Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 20.


__ADS_3

Riena tiba di rumah nya dan setelah membersihkan tubuh nya dia segera turun ke dapur.Dia ingin menyiapkan makan siang untuk anak anak nya. Ia sudah memutuskan untuk berjuang demi anak anak nya.


"Mbok... Saya mau masak."


" Baik bu, tapi maaf apa ibu sakit atau ibu habus nangis? mata ibu sembab."tnya si mbok.


"Pernikahan ku kandas mbok, aku kalah. "Riena memeluk si mbok.


"Sabar ya bu, kita gak pernah tau apa yang sedang di siap kan Tuhan buat kita. Seperti ulat yang menggelikan pada waktunya dia akan berubah menjadi kupu kupu yang cantik."Nasihat si mbok.


"Iya mbok.. makasih ya! Sekarang mbok gak perlu manggil ibu panggil saja Riena,anggap aku ini anak mu mbok!"Pinta Riena pada si mbok yang sudah mengurus nya sejak kecil.


"Ya sudah,sekarang kita masak buat anak anak. Aku sudah mutusin kalau aku harus kuat buat anak anak sekalipun kami akan berpisah dengan mas Fajar."


"Apa pun yang jadi keputusan mu mbok akan terus mendukung mu dan semoga itu yang terbaik ya! "


Kedua nya tersenyum kemudian melanjutkan niatan mereka untuk memasak.


**********

__ADS_1


"Bagai mana Jo? "Tanya Alex pada Jo yang kini ada di hadapan nya.


"Semua sudah di laksanakan sesuai perintah anda tuan dan lebih mudah karena kejadian tadi pagi terekam cctv kantor."Jelas Jo


"Bagus, tutup semua akses nya! Aku ingin lihat apa yang bisa dia banggakan sekarang."


"Baik tuan. "


Alex melihat sekali lagi rekaman cctv saat Riena menemui Fajar, Dia sedih melihat wanita yang dia kagumi bersedih tapi dia bahagia karena wanita nya telah memutuskan akan berpisah. Sekarang dia hanya akan membantu dari balik layar memuluskan semua jalan Riena.


**********


"Mas di pecat. Tadi Riena ke kantor dan bos perusahaan melihat Riena menangis saat keluar kantor dan mereka melihat rekaman cctv jadi mas di pecat."Jelas Fajar dengan wajah lesu.


"Tapi gak mungkin segampang itu kan mas? "Tanya Gisel


"Mas sudah mencoba menjelaskan tapi mas gak punya kesempatan.Kenapa wajah kamu? "Tanya Fajar yang baru sadar melihat pipi Gisel agak bengkak.


"Tadi pagi aku mencoba biacara sama Riena dan minta maaf tapi dia marah dan malah menampar aku mas, dia bahkan meneriaki aku di depan banyak orang."

__ADS_1


"Dia jadi kasar sekarang."Fajar memijat pelipis nya.


"Apa mungkin Riena sengaja buat keributan di kantor mas, biar mas di pecat? "Gisel mulai memprofokasi.


"Sejauh mas kenal Riena. Dia tidak pernah melakukan hal seperti itu. "


"Tapi bisa saja, karena dia marah sama kita dan gak mau kita bahagia.Dan lihat sendiri pipi ku masih sakit ini mas.Mas harus tegur dia ya! "


"Iya nanti mas akan temui dia."


Gisel bahagia mendengar nya. Setidak nya mereka pasti akan bertengkar lagi jika bertemu.


Gisel memang sangat iri dengan kehidupan Riena. Semua hal baik bisa Riena dapatkan dari kedua orang tua yang sangat mencintai nya, suami yang juga mencintai nya. Berbeda dengan Gisel yang kedua orang tua nya harus berpisah karena anak dari istri pertama papa nya menemukan bukti kejahatan mama Gisel. Dan bukti bahwa Gisel bukan anak kandung orang yang selama ini dia anggap sebagai papa nya.



Bahkan setelah Orang tua nya berpisah Gisel tak mendapatkan apa pun.Mama nya pun tak perduli dengan Gisel hingga mama nya meninggal.Beruntung ada Riena yang selalu mendukung nya.


__ADS_1


Tapi karena itu dia jadi iri dengan Riena.Sekarang dia tak perduli dengan Riena yang dia tahu dia dan anak nya harus mendapatkan kebahagian bagaimana pun cara nya.


__ADS_2