Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 22


__ADS_3

Fajar datang bersama Gisel yang menggelayut manja di lengan nya. Air mata Riena nyaris tumpah melihat pemandangan di depan nya tapi saat dia melirik ke Alex sekilas Alex menggelengkan kepala nya pelan, akhir nya Riena menguatkan hati nya kembali.


Secara perlahan Alex menurunkan Dian dari gendongan nya mendorong pelan ke Reno.


"Riena ternyata ini kelakuan kamu? pantas saja kamu meminta pisah dari aku rupanya kamu bermain juga di belakang ku? "Tanya Fajar sinis


"Jangan mengatakan sesuatu jika kamu tak tahu kebenaran nya mas. "Riena membela diri


"Udah lah Riena jangan sok suci buktinya kamu kepergok sekarang kan? "Gisel malah menambahkan bahan bakar.



"Tutup mulut mu!Jangan ikut campur kamu!"Riena marah melihat Gisel malah memperkeruh suasana.



Alex melihat ke arah Reno dan Dian.Terlihat Reno menutup kedua telinga adik nya sementara dia sendiri tak berkedip melihat mama nya di fitnah. Semakin marah dan benci Reno kepada ayah nya dan Gisel.



"Son, bawa adik mu bermain!"Perintah Alex pada Reno.Namun Reno masih diam memandang benci ke arah ayah nya, Riena yang paham pun segera mendekati anak nak nya



"Sayang, bawa adik main dulu ya! Mama akan selesaikan ini dengan cepat."Reno akhirnya menurut pada mama nya karena ia juga tak ingin Dian bersedih.



"Mas, aku minta kamu jangan bicara sembarangan ya.Mas Alex ini cuma mampir karwna melihat anak anak ada disini."



"Kamu itu masih istri aku Riena, gak pantas kamu bersama pria lain saat aku tidak ada dan kamu.."Fajar menunjuk ke wajah Alex"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan ya.Dan kamu Riena sejak kapan kamu selingkuh seperti ini huh? "Fajar yang tidak rela Riena dekat dengan pria lain justru menuduh Riena.



"Gak semua orang sama kayak kamu mas.Kamu sadar dengan kelakuan kamu kan? "Tanya Riena balik membuat Fajar diam.

__ADS_1



"Kamu sengaja kan membuat keributan di kantor mas Fajar agar mas Fajar di pecat? Kamu memang jahat Riena"Gisel lagi lagi memperkeruh suana.



"Oh.. Kamu di pecat mas? Syukurlah. Sekarang kamu harus menemani pria ini dari nol sama seperti aku dulu dan semoga kamu tidak bernasib sama seperti aku ya! "Ucap Riena karena kesal.



"Kamu... "Gisel ingin menampar Riena namun pergelangan tangan nya di cekal Alex.



"Jaga sikap mu, jangan sampai tangan mu ini tak lagi dapat kamu gunakan"Ancam Alex.


Gisel meringis karena tangan nya sangat sakit.


"Lepaskan istri ku jangan hanya berani menyakiti perempuan!Dasar pengecut "Bentak Fajar yang tak mengenali Alex sebagai pemilik perusahaan tempat nya bekerja.




Fajar melihat ke arah anak anak nya. Dian terlihat menangis sementara Reno terlihat mengepalkan tangan nya.



"Kau harus ikut pulang Riena! "Perintah Fajar sambil menarik tangan Riena sementara Riena berusaha melepaskan tangan Fajar.



Tapi kini Fajar merakan sakit di pergelangan tangan nya hingga dia melepaskan tangan Riena. Ternyata Alex yang mencekal tangan nya. "Jangan pernah menyakiti Rie"Alex memberi peringatan dengan sorot mata yang begitu tajam.



Fajar dan Gisel yang melihat tatapan mata Alex sedikit merinding namun Fajar tak ingin terlihat lemah dia menarik tangan nya paksa hingga terlepas dalam satu hentakan.

__ADS_1



"Rie,Nama panggilan yang unik"Fajar terlihat tersenyum namun hati nya sakit"Jangan bilang kalau kamu mencintai istriku."Lanjut Fajar



"Ya.. Aku mencintai nya bahkan aku akan menikahinya setelah urusan kalian selesai."Kata Alex membuat Fajar dan Gisel terkejut bahkan Riena lebih terkejut lagi.


"Mas... "Ucap Riena lirih.


"Ya.. Aku memang mencintai mu.Apa kamu mau menikah dengan ku setelah masalah mu dengan lelaki bajingan ini selesai?"Alex menatap lembut Riena.


Sementara Riena bingung dia menatap mata Alex berfikir mungkin Alex bercanda dan hanya ingin memanas manasi Fajar dan Gisel. Maka secara sadar Riena mengangguk.


Plakkk


Suara tamparan membuat hening suasana. Alex yang tadi nya bahagia karena Riena mau menerima nya seketika sadar saat melihat Riena meringis memegang pipinya yang panas di tampar Fajar.


"Dasar wanita murahan. Beraninya kamu menerima lamaran pria bajingan ini di depan...."Kata kata Fajar tak bisa keluar saat kini lehernya berada di genggaman Alex.



Mata merah Alex serta rahang yang mengeras bisa membuktikan bahwa saat ini emosi nya tak lagi terkontrol.


Fajar berusaha melepaskan tangan Alex sementara Gisel yang melihat suaminya tercekik juga tak tinggal diam dia memukul mukul tangan Alex namun percuma.


Hingga Gisel kehabisan akal dia langsung menggigit tangan Alex sampai tercium bau darahtapi Alex tak perduli lagi.


"Riena jangan diam saja. Cepat suruh pacar mu ini melepas kan suamiku! "Gisel menegaskan kata suami pada Riena.



"Mas... Sudah, aku tidak apa apa. Biarkan saja mereka!Kasihan anak anak sebaik nya kita pulang saja."Akhir nya Riena bicara bukan karena kasihan melihat Fajar tapi lebih tak ingin Alex mendapatkan masalah nanti nya.



Alex yang mendengar Riena pun melepaskan leher Fajar dan melihat ke arah Riena dan anak anak nya. Dian menagis disana sementara Reno hanya diam saja.

__ADS_1


__ADS_2