
Sore ini seperti biasa Riena berencana untuk mengajak anak anak nya bermain ke taman. Ia tak ingin anak anak nya terus bersedih terutama Reno. Anak yang masih berusia 8 tahun itu lebih banyak diam,apalagi Reno secara langsung melihat ayah nya bersama wanita dan anak lain.
Seperti biasa Dian lebih aktif karena memang usia nya sedang senang senang nya bermain,tapi begitu Dian juga tak pernah menanyakan kenapa ayah nya tak pernah pulang karena tak ingin menyakiti mama nya.
"Ma.. Semua baik baik saja? "Reno membuka suara karena melihat Riena yang tampak lebih santai dan banyak tersenyum hari ini.
"Tentu sayang. Mama baik baik saja."Riena menjelaskan sambil menatap anak kesayangan nya itu.
"Apa kejadian itu tidak mempengaruhi mama lagi? "Tanya Reno yang masih penasaran.
"Sayang.. Hidup harus tetap berlanjut. Jangan jadikan sebuah masalah sebagai alasan untuk kita terpuruk. Apalagi mama punya Reno dan Dian, kita harus saling menguatkan sekalipun tidak ada ayah lagi."Sedih hati Riena harus mengatakan ini tapi bagaimana pun Reno sudah tahu terlalu jauh masalah orang tuanya.
"Apa mama dan ayah akan berpisah? "Tanya Reno lagi terlihat jelas kesedihan di wajah nya membuat Riena meragukan keputusan nya.
"Hemm"Sejenak Riena menghembuskan nafas perlahan menapat Dian yang sedang bermain."Sepertinya begitu, tapi jika Reno tak mengijinkan maka mama tak akan berpisah."Jawab Riena akhirnya
__ADS_1
"Jika berpisah bisa membuat mama bahagia maka Reno akan mendukung mama. Dari pada bertahan tapi mama terus merasakan sakit."Riena tertegun mendengar ucapan Reno hatinya sakit.
"Apa itu yang di rasakan Reno?sakit saat melihat ayah nya bersama dengan orang lain? "Batin Riena.
Tak kuasa lagi Riena membendung airmatanya dia menangis dan menggapai Reno membawanya kedalam pelukan nya.
"Maafkan mama sayang, Reno dan Dian harus berpisah dengan ayah tapi mama janji jika Reno dan Dian rindu ayah mama akan mengantar kalian."Hanya itu yang bisa di uacapkan Riena.
"Entah lah ma. Yang pasti untuk saat ini Reno tak ingin bertemu dengan ayah."
Riena cemas dengan sikap Reno yang tak ingin bertemu ayah nya. Ia khawatir kalau Reno menyimpan dendam. Satu hal yang tak pernah Riena tahu bahwa Reno sudah merekam semua nya di memory nya dan berencana membalas setiap air mata mama nya suatu saat nanti.
"Sayang... Jangan marah terlalu lama!Kita harus kuat ya. Dan mulai sekarang Reno jangan lupa kalau Reno masih kecil jadi jangan memikirkan sesuatu yang berat. Ok! "Riena mencairkan suasana dengan tersenyum
"Iya ma kita bertiga pasti bisa! "Reno juga tersenyum dan bersemangat
"Kita bisa! "Dian yang baru bergabung juga ikut menyemangati membuat Reno dan Riena jadi tertawa.
"Ya kita pasti dan harus bisa! "Sebuah suara yang familiyar terdengar dari belakang. Serempak mereka menoleh dan kaget ternyata itu adalah Alex.
__ADS_1
"Om ganteng! "Dian tampak jadi semakin bersemangat.Dia bahkan berlari ke gendongan Alex.
"Oh sayang. Putri yang cantik."
"Kok om ganteng ada di sini? "Tanya Dian.
"Iya tadi om lewat tapi melihat kalian disini jadi om mampir deh."Jelas saja Alex berbohon"Jadi kita harus bisa kan? "Tanya Alex kemudian.
"Tapi kita kan bertiga om"Jawab Dian sekenanya
"Ya kalau ada om kan jadi berempat."Wajah sedih Alex yang di buat buat membuat Dian tak tega.
"Iya deh kita berempat."Kata Dian kemudian.
Mereka akhirnya tertawa.Terlihat seperti keluarga yang bahagia jika saja orang tak tahukalau mereka adalah orng asing.
"Wah hebat, ternyata begini?"Suara diiringi tepukan tangan mengagetkan mereka.Alex yang melihat siapa yang datang menggertakkan gigi nya rahang nya mengeras menahan amarah.
__ADS_1