Mencintai Putri Ayahku

Mencintai Putri Ayahku
Bab 12


__ADS_3

“Ayah akan memberi izin pada Viona, tapi ada syaratnya,” ujar Ayah Viona setelah beberapa menit mereka saling diam.


“Apa syaratnya, Om?” tanya Rayhan antusias.


Dia terlihat senang mendengar ucapan ayah Viona.


“Kamu harus janji sama om akan menjaga Viona, dan kamu tidak akan membiarkan Viona berada dalam bahaya,” ujar Ayah Viona tegas.


Ayah Viona tidak mau acara Happy Camp itu nantinya menjadi malapetaka bagi putrinya, dia trauma dengan kejadian yang dulu pernah menimpa sang putri.


“Baik, Om. Aku akan menjaga Viona dengnan baik,” ujar Rayhan berjanji pada ayah Viona.


Viona terharu mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Rayhan, jantungnya berdetak kencang. Hatinya mulai berbunga bunga. Entah perasaan apa yang kini mulai tumbuh di dalam hatinya.


Sang ayah melihat wajah sang putri yang berubah, dia yakin saat ini putrinya merasa tersanjung dengan apa yang dilakukan oleh pria tampan nan baik hati ini.


“Ehem.” Ayah Viona berdehem sambil melirik ke arah sang putri.


Viona menoleh ke arah sang ayah. Dia tahu saat ini ayahnya tengah menyadari perasaannya.


“Eh, maaf. Aku ambilkan minum dulu,” lirih Viona.


Dia berusaha menutupi wajahnya yang tadi sempat memerah bersemi.


Rayhan juga dapat melihat ekspresi bahagia yang terpancar di wajah waniya yang dikaguminya itu.


Viona hendak berdiri.


“Vio, tidak usah repot repot. Aku harus cepatcepat pulang,” ujar Rayhan menghentikan gerakan Viona.


“Tapi, Kak,” lirih Viona.


“Tidak apa apa, lagian Ridwan juga sudah datang,” ujar Rayhan.


“Mhm, ya sudah kalau begitu,” lirih Viona.


“Om, kalau begitu saya pamit dulu, saya ucapkan terima kasih atas izin yang telah om berikan pada Viona,” ujar Rayhan berpamitan pada ayah Viona.


“Baiklah.” Ayah Viona mengangguk.


Setelah itu mereka pun berdiri mengantar Rayhan keluar dari rumah. Di depan rumah Viona telah berdiri Ridwan yang baru saja selesai memarkirkan scooter milik Viona.


“Saya pamit, Om,” ujar Rayhan sambil menyalami tangan ayah Viona.


Ayah Viona menyambut tangan Rayhan, di sisi lain Ayah Viona merasa khawatir dengan perasaan sang putri, tapi di sisi lain, dia sangat sennag melihat putrinya dekat dnegan pria tampan nan baik hati itu.


Setelah itu Ayah Viona pun masuk ke dalam rumah, dia memberi ruang pada putrinya untuk berbicara sekilas dengan Rayhan sebelum Rayhan meninggalkan rumahnya.


“Bagaimana, kamu senang kan bisa ikut?” tanya Rayhan sebelum meninggalkan rumah Viona.

__ADS_1


Viona mengangguk. “ Terima kasih, Kak,” ucap Viona.


Hanya itu kata kata yang bisa diucapkannya.


Setelah itu Rayhan dan Ridwan masuk ke dalam mobil, mereka pun berlalu. Sedangkan Viona langsung masuk ke dalam rumah.


“Vio,” panggil ayahnya saat Viona sudah masuk ke dalam rumah.


Awalnya Viona ingin langsung ke kamarnya untuk menghindari banyak pertanyaan yang akan ditanyakan oleh ayahnya, tapi mau tak mau dia harus berhenti lalu dia pun duduk di kursi tamu berhadapan dengan sang ayah.


“Apakah kamu menyukai pria itu?” tanya Ayah Viona.


Viona terdiam mendnegar pertanyaan itu, dia mulai berpikir harus menjawab pertanyaan itu dengan apa karena di saat ini, dia sendiri tidak tahu apa yang ada di hatinya.


Ayah Viona menatap dalam putrinya yang kini menunduk sembari menunggu jawaban atas pertanyaan yang baru saja dilontarkannya.


Viona masih belum menjawab pertanyaan dari ayahnya sehingga ayah Viona kembali mengulang pertanyaannya.


"Kenapa diam?" tanya Ayah Viona pada putrinya.


"Maafkan Vio, Yah," lirih Viona di hadapan sang ayah.


Ucapan Viona menjelaskan bahwa dia mulai tertarik pada sosok Rayhan.


