Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 31


__ADS_3

"Bagaimana cocok tuan? "Tanya Riena ramah. Walau Lidya sudah melarang nya turun langsung melayani pelanggan tapi Riena merasa tak enak dengan karyawan yang lain.


"Ya saya suka, saya mau ini semua di antar ke alamat ya! "


"Baik tuan."Riena segera meninggalkan Pelanggan itu untuk melanjutkan dengan karyawan lain karena ponsel nya terus saja berbunyi.


"Mas Alex, ada apa? "Gumam Riena saat mengecek panggilan di ponsel nya.


Belum sempat Riena menghubungi kembali tapi panggilan Alex sudah masuk lagi.


"Ya hallo mas"


"Kamu kemana saja ,kenapa lama sekli menggangkat nya? "Cecar Alex


"Maaf mas, tadi aku sedang bekerja ada pelanggan."Jelas Riena


"Rie jangan membuat ku khawatir dwngan terlambat mengangkat ponsel mu! Kau tahu aku hampir saja kembali jika kau tak juga mengangkat panggilan ku."


"Maaf mas, Oh ya ada apa? "


"Emmm. Aku rindu padamu dan anak anak. "Alex memang tak malu lagi mengungkapkan perasaan nya pada Riena namun tanggapan Riena masih saja dingin.


"Hemm,, gombal lagi? "


"Tidak, sungguh aku rindu pada mu Rie! Kapan kamu akan mencintai aku? "


"Astaga kenapa dia jadi mengemis cinta dari seorang janda? Cinta memang aneh, untung aku tidak jatuh cinta."Gumam Jo yang masih berada di ruangan Alex

__ADS_1


"Maaf mas, aku masih ingin fokus dengan anak anak dulu."Riena memberikan alasan yang sama setiap kali Alex menyatakan cinta nya.


"Tapi anak anak butuh sosok ayah Rie, dan kamu butuh sosok suami yang akan melindungi kamu Rie."


"Iya mas, tapi bukan sekarang. Mungkin nanti!"


"Duh yang asik telponan di jam kerja. Berasa dunia milik berdua ya yang lain mah gak usah di anggap! "Sisil datang dengan nada sinis nya.


Riena melirik Sisil yang berjalan melewatinya. "Mas sudah dulu ya, gak enak sama yang lain! "Riena merasa tidak nyaman dengan cara Sisil memandang nya.


"Siapa itu? Berani sekali dia? "Tanya Alex yang geram.


"Temen kerja mas. Udah ya nanti aku hubungi lagi saat bersama anak anak! "


"Baiklah, selamat bekerja dan jangan capek capek aku jauh!"


"Bye muahhhhh! "Alex menambahkan cium jauh buat Riena. Sementara Jo melotot melihat tingkah atasan nya yang seperti remaja baru jatuh cinta.


"Kau sudah bosan punya mata Jo? "Tanya Alex yang menyadari tatapan Jo pada nya.


"Maaf tuan, saya cuma kaget."Jo menetralkan jantung nya yang takut dan lucu bersamaan.


"Kau pandai beralasan sekarang"Ucap Alex



"Dan tuan pandai mengombal sekarang. Lebay! "Kata Jo yang tentunya hanya ada di dalam hati nya.

__ADS_1



\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Jaslyn tak menyerah begitu saja.Sudah beberapa kali dia datang ke kantor Alex untuk menemui nya namun jangan kan bertemu melewati pintu masuk nya saja dia sudah di hadang keamanan disana.


Tak habis cara Jaslyn menyewa orang untuk membuntuti Alex dan akan mengabari nya di mana posisi Alex. Seperti sekarang Jaslyn mendapat informasi dari orang suruhan nya bahwa Alex sedang berada di restoran.


Dan tanpa membuang waktu lagi Jaslyn segera menuju Restran tempat Alex makan.


"Sayang, mau kemana? "Jaslyn yang sedang terburu buru menatap ayah nya yang sedang bertanya.



"Dad.. Aku akan mengejar masa depan ku! "Jelas Jaslyn


"Masa depan? "Jonson bingung dengan jawaban putri nya.


"Daddy,,, Alex. Aku akan mengejar nya! Daddy tahu ini tantangan buat Jaslyn ."Tanpa basa basi Jaslyn segera mencium pipi Daddy nya sekilas sambil berlari keluar.



"Hati hati sayang! "Jonson yang melihat putri nya bersemangat hanya bisa tersenyum.



"Kau lihat!Dia sudah dewasa dan cantik seperti dirimu."Gumam Jonson menatap foto istri nya.

__ADS_1


__ADS_2