
Fajar terbatuk batuk saat tangan Alex melepaskan lehernya. Dia tak bisa mencegah Alex menggendong kedua anak nya menjauh,api amarah di matanya membara.
Sementara Alex sendiri tak akan melepaskan Fajar begitu saja, Bahkan saat ini emosinya masih belum menurun sedikit pun.
"Maaf kan om ya! "Alex menggenggam kedua tangan Dian menatap nya penuh penyesalan karena tak dapat mengendlikan amarah nya di depan Reno dan Dian.
"Tidak apa apa om. Kalau Reno sudah besar mungkin Reno juga akan melakukan hal yang sama jika ada yang menyakiti mama."Reno yang menjawab"Dan terimakasih karena om membantu mama."Reno memeluk Alex sebagai ungkapan tulus nya.
"Tidak apa son. Om senang melakukan nya untuk kalian."Alex membalas pelukan Reno tapi matanya mengarah pada Riena.
"Sudah ayo kita masuk dulu! "Ajak Riena akhirnya.
"Loh kamu kenapa nak? "Tanya si mbok yang heran melihat wajah majikan bengkak.
"Tolong ambilkan es bik! "Pinta Alex
Si mbok segera berlari ke dapur mengambil es dan juga mencari kain bersih untuk mengompres pipi Riena.
"Biar saya saja bik. Bibi bisa bantu anak anak untuk bersih bersih! "Si mbok bingung siapa sebenar nya lelaki yang ada di hadapan nya ini?mengapa ia sangat perhatian dengan majikan nya. Tapi si mbok tak berani menanyakan nya.
"Ayo nak. Ikut sama mbo! "Ajak si mbok
"ishhh... "Riena meringis saat Alex menempelkan es batu ke wajah nya.
"Tahan sebentar ya! Agar cepat membaik."Alex dengan telaten mengompres wajah Riena. Sementara Riena sedikit canggung mengingat di antara mereka tak ada hubungan apa apa.
__ADS_1
"Sudah mas, biar saya kompres sendiri! Saya bisa kok."Riena tak sanggup terlalu dekat dengan Alex hatinya sedikit bergetar kerna perhatian yang di berikan Alex pada nya.
"Kenapa? Kamu malu? "
"He.. emm..! "Riena sedikit menundukkan kepala nya.
"Apa kamu ada rasa buat saya? "Tanya Alex to the poin. Riena membulatkan mata nya menatap Alex yang tak mengubah ekspresinya tetap sama dingin.
"Jangan bicara yang tidak tidak mas. Walau bagaimana pun aku tetaplah masih istri sah mas Fajar."
"Apa kamu masih mencintai nya? "
"Aku akan menanti sampai rasamu pada nya benar benar habis. "
"Maksud kamu? "Tanya Riena heran
"Aku mencintai kamu Rie. Aku tahu ini bukan waktu yang tepat tapi aku tak ingin ada orang yang lebih dulu mengatakan nya."
"Entah lah mas untuk saat ini aku masih enggan, rasa nya masih takut. Aku masih ingin menata hati ku dan memberikan perhatian penuh untuk anak anak."
"Aku mengerti kita jalani saja,kita ikuti alur nya yang jelas bila suatu saat nanti kamu siap membuka hatimu maka katakan pada ku agar aku bisa segera masuk. Tapi jangan lama lama."Alex sedikit tersenyum
"Baik baik, Mas akan berada dalam daftar tunggu nomer satu. Itu pun jika mas bisa membuat hati ku bergetar.Hehehe..."Riena tertawa
__ADS_1
Si mbok, Reno dan Dian yang melihat mama nya tertawa lepas ikut bahagia ,selama beberapa hari ini mama nya selalu tertekan walau ia pun tersenyum dengan mereka.
"Ini sudah selesai,Kamu bahkan sudah bisa tertawa."Goda Alex
"Bagaimana tidak tertawa ,mas lucu.Bagaimana bisa ada orang yang menyatakan cinta dalam keadaan wajah sang wanita lebam begini.Bukan nya menawarkan rumah sakit malah menawarkan cinta."
"Kamu mau ke rumah sakit? Ayo! "Ajak Alex kemudian
"Gak ah, telat udah baikan baru ngajak itupun harus di ingatkan dulu."
"Iya maaf! "Ucap Alex
"Gak masalah mas, aku juga bercanda dan trimakasih karena mas mau membela aku dan mas juga menjaga perasaan anak anakku."Ucap Riena tulus
"Selama nya aku akan ada untuk kamu dan anak anak. Jangan sungkan! "Alex membereskan peralatan dan ingin mbawa nya ke dapur
"Biar mbok aja tuan! "Kata Si mbok mengambil baskom yang ada di tangan Alex.
"Son.. Kamu ingin belajar bisniskan? "Tanya Alex pada Reno.
"Iya om. Reno sangat ingin, om bisa bantu Reno? "Tanya Reno antusias terlihat mata nya berbinar
"Tentu, tapi dengan syarat jangan terlalu. berlebihan. Perlahan saja ok. "
__ADS_1
"Ok... "ucap Reno sambil mengedipkan mata nya.
Sungguh hati Riena lagi lagi perih melihat anak nya lebih percaya pada orang asing dari pada ayah nya sendiri.