorokan nya ia melihat Riena seperti melihat hantu,mata nya melotot hampir keluar dari sarang nya.


Riena memandang suaminya dan sahabat nya bergantian, Dia justru tersenyum, sebuah senyuman putus asa, dia bahkan tak bicara apa pun belum hilang rasa kaget nya sebuah suara kembali terdengar.


"Papa Mama.. Kok lama? "Tanya bocah kecil yang tak lain adalah Kanza.


Riena hancur, Senyum nya kini semakin melebar, ia malah tak tau harus bicara apa.

__ADS_1


"Riena.. Sayang"Fajare mencoba meraih tangan Riena namun di tepis


"Selama ini? "Riena akhirnya mampu mengeluarkan suaranya.


"Na.. Kami bisa jelaskan semua nya. Tolong tenang ya! "Kini Gisel yang bicara


"Setenang kalian membohongi aku? "Riena masih saja tersenyum menahan tangis nya.


"Sayang,, Kita bicara baik baik. Kamu.... "Belum sempat Fajar menyelesaikan ucapan nya Riena sudah pergi dari sana.


Hati nya benar benar hancur. Air mata yang sedari tadi dia tahan kini mengalir tanpa bisa di hentikan.


"Sayangggg"


"Na... "


"Akkkkhhhhh"Fajar kesal dengan dirinya sendiri. Gisel yang melihat nya pun menghampiri sang suami.


Fajar dan Gisel mengejar Riena namun Riena segera menaiki taksi yang sedari tadi menunggu nya. Di sepanjang jalan Riena hanya menangis.


Sampai tak terasa sudah tiba di rumah nya. Dia merogoh tas nya ingin membayar namun di tolak sang sopir.


"Tidak usah bu, tadi sudah ada yang bayar saat ibu masuk ke rumah tadi. "jelas sang sopir

__ADS_1


Tanpa banyak berpikir Riena segera keluar dari taksi itu, berlari ke kamar nya. Dia menagis di bawah shower.


__ADS_2