Mencintai Pembunuh Suamiku

Mencintai Pembunuh Suamiku
Part 11


__ADS_3

"Gimana pekerjaan kamu mas?"Riena berbasa basi pada sang suami. Jujur hatinya masih sakit dengan kebohongan yang di lakukan suaminya walau pun belum yakin seratus persen namun hati nya sedikit goyah.


Pernikahan yang di jalani selama bertahun tahun membuat Riena tak mungkin salah mengenali gestur dan postur tubuh suaminya. Apalagi pakaian yang di pakai lelaki itu sama perais dengan pakaian yang dia siapka untuk Fajar sebelum pergi ke luar kota.


"Baik sayang, aman gak ada masalah."Fajar menjawab dengan senyum mengembang.Senyum yang sampai dua hari kemarin mampu meluluhkan hati Riena,namun hari ini senyum itu justru menyakiti hatinya.


"Jangan mas, aku lagi flu nanti nular ke kamu."Tolak Riena saat Fajar ingin memeluk nya.


"Kamu sakit? Udah minum obat atau kita kerumah sakit aja ya! "


"Gak,, gak usah mas. Cuma flu aja kok.!


"Takut nya makin parah,sayang!"


"Aku udah minum obat kok mas. Kalau gak sembuh juga nanti aku kerumah sakit. Ya udah kamu istirahat aja pasti capekkan? "Riena mencari alasan agar tak mengobrol lama dwngan suaminya.


"Ya udah mas mau istirahat dulu ya. Oh iya sayang kemungkinan beberapa hari lagi mas mau ninjau proyek di kota s,jadi mas bakal ninggalin kalian lagi."


"Iya mas."Hanya itu yang bisa di ucapkan Riena.Hati nya sakit pasti suaminya akan menemui wanita itu dan ini kesempatan nya untuk melihat siapa wanita itu.


*********


"Mbok bekal anak anak udah siap? "Tanya Riena pada si mbok yang bertugas menyiapkan makanan di rumah.


"Sudah bu, ini.!Si mbok menyerahkan bekal makanan ke pada Riena.


"Biar aku yang anter anak anak sayang! "Fajar menawarkan diri


"Tumben mas! Nanti kamu telat lagian gak searah kan? "


"Gak apa apa sekali kali, biar aku yang nganter.Iya kan sayang."Fajar menggendong Dian.


"Iya ma. kita sama ayah aja! Lagian mama kan masih sakit."


"Ya sudah, makasih ya mas."


Akhirnya Riena hanya di rumah saja.Ia membuat keputusan kalau dia akan mencari pekerjaan agar ada kegiatan yang bisa di lakukan nya. Minimal sampai ia mempunyai cukup modal untuk membuka usaha sendiri nanti.


Setelah memastikan anak anak nya masuk ke sekolah Fajar segera bergegas menaiki mobil nya namun terhenti saatelihat sosok yang sangat akrab.


"Papa... kok papa ada di sini? "Tanya bocah kecil itu.


"Iya sayang, papa nunggu kamu."

__ADS_1


"Papa gak kerja?"


"Kerja sayang, nih papa mau berangkat tapi mau ketemu kamu dulu. Papa juga malam ini gak pulang ya sayang."


"Ihh papa gitu, sering pergi. "


"Iya dua hari lagi papa pulang ok. Jangan cemberut dong! "


Tanpa di sadari oleh mereka ada sepasang mata yang mengawasi dan mendengar percakapan mereka. Tangan mungil Reno mengepal erat tanda emosi, wajah nya juga memerah. Dia memang belum sepenuhnya paham apa yang terjadi tapi melihat dan memdengar ada anak lain yang memanggil ayah nya dengan sebutan papa hati kecil nya tak terima.


Awalnya Reno ingin mengambil botol minum nya yang tertinggal di mobil,namun setelah melihat apa yang terjadi ia memutuskan kembali ke kelas nya.


\*\*\*\*



"Tuan. Maaf tuan Jordan ada di lobby"Jo memberitahu Alex. Belum sempat Alex menjawab pintu ruangan nya sudah di dorong dari luar.



"Alex, kenapa telpon paman tidak kau angkat? Paman sampai harus jauh jauh datang kemari untuk menemuimu."Tanya paman nya Alex,paman Jordan yang baru sampai dari negara J langsung menuju ke perushaan Alex.



"Hal tak penting apa yang ingin paman sampaikan sampai harus datang langsung menemuiku? "Jawaban dingin Alex membuat paman nya kesal.




"Apa maksud paman, segeralah bicara atau akan aku panggilkan satpam untuk menyeret paman keluar! "Tentu saja Alex tidak serius.



Jo yang melihat perdebatan paman dan keponakan itu hanya bisa geleng kepala. Dia juga tak perlu melerai karena kedua nya saling menyayangi.



"Tuan saya permisi! "Jo ankhir nya tak tahan ingin segera keluar dari ruangan Alex.



"Jo.Apa kau juga tak akan memberikan ku minum. Dasar kalian ini tega sekali pada tua renta ini."

__ADS_1



"Baik tuan. Segera"



"Apa paman sudah jatuh miskin hingga tidak bisa membeli minum? "Alex masih saja acuh pada paman nya ini.



"Alex kalau aku jatuh miskin maka aku akan menyeret kau juga. Awas kau! Aihhh paman sampai lupa kalau paman kemari karena ingin menyampai kan sesuatu."


"Ada apa dari tadi paman banyak berbasa basi! "


"Baik lah, keluarga Jonson ingin melamar mu! Putri nya Jaslyn sangat cantik kau pasti suka, dia juga berpendidikan tinggi jadi cobalah pertimbangkan dan temui dia! "



"Apa paman datang kemari hanya untuk mengatakan itu? "



"Tentu tidak. keponakan ku paman rindu padamu, bagaimana kabar mu? "Paman Jordan memeluk Alex dan di sambut hangat oleh Alex.



"Kenapa lama sekali??"



"Kau ini, kalau bukan paman renta mu ini yang datang memeluk mu maka kau tak akan memeluk ku kan? "Tawa kedua nya pecah namun terhenti dengan kedatangan seorang wanita yangembawa minum.



"Paman tak harus datang kemari. Lihat usia paman sudah tidak muda jadi jangan melakukan perjalanan yang akan memperpendek usia paman. "



"Kalau bukan karena kau perjaka tengik, paman tidak akan datang kemari.Menikahlah paman ingin melihat mu bahagia,usia mu juga tidak muda lagi! "


" Jangan khawatir paman, masih dalam proses pendekatan."


"Oh ya. siapa dia, apakah cantik? "tanya paman

__ADS_1


"Ya dia sangat cantik, baik. Tapi dia istri orang paman. "Alex memang tak pernah menyembunyikan apa pun dari paman nya.


"Gila kau ingin merebut istri orang, Apa tak ada lagi gadis yang bisa kau kencani. Biar paman carikan! "Paman emosi mendengar penuturan Alex.


__ADS_2