
waktu terus berlalu tak terasa sudah dua bulan Fajar meninggalkan anak dan istri nya. Bagi Riena sekarang dia harus fokus untuk membahagiakan anak anak nya.
Gisel juga tak pernah terlihat lagi entah dia sudah pergi dari kota itu atau hanya pindah rumah dan memindahkan sekolah anak nya. Riena juga tak tahu dan tidak peduli bagi nya cukup Gisel tak mengganggu dirinya dan juga anak anak nya seperti ancaman nya tempo lalu.
Kini Riena bekerja di sebuah butik.Baru Dua minggi. Awalnya Riena ingin melamar jadi karyawan namun dia justru di minta menjadi wakil dari bu Lidya yang Riena tahu adalah pemilik butik itu.
Padahal sesungguh nya itu adalah milik Alex. Alex sengaja melakukan itu agar Riena tidak menolak bantuan nya lagi seperti kemarin kemarin.
Sekarang Riena juga jarang bertemu Alex karena Alex punya kesibukan sendiri yang tak bisa dia tinggalkan.
"Riena"Panggil bu Lidya
"Ya bu. "
"Saya akan pergi liburan bersama suami saya, jadi saya minta kamu jaga butik ini ya. Ingat kamu disini bukan karyawan biasa jadi tak perlu turun tangan sendiri. Dan jika kamu memerlukan bantuan kamu bisa minta anak anak untuk bantu kamu ya! "
__ADS_1
"Iya bu."Riena mengangguk hormat pada Lidya, padahal sesungguh nya di sini bos nya adalah Riena tapi ya mau bagaimna lagi Riena tak tahu.
"Huh... Enak ya baru kerja bisa langsung jadi wakil bu Lidya. Padahal pengalaman aja gak ada."Gerutu sisil yang tak suka dengan jabatan Riena padahal dia adalah karyawan lama di butik itu.
"Sil, kamu kok gitu sih? Mungkin dari pengamatan bu Lidya mbak Riena ini cocok jadi wakil nya.Gak boleh gitu ah."Ana membela Riena.
"Alah pasti dia ini, main guna guna makanya bisa langsung dapat jabatan bagus. Jaman sekarang orang akan melakukan apa aja walau pun tahu jelas itu dosa."Sisil masih saja mencemooh
"Udah ah kita balik kerja nanti bu Lidya marah terus kita di pecat gimana? mau? "Tanya ana sambilenarik tangam Sisil
"Riena maaf ya."Ana sedikit membungkuk kan badan nya pamit pada Riena
"Iya gak papa"Riena menyahut sambil melemparkan senyum nya tanda dia baik baik saja.
__ADS_1
"Ish kamu ngapain minta maaf, gak salah jugakan sama dia? "oceh Sisil
"Iya yang salah itu kamu, aku cuma mewakili kamu saja. "Ana ngoceh sambil tetap memegangi tangan Sisil seperti takut Sisil dan Riena akan bertarung.
"Ya udah ah lepas, kayak apa aja pakai di pegang terus tangan ku!"Gerutu Sisil
"Hehehehe maaf lupa.Lagian kamu juga sih gak takut apa kalau bu Lidya tahu? Ana nyengir melepaskan tangan Sisil
"Gak mungkin kalau sampai bu Lidya tahu itu artinya dia yang udah ngasih tahu bu Lidya.."
"Ya kan ada cctv Sisil? "
"Gak, pasti dia yang ngadu. Lgian udah deh lepasin tangan ku! "
"Kebiasaan mint maaf mulu"Sisil yang kesal pun meninggalkan Ana di sana.
Dimana bumi di pijak disitu langit di junjung itu adalah pepatah yang pas buat Riena saat ini. Walau bukan berada di tempat yang sama namun dia bertemu dengan sifat manusia yang baru.
__ADS_1
"Jangan pikirkan,tetap semangat dan jangan menyerah demi anak anak"Riena mensugesti pikiran nya sendiri.