Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 17


__ADS_3

"Sedang apa jagoan? "Seketika Reno menoleh ke arah suara dan ternyata itu suara Alex. "Kenapa duduk disini sendiri? "Tanya Alex kemudian.



Reno memalingkan wajah nya lagi ke depan melihat anak anak yang tengah bermain di taman tempat nya duduk sekarang.



"Ada apa son? kau sakit? "Tanya Alex semakin penasaran karena tak mendapat jawaban Reno. "Ayo lah cerita pada om! "Bujuk Alex kemudian.


Hiks... hiks.... Reno menangis memeluk Alex.


Alex terkejut sesaat, namun ia segera sadar tangan nya terulur untuk mengusap lembut kepala Reno.


"Menangis saja kalau memang itu perlu, tapi jangan lama lama kau itu seorang anak laki laki harus kuat agar bisa menjaga ibu dan adik mu!"



Reno yang mendengar perkataan Alex pun mendongak,air mata nya masih mengalir.


"Ada apa? kenapa jagoan sepertimu bisa sampai menangis? ada yang membully mu, katakan saja!om akan memarahinya untuk mu."Alex mengedipkan mata nya membuat Reno menarik sedikit ujung bibir nya.


"Ayah dan mama bertengkar om. Reno sedih!"Jawab Reno yang memang sudah akrab dengan Alex.



Alex sedikit terkejut ia menautkan kedua alis nya bingung.



"Kenapa? "Tanya Alex


"Ayah bohongi mama. Ayah jahat, kemarin ayah juga menampar mama. Reno mau balas tapi Reno masih kecil. Reno benci ayah."Reno kembali menangis setelah meluapkan emosi nya terlihat dia marah pada dirinya sendiri karena tak bisa membantu mama nya.


Wajah Alex menggelap, dia mengepalkan tangan nya,emosinya juga langsung ke ubun ubun. Namun ia mencoba tenang agar Reno tidak takut padanya.



"Reno sudah melakukan hal yang benar dengan tidak membalas pada ayah Reno!"Reno kembali menatap mata Alex. "kalau Reno membalas nya mama kamu pasti akan semakin sedih."Lanjut Alex


__ADS_1


"Tapi Reno kasihan sama mama.Mama menangis sejak kemarin. Mama bahkan belum makan sampai sekarang."



"Bagaimana kalau kita ajak mama sama adik kamu jalan jalan! Biar mama gak sedih lagi".


"Tapi.. "Reno belum sempat menyelesaikan kata kata nya karena Alex sudah menggendong nya.


\*\*\*\*\*\*



"Jadi sekarang kita harus bagaimana mas? "Tanya Gisel pada Fajar.



Kemarin setelah Riena meminta nya pergi, Fajar memang pergi karena berfikir Riena butuh waktu sendiri. Dan dia kembali ke rumah Gisel.


"Entah lah, mas juga bingung."


"Jangan tinggalkan kami mas! Kami tidak bisa hidup tanpa kamu."Rengek Gisel


"Iya sayang mas ngerti. Mas juga tidak berfikir untuk meninggalkan kalian."Fajar membelai lembut rambut Gisel



"Mas gak yakin sih, tapi kita harus coba."



Gisel menarik ujung bibirnya, memikirkan kata kata yang tepat untuk dia katakan pada Riena.



"Ya sudah. kalau gitu besok aku akan menemui nya. ..Sekarang Mas anter aku belanja bulanan ya! Persedianaan kita sudah menipis."Ajak Gisel yang tak ingin melihat suaminya bersedih terus.



\*\*\*\*


__ADS_1


Sementara Riena dan anak anak nya kini sudah duduk di sebuah restoran bersama Alex. Tapi fikiran nya masih melayang entah kemana.


Jangan tanya seberapa susah nya Alex membujuk Riena. "Kamu harus kuat Rie, demi anak anak kamu! Disini korban nya bukan cuma kamu tapi juga anak anak, apalagi mereka melihat pertengkaran kalian dan mereka pasti syok melihat Fajar menampar mu! "


Akhir nya Riena menyadari kesalahan nya sendiri. Dia terharu karena Alex malah memikirkan perasaan anak anak nya.


Alex terus memperhatikan mereka bergantian, jelas terlihat kesedihan di wajah mereka. Mata ketiga nya juga terlihat sembab dan sedikit bengkak.


"Seandainya om bisa sulap... "Alex berbicara sendiri sambil terlihat berfikir



Riena, Reno dan Dian kemudian menoleh melihat Alex heran.


"Huh... sayang om hanya manusia biasa."Alex membuat wajah sedih agar semakin menarik perhatian Reno dan Dian.


"Om kenapa? "Dian yang tidak tahan melihat wajah Alex pun bertanya.


"Sungguh,, seandainya om bisa sulap om akan membuat makanan ini melayang dan memasukkan nya kedalam mulut kalian semua.Kasihan makanan ini!"


"Hehehe... "Dian terkekeh dengan perkataan Alex"Dian bisa buat makanan ini melayang om dan memasukkan nya ke dalam mulut om ganteng".Jawab Dian semangat membuat Reno dan Riena pun tersenyum.


"Oh ya? Bagaimana cara nya? "


"Begini. "Dian turun dari kursinya kemudian berjalan mendekat ke Alex sementara yang lain hanya memperhatikan Dian saja.


Dian mengambil sendok dan mengisi nya dengan makanan menggoyang goyangkan nya seakan makanan itu melayang dan A. a aa. Alex paham dan membuka mulut nya agar Dian bisa memasukkan makanan ke mulut nya.



Riena dan Reno tertawa dengan tingkah Dian sementara Alex mengunyah makanan nya.



"Wah Dian hebat. "Puji Alex.Kini suasana nya tak lagi mendung seperti sebelum nya.



"Iya dong, Dian kan anak mama. "Jawab Dian bangga.


__ADS_1


"Kalau gitu sekarang kita makan,setelah itu kita akan pergi main.Ok?"Tanya Alex yang di wajab anggukan antusias Reno dan Dian.


__ADS_2