
Rayhan melangkah menuju ruang keluarga, dia kini ikut duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
Menunggu penjelasan dari kedua orang tuanya tentang kenyataan yang disembunyikan oleh kedua orang tuanya itu.
"Ray," lirih Alisya.
"Bunda minta maaf sama kamu, mungkin sekarang ada waktu yang tepat untuk memberitahukanmu kenyataan yang sesungguhnya," ujar Alisya.
Rayhan menatap dalam ke arah san bunda.
"Sebenarnya ayah Viona adalah ayah kandungmu," ujar Alisya mengungkapkan kebenaran yang telah disimpannya belasan tahun.
"A-a-pa?" lirih Rayhan tak percaya.
Rayhan menoleh ke arah Firman, dia tak menyangka pria yang begitu menyayanginya sejak kecil bukanlah ayah kandungnya.
"Iya, Ray. Ayah bukanlah ayah kandungmu," ujar Firman membenarkan apa yang dikatakan oleh Alisya.
Rayhan menggelengkan kepalanya, dia masih tak percaya.
"Ayah Viona, meninggalkan bunda saat kamu berumur 3 bulan di dalam kandungan bunda," cerita Alisya.
__ADS_1
Alisya kembali mengenang luka lama yang ditorehkan oleh mantan suaminya.
Rayhan masih tak percaya yang dikatakan oleh sang bunda.
Dia belum bisa menerima kenyataan yang sesungguhnya, jika Ayah Viona adalah ayahnya, itu artinya dia telah mencintai adiknya sendiri.
"Bunda tahu, kamu pasti belum bisa menerima kenyataan ini, tapi walau bagaimanapun inilah kenyataannya kamu harus bisa menerima takdir ini, makanya Bunda melarang kamu berdekatan dengan Viona, bunda takut kalian terikat dalam cinta terlarang," ujar Alisya berusaha membuat sang putra mengerti.
Rayhan masih saja diam, dia tak tahu harus berkata apa.
"Tapi, Sayang. Bunda harap kamu tidak memberi tahu hal ini pada Viona. Biarkan ayahmu yang memberitahu Viona tentang kenyataan ini," ujar Alisya berharap Rayhan bisa merahasiakan apa yang telah diceritakannya.
Rayhan pun terdiam mendengar permintaan sang bunda.
Alisya menggelengkan kepalanya, Alisya sendiri tidak tahu apakah Yoga tahu tentang kenyataan ini.
"Jadi, Om Yoga belum tahu bahwa aku adalah anaknya?" ujar Rayhan lagi.
Rayhan tak menyangka ayah kandungnya sama sekali tidak peduli akan dirinya.
"Kenapa ayah meninggalkan bunda?" tanya Rayhan ingin mengetahui lebih banyak tentang ayah kandungnya yang tega meninggalkan sang bunda.
__ADS_1
Alisya terdiam mendengar pertanyaan putranya, dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Ray," lirih Firman.
Rayhan pun menoleh ke arah pria yang diyakininya sebagai ayah kandungnya.
"Saat ini, bunda tidak bisa menjawab pertanyaanmu, karena bunda tidak berhak menjawabnya. Kamu bisa tanyakan langsung pada Yoga, jika dia sudah tahu bahwa kamu adalah anaknya," ujar Firman berharap sang putra tak lagi mempertanyakan hal itu pada istrinya.
Alisya memang tak bisa menjawab pertanyaan sang putra, karena Alisya tidak mau Rayhan membenci Yoga, ayah kandung Rayhan.
"Baiklah, Bun. Ray takkan bertanya lagi tentang ini," ujar Rayhan.
"Tapi, satu hal permintaan Ray." Rayhan mengajukan sebuah permintaan pada sang bunda.
"Apa itu, Nak?" tanya Alisya pada sang putra.
"Ray, minta ayah Firman tetap menjadi ayah Ray sampai kapan pun, meskipun darah ayah Firman tak mengalir di tubuh Ray," ujar Rayhan menatap dalam pada ayah tirinya itu.
Firman langsung menghampiri Rayhan dan memeluk erat tubuh Rayhan.
"Sampai kapan pun kamu tetap anak ayah," lirih Firman terharu mendengar permintaan Rayhan.
__ADS_1
Dia rak menyangka Rayhan akan tetap menganggap dirinya sebagai ayahnya meskipun dia sudah mengetahui siapa ayah kandungnya.
Bersambung...