
"Mama... Reno sama dek Dian sudah pulang! "Teriak anak sulung ku begitu sampai dirumah.
"Hallo sayang.."Jawab Riena
"Ma...Dian laper! "celoteh Putri ku yang langsung ku cium pipi cuby nya.
"OK sekarang,ayo ganti baju dulu baru kita makan ya!"Ajak ku menggandeng kedua anak ku.
"Mang.. makasih ya".Imbuh ku pada supir yang menjemput anak anak.
"Ma... tadi Dian punya temen baru ma."ujar Dian
"Oh ya siapa namanya? "
"Nama nya Kanza ma, dia baik deh."Dian begitu semangat
"Kalau gitu mama mau kenalan deh, boleh?"tanyaku
"Boleh ma.Besok Dian kenalin ke mama ya. "
"Tapi Kanza sekilas mirip adek Dian ma! "Reno yang sedari tadi diam ikut berkomentar.
"Masa sih mirip adek Dian? "tanya ku penasaran
"Enggak ma mas Reno bohong! "
"Enggak adek, mas gak bohong emang Kanza mirip kamu."
"Enggak... cantikan Dian mas! "
"Ok Ok... stop dulu ya. Sekarang kita makan dulu. Dian putri yang paliiing cantik kesayangan mama."ujar ku akhirnya melihat Bibir Dian yang manyun
"Kesayangan mas Reno juga dong! "kata Reno sambil memeluk adik nya.
Walau pun kini Dian dan Reno sudah baikan tapi aku jadi kepikiran seberapa mirip sih Kanza dengan Dian sampai Reno bocah yang masih berusia 8 tahun bisa melihat kemiripan nya.
******
pov Alex
__ADS_1
"Tuan. Ini data tentang Nyonya Riena."Jo menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Alex.
Alex membaca satu persatu setiap helai kertas yang di berikan Jo padanya bahkan dengan sangat hati hati tak ingin ada yang terlewat sedikitpun.
"Jadi Fajar menejer kita di cabang kota T adalah suaminya? "Tanya Alex pada Jo
"Benar Tuan dia sangat mencintai istri nya namun sekaligus juga menutupi kebohongan besar pada istrinya."Jelas Jo
"Perdalam tentang Fajar terutama kesalahan nya dan kumpulkan bukti! "
"Baik tuan. Apa tuan akan merebut Nyonya Riena? "
"Apa urusan pribadi ku jadi masalah buat mu Jo? "tanya Alex dingin
"Tentu tidak tuan, maaf."Jo akhir nya pergi untuk melaksanakan tugas yang Alex berikan atau tepat nya menyuruh orang lain yangengumpulkan bukti.
Tak berselang lama Jo kembali dan memberikan informasi pada Alex tentang pengejaran mereka.
"Tuan.. david sudah di temukan dan sekarang ada di markas."
"Apa dia sudah buka mulut? "
"Kita kesana!"
Alex melangkah meninggalkan ruangan nya di ikuti Jo. Tak ada yang berani mengangkat kepala nya saat Alex melewati para pegawainya mereka memilih menundukkan kepalanya walau pun barisan wanita sangat terpesona dengan nya.
... Lebih dari 30 menit mobil mereka menepi di sebuah gudang tua di tengah hutan dua orang yang berjaga di depan pintu gudang membungkuk hormat pada Alex dan Jo. ...
"Silahkan Tuan! "ucap salah seorang penjaga membuka pintu dan mengantarkan pada tawanan mereka.
Suara menyayat terdengar begitu juga bau amis darah sangat menyengat.
"Bagaimana kabar mu David? "Tanya Alex dingin dan duduk di depan David yang terikat.
__ADS_1
"Jangan pernah bermimpi kau Lex akan mendapatkan apa yang kau mau! Aku bukan manusia lemah sepertimu sampai mati pun aku tak kan membocorkan apa pun. Jadi cepat bunuh aku! "Teriak David yang penuh emosi dan amarah
"Aku tau kau manusia kuat. Tapi... "Alex menjeda sesaat ucapan nya."Tidak dengan dia bukan? Dia begitu cantik dan sangat seksi pasti dia sangat mahir.. "Lanjut Alex sambil memperlihatkan foto seorang wanita pada David.
Seketika mata David melotot ia tak percaya adik yang identitasnya dia sembunyikan selama ini bisa di ketahui oleh Alex.
"Jangan sentuh dia bajingan!"Seru David sambil menarik rantai yang membelenggu nya.
"Aku tak kan menyentuh nya kau tenang saja, aku sama sekali tak tertarik."ucap Alex
David sedikit lega sebelum Alex melanjutkan ucapannya.
"Aku hanya akan menjadikan nya piala bergilir untuk anak buah ku yang setia. hahaha"
"Bajingan kau dasar manusia biadab.. jangan ganggu dia kalau kau punya nyali lepaskan aku dan kita bertarung sampai mati"
"Terserah apa katamu, ku beri satu kesempatan kalau pilih buka mulut atau adik mu yang akan membuka mulut nya."Senyum smirk Alex
"Baik aku akan bicara tapi jangan sakiti adik ku. Dia sangat polos."David menyerah karena sejahat apa pun dia pasti tak akan tega adik nya di jadikan pemuas nafsu.
\*\*\*\*\*\*\*
Beri dukungan buat author ya man tetan... biar makin semangat
__ADS_1