MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
KAREN LIU


__ADS_3

🍹🍲🍛🍨


Makan malam bersama-sama Karen dan Carol berlangsung aman.Tiada rungutan dari wanita paruh baya itu.Malah berpuas hati dengan layanan yang diberikan oleh karyawan resort itu.Manakala Karen terpaksa mengawal emosi dan sikapnya yang suka bergelayut manja pada Ricardo, menyebabkan Ricardo bisa makan dengan tenang.


"Rich,lagi dua hari tante akan kembali lagi ke Sydney.Bisa gak tante titipkan Karen di sini.Ya,jika kamu gak keberatan,dia bisa loh kerja disini sebagai asistennya kamu."Carol menatap wajah pria yang duduk di hadapannya dengan penuh harapan.


Karen anak yang manja.Sifatnya kadang-kadang menyesakkan napas dan pikiran Carol.Dia berharap,jika Karen tinggal dengan Ricardo sikap manja dan keras kepala anak manjanya itu bisa beransur berubah menjadi lebih baik.Dengan sikap Ricardo yang tegas,dia pasti pria itu bisa menolongnya.


"Aku bisa aja menyuruhnya tinggal.Tapi dia akan bekerja sebagai karyawan ku dan bukan asisten aku.Harus tahu satu perkara,aku gak suka yang namanya main-main jika bekerja."Ucap Ricardo tegas dan keras.


Karen yang mendengar berita baik itu langsung bersorak gembira.


"Makasih Rich."Karen bangun lalu ingin memeluk Ricardo,namun segera dihalang oleh pria itu.


"Dan satu lagi,aku gak akan berfikir dua kali jika kamu membuat masalah disini.Harus bergaul dengan baik dengan karyawan disini.Disaat kerja,tiada istilah kakak atau adik.Semuanya sama,orang atasan dan karyawan."Ujar Ricardo lagi.Tatapan tajam sengaja dihalakan ke arah Karen.Dia berharap anak manja itu betah bekerja di bawah tekanannya.


"Kok gitu.Ini gak adil loh buat aku.Kok aku disamakan statusnya sama karyawan disini.Gak mau ah."Protes Karen.Dia tidak mempersetujui aturan Ricardo buat dirinya.


"Ya,jika gak mau,ya udah.Aku gak akan merubah keputusan.Semua karyawan disini gak ada yang protes.Kamu bisa aja kembali ke Sydney atau stay disini."Ucap Ricardo tanpa berbolak balik sembari melipatkan kedua-dua tangannya ke dada.


"Iya,iya.Aku tinggal aja kok.Gak jadi asisten kamu juga gak apa.Jadi aku harus bekerja di posisi apa Rich."Karen mula menanya.


"Terserah kamu,kamu mahu berada di satu kerja atau mencoba semua kerja disini.Aku gak jadi masalah jika kamu mahu belajar semua selok belok pekerjaan disini.Itukan lebih mudah bagi kamu berkomunikasi dengan orang lain."Ujar Ricardo memberi cadangan.

__ADS_1


"Emm..Gimana kamu coba satu kerja dalam satu minggu.Kemudian beralih kepada tugas lainnya.Ya,mesti harus tau loh,kerja apa yang sesuai buat kamu."Tambah Carol lagi.


"Bagus juga ide mama tu.Gimana Rich bisa gak."Ucap Karen dengan mata yang berbinar-binar.


"Apa kamu pasti.Aku gak percaya kamu bisa berbuat begitu.Ya,kamukan anak manjanya mama.Mana tahu gak bisa menghadap customer yang memiliki temperamen yang gak baik."Uji Ricardo lagi.Dia mahu melihat kesungguhan Karen jika dia mahu bekerja dengannya di resort ini.


"Gak coba,Kita enggak tahukan?"Soal Karen dengan wajah yang memelas.Akhirnya Ricardo mengiakan kata-kata Karen dengan anggukan kepalanya saja.


Terpancar sedikit keceriaan di wajah Keren,kerana dia bisa bekerja dengan Ricardo.Dia harus memanfaatkan peluang ini supaya terus dekat dengan Ricardo.


*****


Kini sudah seminggu Karen bekerja dengan Ricardo.Tugas pertama Karen ialah bertugas sebagai pelayan F&B.Semua pekerjaan di lakukannya dengan baik, meskipun kadang-kadang memberi perasaan kurang senang kepada karyawan yang lain.Kadang-kadang Karen bersikap mengarah-ngarah pekerja lainnya.Kerana hormat akan Ricardo dan tidak mahu memberi sebarang masalah,mereka hanya menuruti kata-kata Karen.


