Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 24


__ADS_3

"Ini sudah keterlaluan mas! Pacar Riena sangat tidak sopan,bagaimana kalau kita laporkan saja dia ke polisi? "Gisel sangat emosi melihat suaminya menahan sakit. Bahkan lehernya kini terlihat bekas tangan Alex.


"Jangan, mas gak mau masalah nya semakin panjang, apalagi mas tadi juga menampar Riena. Terus terang mas kecewa sama Riena bisa bisa nya dia menerima lamaran pria brengsek itu di depan ku."Wajah Fajar memerah tapi sambil meringis menahan sakit.


"Itu lah mas, sekarang baru kelihatan belang nya Riena, aku juga tak menyangkan Riena bisa seperti itu. Dan aku rasa hubungan mereka juga sudah berjalan lama."Gisel manambah bahan bakar agar Fajar membenci Riena.


"Entah lah mas juga bingung."


"Ya sudah mas istirahat saja dulu, dan ingat mas untuk cari kerja."


Fajar melangkah masuk ke dalam kamar nya berniat ingin beristrihat namun belum sempat dia merebahkan tubuh nya sepenuh nya dering ponsel milik nya mengganggu. Dengan malas ia meraih ponsel nya yang baru saja dia letakkan di atas nakas.


"Nomer tak di kenal? Siapa? "Batin Fajar


Karena terus berdering Fajar pun meng klik tombol jawab.


"Hallo! "


"Fajar, aku peringatkan dengan mu jauhai Riena dan jangan lagi menyakitinya. Jika itu sampai terjadi maka kau akan tahu apa yang bisa aku perbuat!Suara dingin dan tegas Alex langsung bisa di kenali Fajar.


Dengan susah payah Fajar menelan saliva nya, spontan Fajar memegang leher nya yang masih terasa sakit.


"Dengar! Riena adalah istriku jadi kau atau siapa pun tak ada yang bisa melarang ku untuk menemui nya. Kau paham?justru seharusnya yang menjauhi Riena itu kamu bukan aku"Fajar tentu emosi karena karena terlepas dari masalah mereka tetap saja Riena masih istri nya.

__ADS_1


"Aku tak perduli, yang penting aku tak mau melihat Riena dan anak anak nya menderita karena kamu. Kalau itu terjadi aku tak segan segan menghabisi nyawamu! "


"Heiii,,, Anak anak Riena itu juga anak anak ku. Jadi jangan campuri urusan keluarga ku."Dengan perasaan marah yang mamuncak Fajar memutuskan sambungan telegon se bu elum. Alex bisa menjawab.


"Akhhhh,, Kurang ajar! Dasar laki laki bajingan."Teriak Fajar menggema di dalam kamar, Gisel yang baru masuk sampai kaget nyaris air minum yang di bawa nya tumpah


"Mas, kamu kenapa? "


"Laki laki itu baru saja menghubungiku dan menancam aku agar menjauhi Riena dan anak anak ku."


"Loh kok gitu? Mas kan masih suami Riena? "Gisel berpura pura bingung padahal kini dia punya rencana di kepala nya.


"Ya sudah mas istirahat aja! Gak usah di pikirin bagaimana pun mas lebih berhak dari pada dia."Kata Gisel sambil mengelus lengan suaminya.


Jo dalam keadaan pusing tujuh keliling karena Alex beberapa hari ini lebih memperhatikan Riena dari pada pekerjaan nya. Banyak meeteng yang harus di rubah jadwal nya sesuka hati Alex.



Bahkan Alex ingin menyerahkan perusahaan nya pada Jo asisten nya karena Alex ingin fokus untuk Riean. Tentu saja Jo menolak ia cuma asisten walaupun Alex tak akan jatuh miskin bila memberikan satu perusahaan nya.


"Apa Alex tidak masuk lagi Jo? Bibi Marry heran karena saat dia mengunjungi kantor Alex.


Namun tak ada siapapun disana.

__ADS_1


"Benar Nyonya."Jo hanya menjawab singkat


"Dasar anak nakal, Begitu tergila gila nya dia dengan istri orang sampai melalaikan pekerjaan nya. Aku jadi penasaran seperti apa wanita itu?"ucap bibi marry kesal.


"Sudahlah dia sudah dewasa, biar kan dia menentukan pilihan nya sendiri kita cukup mengawasi saja."Balas paman Jordan.


"Iya itu benar tapi kalau wanita itu seorang gadis atau janda tapi Alex memperhatikan istri orang. Bagaimana pendapat orang nanti tentang nya? "Rasa khawatir rerlihat jelas di wajah bibi Marry.


"Dari pada marah marah seperti ini bagaimana kalau kita jalan jalan saja? Atau kita makan di luar? "Ajak paman Jordan


"Baiklah, Biar ku lahap semua yang kau pesan sebagai wujud emosi ku."


"Hahaha. Kau ini sudah seperti monster saja akan memakan semua nya saat kau marah."


"Siapa bilang semua nya?Hanya makanan yang kau pesan saja."Bibi Merry mencebik kan bibir nya.


"Kau sudah tua jangan bertingkah imut seperti itu! "


"Kau menghina ku? "


"Tidak... Tidak... Aku hanya khawatir Jo akan jatuh cinta pada mu jika melihat mu seperti ini."Paman Jordan terkekeh sambil menghindah dari kepiting ala bibi Marry.


Sementara Jo yang melihat kemesraan dua orang itu merasa lucu dan kesal sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2