
Untuk pertama kali nya Riena mengangkat tangan nya untuk sahabat yang sangat dia sayangi bahkan sekarang dia dilema tapi segera ia kesampingkan perasaan nya demi anak anak nya.
"Dasar perempuan tak tahu malu, sudah merebut suami orang masih bisa bersikap angkuh! Dengar ya Gisel selama mas Fajar masih ingin dengan kami maka dia harus meninggalkan kamu. Dasar perempuan busuk."Murka Riena.
"Itu gak akan pernah terjadi Riena.Mas Fajar akan memilih aku dari pada kamu,kamu cuma perempuan manja yang hanya bisa mengandalkan suami dalam segala hal dan aku akan pastikan kalau kamu akan di tinggalkan! "
Riena yang nyaris keluar menghentukan langkah nya menatap sinis ke Gisel dada nya bergemuruh tak menyangka bahwa kata kata itu keluar dari mulut sahabat nya sendiri.
"Buah jatuh memang tak jauh dari pohon nya."Hanya itu yang di ucapkan Riena sebelum benar benar melangkah keluar meninggalkan Gisel yang murka karena Riena menyindir orang tua nya.
"Akhhhh... Awas kamu Riena!Aku gak akan biarkan anak ku menderita seperti aku. Yang harus kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuaku karena perpisahan. Kanza harus bahagia walai aku harus mengorban kan Riena dan anak anak nya."Egois Gisel.
Sementara Riena memukul stir kemudi nya ia emosi.Tapi dia berencana mendatangi suaminya di kantor dan meminta kejelasan siapa yang akan di pilih oleh Fajar. Kalau memang Fajar memilih dia maka Riena siap berjuang bersama namun jika lebih memilih perempuan busuk itu dia akan meminta pisah.
__ADS_1
"Untuk apa bertahan jika kita tahu kalau kita akan menderita. Lebih baik mencari masa depan walau itu belum pasti, tapi selama kita berusaha pasti ada hasil yang baik"Batin Riena
Tanpa menunggu lama Riena melajukan mobil nya ke kantor suaminya. Tiba disana dia disambut baik beberapa staf yang mengenal nya.
Tok... tok..
"Masuk! "
"Mas"
"Riena!Ada apa? "
"Tapi ini di kantor sayang, nanti kalau mas sudah pulang ya! "
"Maaf mas gak bisa. Mas tahu aku bukan orang yang suka berlarut larut kan. Aku kesini cuma mau tanya apa keputusan mas? "Riena meremas tangan nya sendiri khawatir kalau Fajar lebih memilih Gisel.
Fajar dilema,dia mencintai kedua nya dan dari kedua nya dia juga mempunyai anak. Dan untuk meninggalkan Gisel Fajar khawatir kalau ancaman Gisel tak main main. Ya kemarin Gisel mengancam akan bunuh diri bersama Kanza kalau saja dia meilih Riena dan meninggalkan Gisel.
__ADS_1
Fajar menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan, Riena bisa merasakan kalau suaminya berat dalam mengbil keputusan.
"Sayang kamu tau aku sangat mencintai kamu dan anak anak tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Gisel dan putri kami. Tolong kamu mengerti agar tak ada perpisahan dia antara kita! "
"Baik aku paham. Silahkan mas tunggu surat gugatan ku! "Riena berbalik air matanya nyaris tumpah namun Fajar segera memegang tangan nya.
"Riena jangan begini, mas cinta sama kamu! Mas minta maaf tapi tolong jangan ambil keputusan saat kamu marah! "
"Enak ya mas ngomong nya, disini korban nya aku dan anak anak ku dan keputusan ku sudah bulat aku minta pisah! "Riena menghempaskan tangan nya dan segera meninggalkan ruangan Fajar yang membuat nya nyaris kehabisa nafas.
Setelah keluar airmata yang sudah dia tahan akhirnya tumpah juga. Beberapa staf menyakan alasan kenapa dia menangis tapi Riena tak merespon dan langsung berlari keluar.
Akhhhhhh Riena kembali memukul stir kemudi nya yang tak bersalah menumpahkan rasa sakit di hatinya. Tapi tak lama kemudian dia mengahapus air mata nya walaupun masih saja terus keluar.
"Baiklah ini sudah cukup, air mata ini terlalu berharga bila harus aku tumpahkan untuk orang busuk seperti mereka. Akan aku buktikan kalau aku baik baik saja"Riena melajukan mobil nya pulang tekad di hatinya kuat bahwa dia akan membuka lembaran baru.
"Biarlah aku kalah dari Gisel. Akan aku buktikan hidupku akan lebih baik tanpa mereka"semangat Riena.
__ADS_1