Dari ramai-ramai pekerja disitu,dia hanya tidak menyukai Jesika dan Rabecca.Dia cuek dengan Jesika kerana sikap mengada-ngada gadis itu.Manakala Rabecca pula, disenangi semua pekerja lelaki yang mengenal akan dia.Malah ramai pekerja laki-laki berusaha mencuri perhatian dengannya.Terutamanya Randy dan Ricardo.Ini menyebabkan Karen berasa benci pada Rabecca.


"Baik kak Jes."Jawabnya ringkas.Dengan langkah kakinya sederhana di melangkah menuju pool side dimana Rabecca kebiasaannya mengemas bar mini ditempat tersebut.Tiba-tiba timbul pula rencana jahat di dalam pikirannya untuk mengenakan Rabecca.


Waktu siang,selalunya pengunjung mandi-manda di kolam renang untuk santai-santai dan menghilangkan rasa bosan kerana terperangkap di dalam kamar.Kebetulan hari itu, pengunjung ramai.Ini kesempatan buat Karen untuk memalukan Rabecca di muka umum.


Karen memulakan rencananya.Dia melangkah sederhana sambil tersenyum setiap kali bertegur sapa dengan pengunjung yang lewat.Semakin mendekati Rabecca,dengan smirk yang tersembunyi seribu perangkap,dia menjalankan rencananya.


"OMG,Iva,watch out!"Jeritnya tiba-tiba.Dulang yang berisi sepiring samosa serta segelas hot latte melayang lalu terkena pada pakaian Rebecca.Kerana hot latte yang masih panas,dia menggerigis kepedihan.

__ADS_1


Dengan wajah yang pura-pura serius dan cemas,dia segera mendapatkan Rabecca.


"Iva,aku gak sengaja.Maafin aku ya?Maafin aku.Aku bener-bener cuai.Tentu tanganmu lecur kerana terkena minuman panas ini."Ujar Karen lalu mengambil handuk kecil di dalam laci lemari gelas yang ada didalam bar lalu mengelap pakaian Rabecca yang sudah basah.


"Ya,udah.Aku maafin kamu kok.Lagian kamukan gak sengaja.Ini cuma hal kecil aja.Gak usah repot-repot.Ntar nanti juga udah baikkan.Tinggal disapu ubat salep aja."Kata Rabecca lalu membiarkan air paip mengalir mencurahi tangannya yang kesakitan akibat lecur minuman panas.


"Aduh,gimana ni Iva,pesanan buat tamu udah rosak.Aku takut jika Kak Jes marah sama aku.Kamukan tahu aku lagi baru dalam pekerjaan ini.Aku gak mahu Rich marah sama aku."Karen dengan wajah yang bersalah dan sedikit risau.Biarpun hanya berpura-pura,dia mahu rencananya berjaya.


Rabecca menarik napas gusar.Jika dia membuat pesanan sekali lagi,sudah pasti Jesika marah dengan apa yang berlaku.Sebelum melakukan satu-satu tugas,mereka sering diingatkan untuk berhati-hati.Dengan hati yang terpaksa,Rabecca membuat pesanan sekali lagi.


Di bahagian dapur,seperti biasa Jesika merutuki kecuaian Rabecca dan Karen.Kali ini, Rabecca sendiri yang mengambil dan menghantar pesanan kepada pelanggannya.Dengan pakaian yang masih tersisa noda hot latte,Rabecca menghantar pesanannya,tanpa menghiraukan tatapan mata yang melihat pakaiannya yang telah kotor.


Setelah menghabiskan kerjanya, Rabecca pergi kearah kamar simpanan loker.Sewaktu melewati ruangan Ricardo,tubuhnya terdorong ketepi tembok kerana ditabrak oleh seseorang.


"Aouchh!"Jerit Rabecca menahan kesakitan kerana tangan yang kena lecuran tadi turut tergesel sama di tembok.


"Aduh!Iva.Kamu gak papa?Mana yang sakit!"Kedengaran suara Ricardo sedikit panik kerana Rabecca mengerigis kesakitan sewaktu ditabrak olehnya.


"Maaf pak.Aku gak ngelihat bapak keluar dari ruangan tadi.Tadi aku lagi buru-buru."Ucap Rabecca sambil berpura-pura seperti tiada apa-apa yang terjadi pada tangannya.Meskioun kini tanganya berdenyut denyut kesakitan.Dia berusaha menahan kesakitan itu.


"Permisi pak!"Ucap Rabecca lalu meninggalkan Ricardo yang menatap intens pakaiannya yang kotor.


Tanpa memperdulikan Ricardo, Rabecca memperbesarkan langkahnya menuju kamar loker untuk menggantikan pakaiannya.Manakala Ricardo masih lagi mencerna apa yang telah terjadi pada pakaian Rabecca yang telah kotor dengan noda minuman.

__ADS_1


*****Yuk teman-teman,jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.


****Jangan lupa bagi 'rate'juga ya.Happy reading gais.😄😄


__ADS_2