
"Iya tapi kamu keterlaluan kalau kamu sampai cerita masalah ini ke anak anak!Mereka masih kecil,kamu harus nya ngerti dong."Fajar terus saja menyalahkan Riena atas sikap Reno padanya.
"Oh jadi semua ini salah aku mas? Hebat kamu ya,kamu yang selingkuh,kamu yang membuat keluarga kita hancur, kamu juga yang ngerusak pikiran Reno tapi kamu malah nyalahin aku? Wah bener bener hebat kamu mas. Aku baru sadar bakat kamu yang ini."Riena tersenyum putus asa.
"Aku ngerusak pikiran Reno gimana maksud kamu? Sementara kamu yang tau masalah ini dan saat aku masuk tadi kalian sedang menangis bersama,pasti anak anak sedih karena kamu cerita ke mereka kan? "
"Makanya ngaca mas! Kamu yang selingkuh di depan Reno.Kamu bermesraan sama perempuan murahan itu di sekolah Reno kan? "
"Deg.... "Fajar kaget, ia tak pernah menyadari kalau Reno melihat pertemuan nya dengan Gisel dan Kanza tempo hari.
"Ja... jadi Reno melihat nya saat Kanza manggil aku papa? "
"Iya dan sekarang kamu malah nyalahin aku?Luar biasa kamu mas. "
"Maksud aku bukan seperti itu... Kita kan bisa bicarakan ini baik baik gak haruslah kita melibatkan anak anak."Nada bicara Fajar sedikit melembut tapi tak bisa juga mengobati sakit nya hati Riena.
"Gak ada yang baik mas, Saat kamu memulai kebohongan dengan selingkuh disitu semua yang baik sudah gak ada mas."Riena tak lagi mampu membendung air mata nya ia luruh ke lantai.
Fajar pun mendekati Riena mencoba menggenggam tangan nya namun di tepis Riena.
__ADS_1
"Aku minta maaf, aku tau kalau aku salah tapi ini sudah terjadi. Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan ku dan mendapatkan maaf mu? "Fajar bersungguh sungguh.
"Tinggalkan dia dan anak nya! "Riena mentap mata suaminya
"Itu gak mungkin. Bagaimana dengan Kanza kalau aku ninggalin mereka? Dia masih kecil tolong kamu mengerti! "
"Aku?? Gak salah mas? Aku harus mengerti?Selama ini aku bodoh mas, bisa di bohongi oleh kalian berdua dan sekarang secara terang terangan kamu minta aku mengerti? Maksud kamu aku harus menerima perselingkuhan kamu gitu mas? wellcome gitu mas? Gilak kamu! "Hilang sudah rasa hormat Riena selama ini terhadap suami nya.
"Dengan dia menikah sama kamu dia sudah merebut posisi aku mas. Kamu gimana sih?"
"Iya tapi semua sudah terjadi, ini sudah takdir kita sayang. Ku harap kamu paham ya? "
"Jangan mengkbing hitamkan takdir kalau yang salah itu kamu mas. Kamu yang gak setia.Sekarang karena kamu gak mau ninggalin perempuan murahan itu lebih baik kita yang berpisah!"
plaaakkkk
__ADS_1
Fajar terkejut sendiri, dia memandang tangan nya yang sudah menampar wajah wanita yang menemaninya selama ini. Dia tak terima kalau Riena meminta pisah darinya. Karena jujur Fajar sangat mencintai nya.
Sementat Riena memegang pipinua yang panas akibat tamparan yang tak terdga dari suaminya.
Tanpa mereka sadari dua pasang mata sedang menontong adegan mereka, merekam nya di memori kepala mereka.
Dian meneteskan airmata nya, dia memang melihat mama nya bertengkar dia sangat sedih namun saat mama nya di tampar dia langsung menangis..
Reflek Fajar dan Riena melihat ke sumber suara dan mereka sangat sangat kaget karena kedua anak nya melihat kejadian ini.
"Sayang Dian, Reno."Fajar yang lebih dulu menghampiri kedua anak nya itu..
"Ayah jahat. Dian gak mau sama ayah!Dian benci ayah! Ayah gak sayang sama mama,sama Dian, sama mas Reno juga!"
Riena terus menangis ia tak menyangka kalau anak nya akan mengetahui masalah mereka secepat ini.
"Enggak nak. Ayah sayang sama Dian, mama dan mas Reno."
"Ayah bohong, kalau ayah sayang kita ayah gak akam cari anak lain, ayah gak akan nampar mama, ayah jahat,!Dian gak mau sama ayah."Dian berlari meninggalkan Riena dan Fajar yang kumudian di susul Reno.
"Kamu lihat sendirikan mas? Perbuatan kamu menghancurkan segalanya. Sekarang kamu pergi dari sini aku gak mau lihat muka kamu lagi mas.!"Riena menunjuk pintu keluar tanpa melihat ke arah pintu atau pun Fajar.
Bersambung...
__ADS_1