
Rayhan dan Firman saling berpelukan.
Kasih sayang Firman pada Rayhan tak ada habisnya, Firman tetap menyayangi Rayhan sebagai putranya.
Beberapa bulan telah berlalu, sejak Rayhan tahu bahwa Viona adalah adiknya, Rayhan terus menjaga Viona dari jauh.
Dia tak lagi memperlihatkan perhatian yang berbeda pada adiknya itu.
Rayhan tidak ingin rasa cintanya terus tumbuh pada wanita yang sedarah dengannya.
Hingga waktu kelulusan Rayhan pun datang.
Saat acara kelulusan Rayhan, Viona memberanikan diri untuk berbicara dengan Rayhan.
"Kak," panggil Viona saat acara belum dimulai.
Rayhan kaget saat melihat Viona sudah berada di belakangnya.
"Vio," lirih Rayhan.
"Bolehkah aku bicara denganmu?" tanya Viona pada Rayhan.
Awalnya Rayhan ingin menolak, tapi melihat wajah Viona yang penuh harap membuatnya tak lagi bisa menolak.
"Ada apa?" tanya Rayhan.
"Aku ingin bicara denganmu, walaupun ini untuk terakhir kalinya," pinta Viona.
Viona sadar diri dengan ketidakmampuannya, sehingga dia tak lagi mengharapkan cintanya berbalas dari Rayhan.
Berbulan-bulan dia menahan rasa sakit dijauhi oleh Rayhan, hari ini dia ingin mengetahui alasan Rayhan menjauhi dirinya.
Mendengar ucapan Viona membuat Rayhan merasa terluka, dia sedih mendengar ucapan Viona.
Ucapan Viona membuat dirinya seperti seorang pria yang tak bertanggung jawab dan membiarkan Viona menderita karena cinta yang ada di hatinya.
"Baiklah," lirih Rayhan.
Rayhan pun mengajak Viona pergi ke taman belakang sekolah, di sana terlihat sepi tak ada siswa yang berlalu lalang.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Rayhan pura-pura tidak tahu apa maksud Viona mengajak dirinya bicara.
__ADS_1
"Saat kakak menyatakan cinta kakak padaku, aku juga merasakan hal yang sama, tapi saat kakak menjauhiku aku merasa kakak sudah mempermainkan hatiku," lirih Viona mengungkapkan apa yang dirasakannya saat ini.
Rayhan masih diam menunggu kata-kata lain dari Viona.
"Sebelum kakak pergi jauh dariku, aku ingin tahu alasan kakak menjauhiku agar aku bisa menjaga hatiku untuk tidak membencimu," ujar Viona.
Rayhan menatap dalam ke arah Viona, dia tidak tahu haru berkata apa pada Viona.
Selama ini dia memang menjauh dari Viona, tapi dia selalu memantau dan menjaga Viona dari jauh.
Saat ini Rayhan tengah berusaha mengubah rasa cintanya yang tumbuh di hatinya menjadi rasa sayang yang tertuju pada adiknya.
Cinta dan kasihnya yang awalnya ingin memiliki Viona sebagai pendamping hidup, kini rasa itu diubahnya menjadi rasa sayang untuk seorang adik.
"Vio, aku minta maaf telah membuatmu terluka, tapi aku mohon hapuslah rasa yang ada di hatimu untukku," lirih Rayhan.
"Beritahu aku alasannya apa, Kak?" pinta Viona terus mendesak Rayhan untuk jujur.
Rayhan menyentuh pundak Viona, dia menatap dalam sang adik.
"Sampai kapan pun aku akan tetap menyayangimu tapi bukan sebagai seorang kekasih, aku juga ingin kamu menghapus rasa yang ada di hatimu untukku," ujar Rayhan masih bingung memikirkan cara untuk menyampaikan kenyataan yang sesungguhnya.
"Beri aku sebuah alasan, Kak." Viona terus memohon pada Rayhan.
"Kamu akan mengetahui alasannya suatu hari nanti, aku berharap kamu bisa bersabar hingga waktu itu tiba," ujar Rayhan.
Dia masih saja tak bisa memberitahu Viona kenyataan yang menyakitkan itu karena Rayhan sudah berjanji pada bundanya tidak akan memberitahu Viona, karena bunda Rayhan tidak ingin Rayhan dan Viona tahu perbuatan kotor yang telah dilakukan oleh Yoga di masa lalu.
Viona hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar ucapan Rayhan.
Sampai kapan pun Viona mendesak Rayhan, Viona yakin Rayhan tidak akan memberitahu dirinya.
Akhirnya Viona pun memilih untuk meninggalkan Rayhan begitu saja.
Viona melangkah menuju parkiran, lalu mengambil scooter miliknya.
Viona memilih untuk pulang karena dia tidak sanggup lagi menahan derita luka yang telah dilakukan oleh Rayhan.
Sesampai di rumah, Viona langsung masuk ke dalam kamarnya.
Yoga heran melihat sang putri pulang sekolah lebih awal apalagi dengan keadaan yang murung.
__ADS_1
Yoga yakin ini semua ada kaitannya dengan Rayhan, Yoga pun bermaksud untuk mencari tahu masalah yang tengah dihadapi oleh putrinya.
Akhirnya Yoga memutuskan untuk datang menemui Alisya di kediamannya.
Kini Yoga telah berada di rumah keluarga Herlambang yang dulu ditinggalkan Yoga begitu saja.
Dia menatap ke beberapa dinding rumah memperhatikan setiap foto yang berisi keluarga besar Herlambang.
Yoga hanya bisa menitikkan air matanya yang tak bisa menahan rasa rindunya pada semua keluarga besarnya.
"Ada apa kau datang ke sini?" tanya Alisya heran melihat Yoga tengah duduk di sofa ruang tamu.
"Alisya, maaf jika kedatanganku ini mengganggu dirimu, aku hanya ingin bertanya, apa yang membuat Rayhan menjauhi putriku?" tanya Yoga terus terang.
Yoga sangat menyayangi putrinya, dia tidak bisa melihat putrinya terluka dan bersedih.
Alisya tersenyum getir mendengar pertanyaan dari mantan suaminya itu.
"Mhm, apakah kamu tidak sadar bahwa yang dicintai putrimu adalah kakak kandungnya?" ujar Alisya jujur.
Akhirnya Alisya dapat mengungkapkan kenyataan yang membuat dirinya terluka.
Yoga menghela napas panjang mendengar ucapan Alisya.
Dia tengah memikirkan maksud dari perkataan sang mantan istri.
"Apa maksudmu?" tanya Yoga.
"Apakah kamu tidak menyadari bahwa pria yang dicintai putrimu adalah kakak kandungnya beda ibu," jawab Alisya dengan lantang.
"Apa? Jadi, Rayhan itu adalah putraku?" tanya Yoga memastikan dirinya tak salah tangkap maksud ucapan sang mantan istri.
"Ya, Rayhan adalah darah dagingmu yang kau tinggalkan saat umurnya masih 2 bulan dalam kandungan," ujar Alisya lantang.
Yoga terdiam mendengar ucapan Alisya.
Dia termenung sejenak. Dia merutuki kebodohanku yang sama sekali tidak menyadari bahwa Rayhan adalah putranya.
Tanpa berkata apa-apa, Yoga berdiri lalu melangkah keluar dari kediaman keluarga Herlambang.
Dia meninggalkan Alisya yang bingung melihat sikapnya.
__ADS_1
Bersambung...