Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 25


__ADS_3

"Akhhhh sial sial! "Teriak Fajar frustasi.Bagaimana tidak sudah berhari hari dia melamar pekerjaan dan sudah banyak lamaran yang dia layang kan bahkan dari online pun di lakukan namun tak satu pun dari perusahaan itu mau menerimanya. Yang lebih membuat nya gila alasan mereka yang tak masuk akal.



Fajar mulai curiga kalau ada orang yang menutup akses nya hingga tak satupun lamaran nya di terima. Sebab sebelum dia meninggalkan perusahaan tempat ia melamar dia mendengar pembicaraan pemilik perusahaan itu dengan orang yang di sebut tuan Alex.



"Ada apa mas? Kenapa teriak teriak? "Gisel yang mendengar suara suaminya lari tergopoh gopoh takut terjadi sesuatu pada suaminya itu.



"Lagi lagi aku di tolak. Pasti ada orang di belakang ini semua,tak mungkin mereka menolak bahkan sebelum melihat surat lamaran ku."Fajar mengacak rambut nya frustasi.



"Kenapa mas bisa berfikir seperti itu? "Tanya Gisel penasaran



"Ya tadi sebelum mas pergi mas sempat mendengar bahwa pemilik perusahaan itu bicara lewat telepon.Dia bilang tuan Alex dia baru saja datang kemari tapi saya langsung menolak nya.Apa artinya coba? "



"Alex? Bukan nya pacar nya Riena namanya Alex mas? "Sambil mengerutkan alis nya Gisel mencoba mengingat ngingat



"Hahh. ,Seperti nya benar, tapi apa mungkin Alex itu? Atau ada Alex lain? "Fajar juga ikut mengerutkan alis nya.

__ADS_1



"Bisa jadi mas, soalnya mas gak pernah bermasalah dengan orang lain selain sama Alex pacar nya Riena kan? "Gisel juga sengaja mengatakan Alex pacar Riena agar Fajar semakin membenci Riena.



"Iya kamu benar, tapi siapa sebenar nya Alex sampai perusahaan perusahaan itu menurut pada nya.?"Fajar masih bingung dan tentu ia berencana menyelidiki nya.



"Ya mungkin Alex itu pengusaha juga dan kebetulan pemilik perusahaan yang kamu lamar itu teman nya dia. Mas, bisa jadi ini atas permintaan Riena karena marah kamu lebih memilih aku?Jadi dia ingin kita hidup menderita."Gisel memasang wajah sedih"Maafin aku ya mas, karena aku hidup mas jadi berantakan seperti ini! "Lirih Gisel



"Sudahlah kamu tidak bersalah, jika benar ini ulah Riena maka mas akan menghukum dia.Kamu sekarang siapkan makan ya mas laper! "Pinta Fajar sambil mengelus rambut Gisel agar tidak bersedih.




"Aku harus cari tau dulu siapa Alex sebenarnya dan apakah Alex yang sama yang sudah menutup akses ku? "gumam Fajar.


**********


Sementara di kediaman Alex yang di tempati paman dan bibinya sedang terjadi ketegangan pasal nya sang bibi melarang Alex menemui Riena.Tentu saja Alex tak bisa.


"Alex,selama ini kau tak pernah mengabaikan pekerjaan mu apa lagi hanya untuk seorang gadis. Tapi kali ini bahkan kamu mengabaikan nya demi istri orang? "Bibi Marry kesal dengan Alex yang tak bekerja beberapa hari ini.


__ADS_1


"Bibi.. Jangan seperti ini, aku mencintai nya bahkan sangat mencintai nya. Apa bibi tak ingin memiliki cucu? "Alex masih sempat menggoda bibi nya.



"Tentu saja aku mau cuvu tapi bukan dari hasil merebut istri orang Juga Alex."


Paman Jordan yangelihat perdebatan mereka hanya diam begitu juga dengan Jo.


"Bibi aku tak pernah jatuh cinta,Apa kah saat aku jatuh cinta bibi tidak mendukungku? "



"Tentu aku akan mendukungmu Alex,kau bodoh sekali. Tapi jangam istri orang, Jeslyn pasti lebih baik dari wanita itu. "



Sontak Alex terkejut bibinya justru membhas Jeslyn.


"Tapi aku tidak mencintai Jeslyn, aku mencintai Riena! "Alex terlihat mencebik kan bibir nya sifat garang nya hilang. Kini dia terlihat seperti anak kecil yang tak di beri permen oleh ibunya.


"Apa dia juga mencintai mu?"Tanya bibi Marry


"Tidak atau mungkin belum."


"Astaga kau konyol anak bodoh, kau merebut dia dari suaminya yang bahkan wanita itu tidak mencintaimu. Oh tuhan makan apa kau selama ini hingga otak mu bisa sebodoh ini? "Bibi Marry tak habis fikir bahkan kini dia terlihat memijit pelipis nya yang pusing memikirkan urusan cinta keponakan yang seperti anak baginya.


Sementara paman Jordan dan Jo membelalak kan mata nya karena lucu melihat Alex tidak di cintai oleh wanita yang di idamkan nya.


"Jangan tertawa! "Alex melirik Paman Jordan dan Jo karena melihat pipi mereka yang menggembung.

__ADS_1


"Huahahahahha... "Paman Jordan tak lagi mampu menahan nya"Akhirnya kini giliranu tiba untuk mengemis cinta seorang wanita. Selama ini kau hanya bisa membuat hati wanita patah. Hahahahaha... "Paman Jordan tertawa sampai perut nya terasa kram sementara Jo tentu saja tak berani tertawa lepas.


__ADS_2