
"Ra, kita harus kasih pelajaran lagi sama anak kampung itu," ujar Rika yang kini telah berdiri tepat di samping sahabatnya.
"Mhm, iya, Ra. Sepertinya dia tidak kapok dengan apa yang telah kita lakukan kemarin padanya." Yola yang kini juga telah berdiri di samping Nara ikut memanas-manasi sahabatnya.
"Tenang saja, sekarang belum saatnya untuk itu, kita tunggu saja tanggal mainnya," ujar Nara.
Nara pun melangkah meninggalkan tempat itu lalu masuk ke dalam kelas dengan hati yang terbakar.
“Ray,” sapa Nara saat Rayhan sudah berada di kelas.
Rayhan dan Nara memang satu kelas, tapi kegiatan Rayhan yang padat di luar kelas membuat dia jarang berada di kelas.
“Mhm,” gumam Rayhan menanggapi sapaan manis dari wanita yang selama ini selalu mengagumi dirinya.
“Ray, nanti siang kamu ada waktu, enggak?” tanya Nara pada Rayhan berharap pria yang dikaguminya itu akan meluangkan waktunya untuk dirinya.
“Maaf, Ra. Aku sibuk,” ujar Rayhan menanggapi pertanyaan Nara.
Rayhan hendak melangkah meninggalkan Nara. Namun, Nara langsung meraih lengan Rayhan, yang membuat langkah Rayhan terhenti seketika.
“Ada apa lagi?” tanya Rayhan kesal.
__ADS_1
Rayhan memang tidak suka dengan Nara, dia juga merasa risih untuk berada di dekat gadis sombong dan angkuh itu.
Apalagi Rayhan juga semakin tidak suka dengan Nara, setelah mengetahui bahwa Nara merupakan dalang dari semua yang telah menimpa Nara.
Pria tampan itu mengetahui hal ini karena dia tidak sengaja melihat Rika dan Yola yang sedang mengancam Yola tadi pagi.
Sejak mengetahui hal itu, justru dia ingin selalu berada di samping Viona, agar Nara dan teman temannya tidak dapat melukai atau menyakiti Viona.
“Ray, kamu kenapa sih tidak mau menyediakan waktumu untuk aku sebentar,” rengek Nara manja pada Rayhan.
Hal ini membuat Rayhan semakin jijik melihat Nara.
“Aku memang sibuk, Ra. Banyak pekerjaan OSIS yang harus aku selesaikan,” ujar Rayhan.
****
Hari hari di sekolah terus dilalui Viona dengan semangat, setiap hari dia selalu berusaha menjauh dari sosok Nara dan teman temannya. Hubungannya pun dengan Rayhan terlihat semakin dekat.
Kedekatan mereka membuat Nara semakin panas dan tak bisa menerima hal itu. Dia dan teman temannya pun kembali mulai berpikir untuk menyingkirkan Viona dari kehidupan Rayhan.
“Ra, kali ini kamu mau lakuin apa buat gadis kampung itu?” tanya Rika mulai mendesak sahabatnya untuk memberi pelajaran pada Viona.
__ADS_1
“Kalian tenang saja, aku akan memikirkan cara untuk menghabisi gadis itu, tapi kita harus mencari waktu yang tepat,” ujar Nara penuh dendam menatap tajam ke arah Viona yang kini sedang asyik mengobrol dengan Rayhan di pinggir lapangan basket.
“Vio,” panggil Rayhan.
“Mhm,” gumam Viona.
“Minggu depan OSIS akan mengadakan acara Happy Camp, kamu ikut ‘kan?” tanya Rayhan terus terang.
“Acara Happy Camp?” Viona mengulangi ucapan Rayhan.
“Iya, dalam menyambut acara HUT RI OSIS akan mengadakan Happy Camp untuk semua tingkatan yang ada di sekolah ini,” jelas Rayhan.
Viona masih terdiam mendengar penjelasan Rayhan. Untuk kali ini dia tidak bisa ikut dalam acar tersebut karena dia yakin,a acara itu akan memerlukan biaya. Viona tidak mungkin meminta uang pada ayahnya untuk acara tersebut, apalagi acara itu bukanlah acara yang diwajibkan oleh sekolah.
"Kamu mau ikut 'kan?" tanya Rayhan mengulangi pertanyaannya.
"Mhm, belum tahu, Kak. Aku minta izin ayah dulu," jawab Viona.
"Oh, ya udah. Nanti biar aku yang minta izin sama om, aku janji akan jaga kamu di acara nanti," ujar Rayhan.
Viona hanya diam, hal ini membuat Rayhan bingung.
__ADS_1
Bersambung...