Mencintai Putri Ayahku

Mencintai Putri Ayahku
Bab 8


__ADS_3

Rasa takut yang menyelinap di hati Viona membuat gadis itu pingsan tak sadarkan diri.


Ular yang berada di gudang itu terus merayap mendekati Viona. Hewan melata itu hendak menggigit Viona, beruntung gadis itu tak lagi bergerak maka hewan melata itu pun meninggalkan Viona begitu saja.


Tak lama setelah itu, Rayhan datang mendobrak pintu gudang itu, saat dia hendak meninggalkan gudang, dia mendengar sesuatu yang jatuh dari ruangan yang tak pernah disentuh oleh warga sekolah hati.


Samar-samar Rayhan dapat melihat sosok Viona yang terikat di kursi yang sudah jatuh ke lantai.


Rayhan juga melihat ular yang mulai menjauh dari Viona yang kini tak sadarkan diri.


"Vio!" pekik Ayah Viona sangat mencemaskan putrinya.


Dia dan Rayhan langsung mendekati Viona, perlahan Rayhan membuka ikatan kaki dan tangan Viona.


Ayah Viona pun membuka lakban yang menutupi mulut sang putri.


"Vio, apa yang sudah terjadi, Nak?" lirih Ayah Viona merasa iba melihat kondisi putrinya saat ini.


"Kita harus bawa Viona keluar dari sini, Om," ajak Rayhan.


Ayah Viona mengangguk, dia pun berusaha untuk mengangkat tubuh Viona.


"Om biar saya yang bantu gendong Viona." Rayhan menawarkan diri pada Ayah Viona karena dia merasa kasihan pada pria yang telah berumur itu.


Rayhan pun mengangkat tubuh Viona yang kini masih tak sadarkan diri.


Rayhan membawa Viona ke ruang satpam, di ruang satpam itu mereka berusaha membangunkan Viona.


Perlahan Viona pun mulai membuka matanya, dia melihat samar-samar orang-orang yang kini berada di kelilingnya.


Viona langsung bangun lalu memeluk tubuh renta sang ayah.


"Ayah, Vio takut," rintih Viona mengadu.


"Tenang, Sayang. Kamu baik-baik saja, ayah sudah di sini, tak akan ada yang berani menyakitimu," ujar ayah Viona berusaha menenangkan putrinya yang masih cemas dan takut.


Rayhan menghampiri Viona, dia mengelus punggung Viona yang kini masih memeluk tubuh sang ayah.


"Kamu tenang saja, aku sudah meminta beberapa orang temanku untuk menyelidiki masalah ini, aku tidak akan memberi ampun terhadap orang yang berniat jahat padamu," ujar Rayhan dengan jelas.


Dengan terang-terangan, Viona pun mulai menunjukkan perhatiannya pada Viona, yang mana gadis ini mulai menyelinap di hatinya.


Ayah Viona langsung menatap tajam ke arah Rayhan, dia tidak suka mendengar ucapan Rayhan tadi, Ayah Viona hanya merasa saat ini dia harus hati-hati dalam menjaga putrinya.


Ayah Viona dapat melihat dengan jelas rasa kagum yang terpancar dari sorotan mata Rayhan teruntuk pada putrinya.

__ADS_1


"Kak," lirih Viona sembari melepaskan pelukannya pada tubuh renta sang ayah.


"Mhm," gumam Rayhan.


"Sudahlah, Kak. Tidak usah diperpanjang masalah ini," lirih Viona.


Viona tidak ingin mempermasalahkan apa yang baru saja menimpa dirinya, syukur saat ini, dia masih hidup setalah apa yang dilewatinya tadi.


Rayhan menautkan kedua alisnya tak percaya saat mendengar apa yang diucapkan oleh Viona, dia tak menyangka Viona akan mengabaikan apa yang telah menimpa dirinya.


"Tidak bisa, Vio. Apa yang telah kamu alami saat ini, sudah menjadi tindakan kriminal. Hal ini harus kita laporkan pada polisi," jelas Rayhan.


Sebagai seorang ketua OSIS di sekolah itu, Rayhan tidak mau hal ini menjadi kebiasaan bagi siswa yang lain.


"Tidak usah, Kak. Aku tahu dan kenal siapa yang melakukan ini, aku hanya tidak ingin berurusan lebih lama lagi dengan orang itu," ungkap Viona.


"Siapa?" desak Rayhan yang penasaran.


"Tidak, Kak." Viona menggelengkan kepalanya.


