Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 33


__ADS_3

Dengan penuh percaya diri dan senyum yang sangat manis Jaslyn menghampiri Alex.


"Hallo Lex? "mendengar suara lembut Jaslyn seketika Alex mendongak. Sedikit menyipit kan mata nya.


"Boleh aku duduk disini? "Tanya Jaslyn kemudian.


"Hemm"Alex hanya berdehem saja


Jaslyn menarik kursi dan mendarat kan bokong nya disana. Mata nya terus saja memandang Alex namun Alex sama sekali tak menghiraukan nya.


"Kau terlihat sangat tampan Alex.oh ya boleh aku ikut makan bersama mu? "Tanya Jaslyn.


"Ini tempat umum dan aku tidak berhak melarang kamu untuk makan disini! "Jawaban Alex sangat dingin tapi Jaslyn tetap tersenyum baginya jawaban Alex sangat terdengar manis di telinga nya.



"Kau manis sekali. Bagaimana kabar mu? Aku sudah beberapa kali datang ke kantor mu tapi mereka menolak ku bahkan mengusirku. Mereka bilang bahwa kau tidak ingin menemuiku. Apa itu benar? "Tanya Jaslyn dengan sambil mata nya sesekali memandang buku menu yang di serahkan seorang pelayan.



"Baiklah jika kau ingin tahu. Aku tidak ingin menikah dengan mu,aku tidak menerima perjodohan konyol ini."Alex menjelaskan pada Jaslyn, lebih cepatengatakan itu pada Jaslyn itu lebih baik.



Jaslyn yang mendengar jawaban Alex mendongak menatap lurus pada mata Alex."Apa kau sudah memiliki kekasih? "Tanya Jaslyn pada akhirnya.


__ADS_1


"Ya."Jawaban singkat Alex mampu memporak porandakan perasaan Jaslyn. Senyum yang sedari tadi menghiasi wajah nya perlahan memudar.



"Siapa? "Tanya Jaslyn yang semakin sakit hati nya tapi juga semakin penasaran.



"Itu tak penting, yang penting sekarang kau tahu alasan ku menjauhi mu. Aku tak ingin dia salah paham pada ku nanti."



Alex menatap mata Jaslyn dia dapat melihat hati Jaslyn yang hancur tapi Alex juga tak bisa membohongi perasaan nya sendiri bahwa dia sangat mencintai Riena.



"Ohhh Riena ,dengan menyebut nama mu saja jantung ku seperti akan keluar dari tempat nya."Batin Alex




"Untuk apa? "Tanya Alex menyipit kan mata nya,dia merasa curiga sebab dia paham betul bagaimana sifat putri Jonson ini. Dia akan berusaha mendapatkan apa pun yang dia ingin kan walau harus mengorbankan banyak hal.



"Aku hanya ingin mengenal siapa wanita beruntung yang mendapatkan dirimu."Jaslyn berusaha keras menahan air mata nya. Dia tak ingin terlihat lemah di hadapan Alex. Walau hatinya terasa sangat miris dia di tolak sebelum menyatakan perasaan nya.

__ADS_1



"Aku akan atur waktu. Maaf aku sudah selesai."Alex bergegas pergi meninggalkan Jaslyn yang masih bersedih.



Dengan langkah pasti Alex meninggalkan restoran itu.Sementara Jaslyn terus melihat punggung Alex yang sudah menghilang di balik pintu mobil yang membawa nya semakin menjauh.



"Silahkan nona! "Pramusaji mempersilahkan Jaslyn menikmati hidangan yang sudah tersedia di meja namun tentu saja selera makan Jaslyn sudah hilang. Tanpa banyak bicara Jaslyn meninggalkan beberapa lembar uang dan pergi tanpa bicara.



"Kelakuan orang kaya, mungkin mereka kesulitan menghabiskan uang mereka padahal di luar sana masih banyak yang membutuhkan makanan ini. "Gumam pelayan itu sambil kembali membereskan makanan itu.



\*\*\*\*\*\*\*



Sementara Jo yang mendapat pesan dari Alex,wajah nya semakin masam karena kemeja nya belum juga selesai di bersihkan.


"Sebenar nya apa kau bisa membersih kan nya atau tidak? "Tanya Jo yang sudah tidak sabar.


"Sebentar tuan, saya sedang berusaha."pelayan wanita itu terlihat sedang berusaha padahal dia hanya mengulur waktu saja.

__ADS_1



....


__ADS_2