"Ayah harap, kamu juga jangan terlalu berharap pada pemuda itu," nasehat ayah Viona.


Setelah itu Ayah Viona berdiri lalu meninggalkan putrinya yang masih terdiam di tempatnya.


Ayah Viona takut putrinya terluka karena hal itu.


****


Acara Happy Camp akan diadakan esok hari. Hari ini Rayhan mengajak Viona ke mall untuk membeli beberapa barang yang akan dibutuhkan dalam perjalanan mereka seminggu ke depan.


Acara Happy Camp akan berlangsung selama 1 Minggu di bumi perkemahan yang ada di Bogor.


"Kak, kita mau ke mana?" tanya Viona.


Rayhan sengaja tidak memberitahu Viona tujuan mereka kali ini.


"Mhm, kamu liat saja, yang pasti aku enggak akan bawa kamu ke tepat yang aneh-aneh, kok," jawab Viona.


Viona tak dapat berbuat apa-apa lagi, dia hanya diam mendengar jawaban Rayhan.


20 menit perjalanan mereka pun sampai di depan sebuah mall yang ada di kota itu.


"Kita ngapain ke sini, Kak?" tanya Viona penasaran.


Viona tahu gedung yang tinggi di hadapannya ini merupakan sebuah mall, tapi dia tidak tahu apa saja yang ada di sana karena selama ini dia tidak pernah menginjakkan kaki di toko yang biasa disebut orang dengan kata mall.

__ADS_1


"Udah, kita masuk dulu aja," ajak Rayhan.


Rayhan menarik tangan Viona lalu mengajak gadis itu mengikuti langkahnya masuk ke dalam mall.


Rayhan mengajak Viona berkeliling sambil cuci mata, Viona tak banyak berkomentar, dia hanya banyak diam karena dia merasa canggung berada di tempat itu.


"Vio," lirih Rayhan setelah mereka berjalan beberapa lantai.


"Mhm," gumam Viona.


"Kamu tidak suka berada di tempat ini?" tanya Rayhan pada gadis yang bersamanya saat ini.


"Bukan aku tidak suka, Kak. Tapi, aku merasa asing berada di tempat ini," tutur Viona jujur.


Rayhan mengernyitkan dahinya sembari berusaha mencerna arti dari ucapan Viona.


"Jangan-jangan selama ini Viona tidak pernah ke sini," gumam Rayhan di dalam hati menebak arti ucapan Viona.


"Apakah kamu merasa tidak nyaman?" tanya Rayhan lagi.


"bukannya aku tidak nyaman berada di sini, tapi aku hanya merasa asing karena seumur hidupku aku belum pernah mengunjungi tempat seperti ini," tutur Viona.


"Ya ampun, sesulit Apakah hidup yang kamu jalani selama ini, sehingga untuk refreshing di tempat seperti ini saja tidak pernah kamu lakukan," gumam Rayhan lagi di dalam hati.


Dia merasa kasihan terhadap sosok wanita yang kini bersamanya, dia dapat membayangkan betapa sulitnya kehidupan yang telah ditempuh oleh Viona sejak dia masih kecil.


"Ya sudah kalau begitu kita langsung ke lantai dasar saja untuk mencari kebutuhan yang kita perlukan di acara Happy Camp nanti," ajak Rayhan.


Mereka pun melangkah menuju lantai dasar, mereka masuk ke dalam Rama**na untuk mencari barang-barang yang akan mereka bawa ke perkemahan.


Seperti beberapa mie instan serta berbagai jenis cemilan lainnya.


"Apakah setiap perkemahan kita harus bawa makanan seperti ini?" tanya Viona pada Rayhan.


"Mhm, ya. Sekadar persiapan saja, mana tahu kita butuh saat berada di perkemahan," ujar Rayhan lagi.


Selama ini setiap kali Rayhan mengikuti acara perkemahan, dia selalu menyiapkan banyak makanan untuk bekal selama berada di bumi perkemahan nantinya.


"Apakah seperti ini gaya hidup orang kaya?" gumam Viona di dalam hati.


Rayhan membawa barang-barang yang sudah dipilihnya, ke kasir untuk membayarnya.


Setelah selesai berbelanja, mereka langsung keluar dari mall tersebut, Rayhan merasa tidak enak pada Viona karena dia dapat melihat dengan jelas suasana hati Viona selama berada di dalam mall tadi.


Setelah berada di luar mall, mereka langsung melangkah menuju parkiran yang ada di depan gedung mall.


Saat melangkah menuju mobil, seseorang datang mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan yang tinggi.


"Aaaaaaaa," teriak Viona.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2