Hal ini berhasil membuat Rayhan, semakin penasaran.


"Kamu tidak perlu tahu siapa yang sudah melakukan ini, Kak. Yang penting aku bisa selamat dari bahaya ini," lirih Viona tidak ingin memperpanjang urusan dengan wanita yang bernama Nara.


Dia ingin memastikan siapa yang melakukan hal jahat terhadap wanita yang mulai dikaguminya itu, Rayhan tidak ingin hal ini terjadi untuk kedua kalinya.


Apalagi saat ini dia tengah mencurigai Nara dan teman-temannya yang telah melakukan hal ini.


Dia hanya ingin menjaga Viona, agar dia tak lagi berada dalam bahaya seperti saat ini.


"Ya sudah, ayo kita pulang. Kamu pasti lapar, dan lelah," ajak Ayah Viona.


Pria paruh baya itu dapat merasakan ketakutan dan kelelahan sang putri saat ini.


Viona menganggukkan kepalanya.


"Biar saya antar, Om," tawar Rayhan.


"Tidak usah, Nak Rayhan. Kami pulang menggunakan scooter milik Viona saja." Ayah Viona berusaha menolak tawaran Rayhan dengan halus.


"Tapi, Om. Keadaan Viona saat ini belum bisa dikatakan aman, karena bisa jadi orang yang ingin menjahati Viona masih berkeliaran di dekat kita," ujar Rayhan mengkhawatirkan keselamatan Viona dan Ayahnya.


"Mhm," gumam Ayah Viona mulai berpikir.


"Scooter Viona biar diantar oleh salah satu temanku nanti, Viona dan Om ikut aku di mobil. Aku akan mengantarkan kalian berdua hingga sampai di rumah," ujar Rayhan.

__ADS_1


Ayah Viona tak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa menyetujui tawaran Rayhan, apalagi Viona tidak menolak sama sekali.


"Baiklah, kalau begitu kami ikut kami saja," lirih ayah Viona.


Sejujurnya Ayah Viona merasa bahwa Rayhan merupakan seorang pria yang baik hati, dia juga merasa hatinya merasa dekat dan nyaman jika bersama Rayhan.


Ayah Viona juga merasa tenang, jika Rayhan berada di samping putrinya, tapi dia sengaja menyembunyikan perasaannya itu dan berusahalah bersikap biasa saja terhadap pemuda tampan nan kaya raya itu.


Setelah itu Rayhan pun mengantar Viona dan Ayahnya ke rumah sederhana mereka.


Sementara itu salah satu teman Rayhan pun akan mengantarkan scooter Viona langsung ke rumah.


"Terima kasih, Nak Rayhan. Hari ini om sudah banyak merepotkan kamu," ujar Ayah Viona saat mereka telah sampai di depan rumah sederhana tempat ayah dan anak itu berlindung sejak beberapa tahun yang lalu.


"Sama-sama, Om. Tidak mereka, aku senang bisa membantu Viona," lirih Rayhan sambil tersenyum.


Lagi-lagi Ayah Viona dapat melihat bahwa pria tampan yang telah membantunya ini sangat mengagumi putrinya.


Ayah Viona tersenyum pada Rayhan. Rayhan membalas senyuman itu, lalu dihapur menarik tangan putrinya akan masuk ke dalam rumah.


Walau bagaimanapun ayah Viona harus tetap menjaga jarak pertemanan antara Viona dan Rayhan.


Ayah Viona takut sang pemuda mulai jatuh cinta pada putrinya begitu juga dengan Viona.


Ayah Viona takut, Viona akan jatuh Cinta pada Rayhan, karena sudah lumrah seorang wanita yang mendapatkan perhatian lebih dari seorang pria maka hati si wanita akan mudah menyukai so pria.


"Terima kasih, Kak." Viona mengucapkan kata terima kasih pada Rayhan.


Rayhan mengangguk sambil memasang senyuman yang begitu menawan.


Ayah Viona memberi kode pada putrinya untuk masuk ke dalam rumah, Viona mengerti dengan isyarat yang diberikan ayahnya.


Viona masuk ke dalam rumah, setelah itu Rayhan pun pulang.


****


"Sial!!!" pekik Nara kesal.


Dia tak percaya, rencananya untuk menghabisi Viona gagal begitu saja.


"Aku harus melakukan sesuatu, dia tidak boleh membeberkan pelaku dari penganiayaan yang baru saja aku lakukan," gumam Nara.


Nara pun mulai berpikir keras agar dia dapat melakukan sesuatu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2