Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 9


__ADS_3

Kepercayaan ibarat kaca,yang apabila hancur tak akan bisa di satukan kembali, sekalipun bisa ,akan meninggalkan bekas.Jadi hargai kepercayaan yang di berikan orang lain sekecil apa pun itu.


************


Di tempat nya Alex mendengarkan percakapan antara anak buah nya dan Riena. Hatinya sakit, seakan dia bisa merasakn apa yang di rasakn Riena saat ini.


Sejak pertama kali Alex bertemu dengan Riena, dia sangat mengagumi Riena. Pandangan pertama sangat memukau. Wanita yang sudah bersuami tapi mampu memikat hatinya. Rasa ingin melindungi begitu besar di hatinya.


Perasaan ingin memiliki kini semakin besar setelah mengetahui kalau suami dari wanita yang di cintainya berselingkuh.


"Kamu lindungi dia!jangan sampai terlihat dan jangan sampai ada orang yang menyakiti dia. Awasi dan laporkan semua nya. Jika dia menghubungi kamu segera beri tahu saya. Apa kamu paham? " tanya Alex pada anak buah yang menelepon Riena tadi.


"Paham tuan." pria itu menunduk sebelum pergi meninggalkan Alex dan Jo.


*******


Matahari sudah keluar dari peraduan nya, tapi mata Riena belum terpejam bahkan kini sedikit membengkak. Kabar mas Fajar yang awalnya dia tunggu kini tak di harapkan nya.


Apa rasa itu akan hilang secepat itu? Riena bangkit ia harus membersihkan diri nya sebelum anak anak nya melihat penampilan nya seperti itu.


Derrrt...... derrttttt


Ponselnya berdering, namun dia begitu malas untuk menjawab tapi akhirnya dia mengambil ponselnya, sekilas melihat di layar nama mas Fajar. Nama yang sampai malam tadi sangat di harapkan nya memberi kabar tapi pagi ini dia begitu enggan.


Dengan enggan ia memencet tombol jawab.


"Hallo... "jawab nya.


"Hallo sayang!!"


"Iya mas ada apa? "Riena tak bisa membohongi dirinya kalau dia kecewa.


"Sayang, kamu kenapa? kok nanya nya gitu, Kamu marah ya karena mas gak hubungi kamu tadi malam? Maafin mas ya! Soal nya mas sibuk banget jadi gak sempet nelfon."Jelas Fajar yang tentu saja berbohong.


"Gak mas,aku gak marah kok. Aku tau kalau kamu sibuk, aku cuma baru bangun tidur aja."


"Oh... ya sudah kalau gitu. Mas cuma mau bilang sepertinya mas baru bisa pulang besok soalnya kerjaan mas belum kelar"Kata Fajar yang kini sedang memeluk Gisel di ranjang nya.


"Ia mas gak papa. Udah ya aku mau mandi dulu! "Riena nyaris tak bisa menahan air mata nya makanya ia ingin segera mengakhiri percakapan nya.


"Iya.. Maafin mas ya. I love u! "

__ADS_1


Tanpa membalas ucapan Fajar Riena langsung mematikan ponsel nya, airmata nya membanjir kembali.Dia segera berlari kekamar mandi menyalakan sower dan menangis disana. Hatinya hancur suaminya menyatakan cinta padanya saat bersama wanita lain.


********


"Sudah kan? "Tanya Fajar pada Gisel yang sedari tadi ada dalam pelukan nya.


"Iya makasih ya mas! aku yakin kalau mas juga sayang sama aku dan Kanza."Gisel mengeratkan pelukan nya,wajah nya kini menempel di dada bidang suaminya.


"Tentu saja. Mas sayang sama kamu dan Kanza anak kita."


Mereka tak sadar bangkai yang mereka simpan suatu saat akan akan menjadi penyebab keburukan untyk diri mereka sendiri maupun orang yang mereka sayangi.


"Tapi aku akan lebih bahagia lagi jika saja mas mau memberitahu Riena tentang hubungan kita. Siapa tau Riena bisa menerima dan kita akan bahagia bersama sama."



"Mas akan cari waktu yang tepat, jujur ini gak mudah sayang. Kita sudah menipunya selama lebih dari 6 tahun."



"Iya mas, aku paham awalnya dia pasti syok. Tapi siapa yang tau jika mungkin dia bisa menerima hubungan kita. Aku ingin kanza tau kalau dia punya saudara!"




"Jadi dong mas. Jarang jarangkan kamu weekend bareng kami."



"Iya sayang maaf ya! "



"Iya mas,Kamu gak salah kok ini semua karena keadaan saja.Mau aku mandikan? "Tanya Gisel



"Enggak....... Nolak. hahahaha.. "Fajar memang tak membedakan kasih sayang nya antara Riena dan Gisel. Ia memang mencintai kedua nya sama rata. Riena yang penurut dan Gisel yang tak banyak menuntut membuat nya ingin terus memiliki kedua nya.


__ADS_1


Sementara di kediaman Riena..


" Ma... mama... "Suara nyaring Dian terdengar sampai ke kamar Riena,dia yang sudah selesai mandi segera menghampiri putri nya. Setelah kejadian malam tadi ia berpikir harus bisa menjaga kedua anak anak nya. Bahkan sekarang Riena mulai berpikir untuk mencari pekerjaan.


"Ya sayang,, sebentar ya! "Riena melihat putri nya begitu cantik pagi ini."Ada apa sayang, kenapa teriak teriak? mama sampai takut rumah kita roboh."Seloroh Riena sembari mencubit pelan hidung putri nya.



"Ma kita jadikan jalan jalan?Tapi tunggu ma..kenapa mata mama bengkak? mama habis nangis? "tanya Dian sembari mengusap wajah mama nya.



Reno yang mendengar apa yang di katakan adik nya segera menghampiri mama nya. "Mama nangis? Apa mama sakit? "tanya Reno yang tak sabar



"Enggak sayang mama baik baik aja kok?"Riena berusaha kuat,dia tersenyum pada kedua anak nya.



"Mama bohong. Jangan bohong ma! nanti dosa,mama bilang gitu kan? "Reno tak percaya dengan mama nya.



"Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku mengatakan apa yang terjadi mereka masih terlalu kecil. "Batin Riena.



"Hacchihhh"Riena terpaksa berpura pura kena flu agar anak nya tak curiga.



"Mama cuma flu sayang! "Akhirnya ia melanggar ucapan nya sendiri agar tidak berbohong demi menjaga mental anak anak nya.



"Kala gitu mama istirahat saja ya! Kita gak usah jalan jalan. Biar Dian nanti telpon Ayah biar cepat pulang! "Dian ingin meraih gagang telpon namun di hentikan Riena.



"Sayang jangan nak! Mama gak papa kok. Nanti setelah mama minum obat kita jalan jalan ya. Hemm kemana ya? "Riena terlihat agak. berpikir.

__ADS_1



"Yang deket aja ma.Ke taman aja! "Potong Reno yang di balas anggukan Dian.


__ADS_2