
" Hallo sayang ayah pulang! "Seru mas Fajar memasuki rumah sambil merentangkan tangan menyambut Reno dan Dian.
" Ayahh...!"Reno dan Dian berlari menghampiri mas Fajar. Aku pun ikut menghampiri mas Fajar mencium tangan nya dan membawakan tas nya.
"Ya sudah kalian lanjutkan mainya biar ayah mandi dulu. ok! "
"ok.. "sahut mereka serempak
Sampi di kamar aku membantu mas Fajar membuka kancing kemeja nya,menyiapkan air mandi dan juga baju ganti nya.
"Sayang mandi bareng yuk!"
" Aku udah mandi mas, lagian anak anak lagi main."
"Gak papa, lagian main nya kan di jaga mbak Ijah! kangen pingin mandi berdua sama kamu."
"Ahh mas turunin nanti jatuh.! Reana belum sempat protes kini dia sudah di gendong Fajar menuju bathup padahal pakaian nya madih utuh.
"Tuh kan mas baju ku basah semua jadinya! "
" Biar mas bukain ya! "
Fajar mulai melucuti baju istri nya satu persatu, jangan kan tangan nya bibir nya kini juga ikut bekerja ******* bibir Riena.
"Mas,,, ssshhh"
Kini kedua nya sudah tak berpenghalang,, Riena yang terbawa permainan suaminya hanya bisa ******* ,ia pun ikut mengimbangi permainan suaminya.
"Mas. shhhh" ****Riena saat sesuatu terasa menusuk di area ***** nya.
Tangan Fajar tak tinggal diam memberikan pijatan dan re****** di gunung Rieana.
Fajar menuntun istri nya untuk berdiri, setelah di rasa cukup Fajar langsung menghujamkan milik nya yang sedari tadi sudah mode on..
"Ahhh,, mas..!
__ADS_1
"Sayang......!
Fajar memacu dari belakang, suara de****** dan e******* bersahutan di dalam kamar mandi..
Hingga Fajar mempercepat gerakannya seingin suara menggoda Riena yang terdengar merdu di telinga Fajar hingga kedua nya merasa ada yang akan meledak di dalam tubuh mereka.
"Massss"
"Oh. sayang"
D********* Panjang terdengar dari kedua nya seiring pelepasan mereka...
Fajar mencium punggung istri nya sebelum melepaskan milik nya.
"Kamu yang terbaik sayang! "
"Hemm mas jadi mandi lagi aku ini."Riena senyum malu.
"Ya udah biar mas yang mandiin ya. Kamu duduk aja.
Suasana makan malam mereka sangat tenang dan bahagia di selingi celotehan Dian yang sangat ceria, namun tidak dengan Reana yang merasa ada yang mengamati nya tapi ia pun tak tau siapa karna saat Reana melihat sekeliling tak ada yang mencurigakan.
Namun di balik kaca tempat Reana dan keluarga nya menikmati makanan nya ada dua orang yang mengamati mereka. Satu orang ada lah Alex yang mengamati Reana dari dalam mobil nya dengan tatapan penuh kagum.
Sementara yang lain adalah Gisel juga turut mengamati acara makan malam Riena dari dalam mobil nya dengan tatapan sebalik nya.
Ya kini ke dua orang itu sama sama mengamati target yang sama namun dengan perasaan yang berbeda.
Hingga keluarga Fajar selesai dengan makan malam mereka maka kedua pengamat rahasia itu juga pergi meninggalkan restaurant itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Jo! Bukan kah itu Fajar dan Riena? "Tanya Alex setelah ia selesai bertemu clien nya di restoran yang sama dengan tempat Fajar dan Riena makan.
__ADS_1
"Benar tuan, itu Nyonya Riena!Apa kita akan menyapa tuan? "tanya Johan sebelum ia menyalakan mobil.
"Tidak usah. Kita lihat dari sini saja"Jawab Alex.
"Ya tuan."Hanya itu yang bisa Johan katakan walau pun jauh di dalam hatinya ada ribuan pertanyaan yang sangat ingin ia tanyakn.
Namun apa lah daya Johan, ia hanya mampu menelan pertanyaan itu ke dalam perut nya"Semoga tak menjadi buncit"Batin Johan.
"Tuan sepertinya wanita yang di dalam mobil itu juga mengamati Nyonya Riena dan Fajar."Tak sengaja mata elang Johan menangkap mata lain yang sedang fokus dengan target yang sama dengan yang di bidik olah tuan nya.
Alex pun memperhatikan wanita yang di maksud Jo. "Ya kau benar, tapi pandangan amarah yang terlihat dari sorot matanya."Johan hanya mampu sedikit menggeleng kepala nya mendengar apa yang baru saja di katakan bos nya.
"Ya anda benar tuan! "
"Selidiki dia,jangan sampai dia mencelakai Riena atau mencari masalah dengan nya"
"Baik tuan."Lagi lagi hanya itu yang bisa di katakan Jo. "Sebaik nya aku jarus lebih sering olah raga agar rasa penasaran ku tak membuat aku gemuk."Batin Johan..
__ADS_1