
Tanpa menghiraukan tatapan Sisil, Riena tetap fokus bekerja. Bagi nya tak penting apa pendapat Sisil atau pun orang lain selama dia tak melakukan kesalahan dan mengganggu hidup orang lain maka dia tak akan peduli.
"Lihat kan bagaimana dia bersikap seperti bos! Baru aja di serahin pekerjaan sama bu Lidya tapi sudah seenaknya saja menerima telfon di jam kerja."Sisil menyindir Riena yang tak memperdulikan nya.
"Sudah lah Sil. Jangan begitu, mungkin itu telfon penting. "Jawab Ana
"Alah alasan saja. Lagian kamu kenapa terus belain dia sih? "
"Lah kamu juga kenapa sinisin dia juga? "
"Ah entah lah."Jawab Sisil sambil berlalu pergi dia kesal karena Ana terus saja membela Riena.
Setelah Sisil pergi, Ana mendekati Riena. Riena memang tak terlalu akrab dengan karyawan lain. "Mbak, jangan pernah ambil hati ya apa yang di bilang sama Sisil! "Ucap Ana
"Iya gak papa kok Na. Biasa, lagian saya juga salah karena menerima telfon tadi."Jawab Riena
"Oh ya mbak, Mbak udah nikah? "Tanya Ana yang penasaran.
__ADS_1
"Udah."
"Udah punya anak, belom? "
"Udah"
"Maaf ya mbak kalau saya banyak tanya, saya cuma penasaran aja."
"Iya gak papa kok Na."Riena tersenyum pada Ana.
*********
"Huh, sepertinya aku harus singkir kan hama ini dulu, biar dia tak mengganggu."Batin Jaslyn
Jaslyn berjalan perlahan sambil melihat ke kanan dan kekiri. Jaslyn melihat botol saus yang masih ada di meja namun..
"Ahhh... Maaf tuan! "Ucap seorang pelayan wanita kepada Jo.
__ADS_1
"Astaga kau lihat baju ku? Bagaimana aku bisa makan kalau pakaian ku kotor begini? "Jo terlihat marah, sementara pelayan wanita itu terlihat begitu ketakutan.
"Maaf tuan, biar saya bersihkan baju anda di belakang. Sekarang anda bisa ikut saya! "Pelayan wanita itu mencoba membujuk Jo.
"Huh.. Apa kau pikir ini bisa di bersihkan? Sebaik nya kau tidak usah bekerja saja dari pada membuat pelanggan kabur! "Jo masih saja marah
"Maaf tuan. tolong jangan sampai saya di pecat, saya akan bertanggung jawab tapi saya mohon jangan permasalahkan ini!Saya butuh pekerjaan ini! "Wanita itu terus saja menunduk, badan nya sedikit gemetaran karena mata Jo terlihat mengerikan di mata nya.
Dengan berat hati Jo pun menurut saja pada pelayan itu.Karena tidk mungkin dia makan dengn pakaian kotor. "Lalu saya harus pakai baju apa kalau pakaian saya kamu bersihkan? "tanya Jo
Mendengar Jo yang seperti nya mau menyerahkan pakaian nya agar di bersihkan wanita itu terlihat senang. "Ada baju karyawan di sana tuan. Sementara tuan bisa memakai itu dulu."
" Baiklah tunggu di sini dulu, aku akan segera kembali. "Melihat gadis itu mengangguk Jo menghampiri Alex yang sudah menunggu nya.
Setelah berpamitan pada Alex,Jo pun segera mengikuti gadis itu. Sebenarnya dia enggan dan ingun membeli yang baru saja namun Jo juga ingin melihat sejuh ap. gadis itu mau berusaha memperbaiki kesalahan nya.
Sementara Jaslyn tersenyum sumringah rencana nya berhasil, awalnya dia berniat melkukan nya sendiri namun ia berubah fikiran tentu akan repot jika dia yang harus melakukan nya. Jadi dia membayar gadis pelayan itu untuk melakukan nya.
__ADS_1
Awalnya ragu namun siapa sangka gadis itu mau setelah diel dengan nilai yang dia dapatkan. Tapi tak penting bagi Jaslyn yang terpenting dia bisa duduk berdua dengan Alex dan Jo akan di tahan selama mungkin oleh gadis itu.