Mencintai Putri Ayahku

Mencintai Putri Ayahku
Bab 11


__ADS_3

Mereka terdiam beberapa menit.


"Kamu enggak suka acara ini, ya?" tanya Rayhan.


Rayhan sangat berharap Viona ikut dalam acara ini.


"Mhm, bukan aku tidak suka, Kak. Tapi,--" Viona menggantung ucapannya.


Dia mulai berpikir. Tidak mungkin dia mengungkap alasan sesungguhnya pada Rayhan.


"Ya sudah, kamu ikut, ya. Aku akan ngomong dengan ayah kamu nanti saat pulang sekolah," ujar Rayhan pada Viona mengambil keputusan sepihak.


Viona hanya diam, dia tak lagi bisa berbuat apa-apa, kecuali mengikuti apa yang dikatakan Rayhan.


"Nanti pulang sekolah biar aku antar pulang, sekaligus aku mau ngomong sama ayah kamu," ujar Rayhan.


"Tapi, aku ke sekolah kan bawa scooter," ujar Viona berusaha menolak tawaran Rayhan dengan halus.


"Kamu tenang saja, nanti biar Ridwan yang bawa scooter kamu pulang," ujar Rayhan.


"Tapi, Kak." Viona merasa tidak enak pada Rayhan.


Begitu juga dengan ayahnya, dia takut ayahnya akan marah padanya karena membiarkan Rayhan semakin hari semakin masuk ke dalam kehidupannya.


Ingin Viona menolak untuk dekat pada pria tampan dan baik hati itu, tapi apalah daya hatinya juga menginginkan kedekatan itu terjalin.


Tanpa disadarinya, hati kecilnya telah merasa nyaman berada di samping Rayhan.


Saat pulang sekolah, Ridwan dan Rayhan sudah stand by menunggu Viona.


“Hai, Vio,” sapa Ridwan yang telah berdiri di samping scooter milik Viona.


“Eh, Kak Ridwan,” lirih Viona.


Ternyata Rayhan tidak main main dengan apa yang dikatakannya, dia benar benar menyuruh Ridwan membawa scooter milik Viona pulang.


“Ayo, aku akan antar kamu pulang. Kasih kunci scootermu padanya,” perintah Ridwan.


Mau tak mau Viona pun memberikan kunci scooternya pada Rayhan, dari kejauhan Rasya melihat Ridwan yang menerima kunci scooter sahabatnya.

__ADS_1


Dia mulai penasaran dengan apa yang tengah terjadi antara Viona dan Ridwan. Ada rasa cemburu terbesit di dalam hatinya.


Setelah itu Rasya pun pergi tanpa melihat Viona yang pergi bersama Rayhan. Dia mengira saat ini Viona memiliki hubungan dengan Ridwan, kakak kelas yang disukainya.


Viona masuk ke dalam mobil sport mewah milik Rayhan, ini kali sudah ke beberapa kalinya Viona menaiki mobil mewah milik Rayhan karena semakin hari hubungan Viona dan Rayhan semakin dekat.


Sepanjang perjalanan tak banyak kata yang keluar dari mulut Viona, saat ini yang ada di pikirannya adalah bagaimana jawaban sang ayah saat Rayhan akan meminta izin padanya.


“Vio, kamu kenapa?” tanya Rayhan heran melihat Viona yang sedari tadi hanya diam.


“Tidak apa apa,” lirih Viona.


“Mhm, benar tak ada masalah yang sedang kamu pikirkan?” tanya Rayhan pada Viona.


Viona menggelengkan kepala sembari tersenyum.


“Tidak,” lirih Viona.


Gadis itu pun berusaha menutupi kerisauan hatinya.


Tak berapa lama mereka pun sampai di depan rumah sederhana, tempat tinggal Viona dan ayahnya.


“Assalamu’alaikum,” ucap Viona saat membuka pintu rumah.


“Wa’alaiakumsalam,” jawab Ayah Viona yang duduk di kursi ruang tamu sembari membukabuka ponselnya.


“Ayo, masuk,” ajak Viona pada Rayhan.


Ayah Viona mengernyitkan dahinya saat mendengar sang puttri menyuruh seseorang masuk ke dalam rumahnya, sembari menunggu siapa yang datang bersama putrinya.


“Assalamu’alaikum,”ucap Rayhan saat masuk ke dalam rumah mengikuti Viona.


Rayhan menyalami Ayah Viona setelah gadis itu menyalami ayahnya, setelah itu mereka pun duduk di bangku ruang tamu bersama ayah Viona.


“Rayhan, apa kabar?” tanya Ayah Viona ramah.


Walaupun Ayah Viona selalu menasehati putrinya untuk dekat dengan Rayhan, tapi tak dipungkiri Ayah Viona merasa nyaman melihat putrinya dekat dengan pria kaya raya nan baik hati itu.


“Alhamdulillah, baik, Om,” jawab Rayhan.

__ADS_1


Ayah Viona menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, saat ini ayah Viona tengah menunggu apa yang akan dikatakan oleh Rayhan pada dirinya. Dia yakin saat ini Rayhan memiliki tujuan datang ke rumahnya.


“Om,” lirih Rayhan pelan menarik perhatian ayah Viona.


“Mhm,” gumam ayah Viona.


“Sebelumnya aku minta maaf, jika kedatangan aku ke sini mengganggu Om,” ujar Rayhan memulai katakata yang akan disapaikannya pada Rayhan.


“Apa yang ingin kamu sampaikan?” tanya Ayah Viona terus terang.


“Mhm, begini, Om. Pekan depan sekolah akan mengadakan acara Happy camp, aku datang ke sini untuk meminta sama om untuk memberi izin pada Viona untuk ikut dalam acara ini,” ujar Rayhan menyampaikan tujuan kedatangannya.


“Acara Happy Camp?” lirih Ayah Viona sa,mbil menautkan kedua alisnya.


“Iya, Om. Acara ini dilaksanakan untu semua tingkat yang ada di SMA Garuda, kami mengadakan acara ini dalam memperingati HUT RI,” jelas Rayhan.


“Mhm, lalu apakah acara itu tidak akan berjalan dengan lancar jika Viona tidak ikut?” tanya Ayah Viona yang sengaja menguji Rayhan.


“Mhm, bukan begitu, Om. Sebagai teman Viona aku ingin Viona ikut dalam acara ini, agar Viona mendapatkan pengalaman yang baru selama bersekolah di SMA Garuda,” jelas Rayhan.


Rayhan berusah membujuk Ayah Viona yang terlihat berat untuk memberi izin pada putrinya.


Sementara itu Viona hanya diam, dia takut ayahnya akan marah padanya sudah lancang membawa Rayhan ke rumah hanya untuk hal ini.


Ayah Viona menghela napas panjang. Dia tampak berpikir, dia menatap putrinya sekilas.


“Vio,” lirih Ayahnya.


Perlahan Viona mengangkat kepalanya, lalu menatap sang ayah.


“Apakah kamu mau ikut acara itu?” tanya sang ayah langsung pada putrinya.


Viona menoleh ke arah Rayhan, sejenak, lalu kembali menatap sang ayah.


“Aku akan ikut jika ayah mengizinkan, jika ayah tidak mengizinkan aku pun tidak ingin ikut,” jawab Viona.


Hanya itu katakata yang dapat diucapkannya, dia tidak ingin ayahnya merasa bersalah jika dia menolak permintaan Rayhan.


Ayah Viona masih diam. Rayhan dan Viona hanya bisa menunggu katakata yang akan keluar dari mulut pria paruh baya itu.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2