Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 18.


__ADS_3

"Trimakasih ya mas, sudah membuat anak anak ku tersenyum."Ucap Riena


"Tak masalah, jaga dirimu dan juga anak anak! aku tak suka melihat kalian bersedih! "


"Aneh"Riena tersenyum tapi bukan menyiratkan kebahagiaan malah lebih seperti putus asa"Harus nya suamiku yang mengatakan hal itu, bukan orang lain yang bahkan beru beberapa kali kita bertemu."Riena melirik Alex yang juga sedang menatap nya.


"Mulai sekarang semua masalah mu akan menjadi urusan ku, apa pun yang kamu butuhkan datanglah padaku."


Riena tak menjawab Alex fikiran nya melayang kembali bukan berbunga bunga karena ucapan Alex tapi justru dia merasa sangat kurang beruntung.


Sambil terus melihat anak anak nya yang sedang asik bermain sesekali Riena dan Alex melambaikan tangan pada kedua buah hatinya.


"Kenapa sayang? "Reno hanya diam menatap lurus tak bergeming.


Alex dan Riena melihat ke arah pandang Reno dan jantung Riena nyaris keluar karena melihat apa yang Reno lihat.


Disana Fajar sedang tertawa bahagia,bermain bersama Kanza. Alex yang melihat itu sangat emosi namun ia kendalikan demi Riena dan anak anak nya. Tanpa fikir panjang lagi Alex segera menggendong Reno,membawa nya keluar arena bermain anak.


Tanpa menunggu lagi Alex segera mengajak mereka pulang. Riena pun mengerti tanpa banyak bicara dia menggendong Dian dan mengekori Alex.


"Jangan banyak berfikir son! Semua baik baik saja"Alex sedikit khawatir dengan Reno karena dia hanya diam tak menangis atau berbicara saat melihat ayah nya dengan anak nya yang lain.


"Ya, om ganteng benar nak. Kita akan bahagia jadi jangan berfikir yang bukan bukan, mama akan selesaikan semua nya. Lihat mama tidak bersedih jadi Reno harus kuat untuk mama ya! "Riena memaksakan senyum nya di depan Reno.


"Hiks... hikss... mama.. Reno akan jadi anak yang kuat buat mama. Reno akan jaga mama dan dek Dian."Akhirnya Reno mau berbicara walau sambil menangis.


"Good son. jadilah kuat! "Alex memeluk Reno,ia sangat menyayangi anak itu.


Setelah mengantar Riena pulang.Segera Alex menghubungi Jo.


"Pecat bangsat itu jo! "Perintah Alex


Jo bingung bangsat mana yang harus dia pecat.

__ADS_1


"Maaf tuan, siapa? "Tanya jo dengan mata menyipit.


"kenapa kau jadi begitu bodoh Jo? Tentu saja lelaki bangsat yang sudah mengkhiati Riena."


"Baik tuan, semua akan selesai.Dan tuan Nyonya Riena sedang melamar kerja di berberapa perusahaan"


"Atur dia agar datang kemari dan beri dia posisi bagus serta gaji tinggi! "


"Baik tuan."


**************


"Riena tunggu!! "Gisel menghentikan Riena yang akan memasuki mobil nya setelah mengantar Reno dan Dian sekolah.


"Kau? Ada apa? "Tanya Riena dingin.


"A.. aku ingin bicara dengan mu, sebentar saja! "Gisel sedikit ngeri melihat sikap Riena yang dingin.



"Sebentar saja,, ya!Ini demi masa depan keluarga kita."



Riena melangkah tanpa bicara,Gisel pun mengekorinya hingga kedua nya masuk ke sebuah tempat makan yang ada di dekat sekolah.



"Na.. aku minta maaf atas apa yang sudah aku dan mas Fajar lakukan di belakang mu. Aku sadar kalau kami salah."



"Apa kau tak merasa itu sudah terlambat? Bahkan saat kau mulai menjalin hubungan dengan suamiku kau tak merasa bersalah."

__ADS_1



Riena menahan kobaran amarah di dada nya.


"Tapi ini sudah terjadi Na.. Sekarang yang harus kita lakukan adalah mencari jalan keluar masalah kita."


"Hemm mencari solusi? "



"Na.. Aku tau kamu marah sama kami tapi aku mohon jangan minta aku dan mas Fajar berpisah, tolong kamu fikirkan Kanza. Dia masih kecil dan gak ngerti apa apa! "



"Bagaimana dengan anak ku? "


"Kita bisa jadi keluarga Na.!"Gisel pikir bujukan nya berhasil melihat sikap tenang Riena.


"Dengar Gisel! Aku gak mau berbagi. Bagi ku mas Fajat harus menentukan pilihan nya."


"Baik. kalau gitu kamu aj yang pisah sama mas Fajar. Biarkan kami hidup bahagia! "Gisel menunjukkan sifat aslinya.


Riena kaget dengan perubahan sikap Gisel yang terlihat angkuh.


"Ini lah kamu yang sebenarnya Gisel? Tak kusangka ternyata orang yang selama ini dekat dengan ku adalah srigala berbulu domba."Riena tersenyum sinis



"Terserah apa katamu yang jelas sekarang mas Fajar tidak akan meninggalkan aku dan Kanza jadi kamu dan anak anak kamu itu yang harus mundur! "



plakkk

__ADS_1


__ADS_2