
Di sepanjang perjalanan,Rabecca menangis sesegukkan di dalam mobil.Charles tidak mengomen apa-apa tentang apa yang berlaku kerna dia tahu sahabatnya itu tidak akan menjawab sebarang pertanyaan jika disoal.Hanya apabila dia bersedia untuk menceritakannya barulah dia berupaya untuk mengetahui masalahnya.
Setelah hampir 20 menit dia menangis,akhirnya tangisan dia mereda.
"Maaf,jika aku buat kamu sedikit kawatir.Aku hanya mahu melepaskan apa yang terbuku dihati."Jawab Rabecca dengan suara yang tidak beberapa jelas kedengaran kerana baru saja berhenti menangis.
"Kamu kayak anak-anak kecil aja.Cengeng!"Ketus Charles yang masih setianya menyetir mobil dengan fokusnya.
"Aa..Aku, menemuai dia."Ucap sang teman terbata-bata.
"Siapa?"
"Richard!"
"Apa?"
Ssreeetttt!!!!
Charles memijak break dengan keras kerana kaget sehingga geseran ban mobil dengan simen jalan raya jelas kedengaran di daun telinga.Kemudian,Charles mengendarai lagi mobilnya untuk berhenti di bahu jalan.Dia mahu mendengarkan apa yang Rabecca Coba katakan.
"Kapan kamu berdua bertemu.Apa sewaktu perjalanan kamu ke ladies room tadi?"Tebak Charles.
"Aku bertemu dengannya sewaktu aku mahu kembali ke cafe.Siapa sangka ternyata dia sudah tahu keberadaan ku.Paling mengejutkan,aku mengenal dia selama ini.Kerna aku bodoh sudah melupakan wajah kecilnya,jadi aku tak bisa mengingati dia."Kata Rabecca dengan suara yang kecewa.
"Lalu siapa dia jika kamu sudah mengenal dia."Charles bertanya.
"Mantan bosku di resort.Dialah Ricardo dan dia juga Richard itu.Selama ini aku cuma pikir hanya namanya tampak sama atau kebetulan memiliki nama yang serupa.Tapi ternyata benar-benar dia.Andai aku tahu,aku sudah beri dia pelajaran."Guman Rabecca dengan perasaan yang geram.
"Randy!Aku harus melakukan sesuatu pada dia.Ternyata dia mengkhianati aku.Dia sudah mempermain-mainkan diri aku.Tangannya dikepal erat.
__ADS_1
"Lalu,apa kaitannya sama Ran?"Tanya Charles yang masih tidak mengerti lagi topik perbicaraan mereka.
"Randy,ternyata dia sudah mengenali Ricardo itu adalah Richard.Namun dia berdiam diri dan menyembunyikan identitas Richard daripada ku."Cecar Rabecca dengan geram.
"Mungkin Randy memiliki sebab tersendiri kenapa dia berahsia pada kamu.Mungkin dia tidak mahu kamu terluka lagi setelah bertemu kembali dengan Rich."Kata Charles memberi pendapatnya.
"Charles,hantar aku pulang.Aku butuh istirehat.Aku sudah lelah dengan semua ini."Ucapnya lirih dan memejamkan matanya untuk menenangkan fikiran dan jiwa.
"Bec!jika Rich mengejar mu kembali,apa yang kamu akan lakukan?"Tanya Charles lagi.Namun pertanyaannya tidak disahut oleh gadis itu kerna dia sudah pun terlelap di bangku sebelah pemandu.Tanpa banyak bicara akhirnya Charles mengendarai mobilnya ke penthouses Rabecca yang kira-kira terletak 2batu dari kantornya.
*****
Hari mendung berubah cerah disaat matahari mula naik tegak ke atas kepala.Rabecca menghirup udara segar dari kawasan bukit berdekatan seusai olahraga pagi.Badannya terlihat sedikit segar setelah sudah lama tidak olahraga.
Kebiasaannya dia olahraga keliling pantai tempat dimana dia berkerja di resort milik Ricardo.Setelah selesai olahraga,dia mengendarai mobilnya menuju cafe yang berdekatan untuk sarapan pagi.Sekarang sudah menunjukkan jam sepuluh pagi.
Suasana di cafe tidak ramei pelanggan kerna cuaca baru saja mula membaik.Seperti hatinya kini sudah membaik dari luka pertemuannya dengan Ricardo beberapa hari lalu.
Tugasnya kini lebih penting dari soal hati.Biarlah waktu dan masa menentukan segala-galanya,apakah dia bisa terjatuh cinta ataupun terjatuh sekali lagi.
Sedang dia menyeruput mocha panas kesukaannya,satu suara menyapa dari arah depannya.Kerana asyik dengan ponselnya dia tidak perasaan akan kehadiran sosok tubuh yang amat dikenali suaranya.
"Rich?"
Matanya melotot kearah empunya badan.Namun akhirnya dia tersenyum,dan meletakkan kembali mug yang berisi mocha panas keatas meja.
"Mau bergabung?Yah,silahkan."Pelawa Rabecca dengan seringaian yang tipis namun masih terlihat manis biarpun masih lagi menggunakan pakaian sukan.
"Kayaknya kamu baru selesai olahraga.Gak capek?"Tanya Ricardo sekadar membuka awal bicara.
__ADS_1
"Gak juga.Bahkan aku senang dan rasa semangat setelah olahraga.Kamu patut mencobanya.Jangan biarin tugasan kamu menguras waktu senggang kamu untuk lebih sihat dan aktif."Ucap Rabecca dengan santuynya.Kata-kata tidak seperti mereka pernah mengalami pertengkaran yang bertahun-tahun lamanya.
"Kamu udah banyak berubah yah.Aku gak nyangka kamu bisa sepinter ini dalam berbicara."Ujar Ricardo sambil menatap wajah gadis di hadapannya yang menatap intens ponsel ditangannya.Seolah-olah tidak memperdulikan ucapan laki-laki di hadapannya kini.
"Waktu telah banyak berlalu.Masa telah banyak berubah.Seperti orang juga,berubah mengikut peredaran masa dan waktu.Bisa aja pengalaman mengajari kita untuk berubah menjadi lebih baik."Ucapnya membalas kembali kata-kata Ricardo.
Mendengar kata Rabecca di tempatnya membuatkan laki-laki itu kehilangan kata-kata.Dia sedikit terpukul dengan ucapan Rabecca sebentar tadi.Kemudian dia tersenyum simpul.Dia benar-benar kehilangan bicara.Batapa tajamnya lidah gadis itu berbicara sehingga dia tidak mampu untuk menjawab kembali kata-kata Rabecca.
"Bec,apa kamu masih marah sama aku?"Tanya Ricardo secara tiba-tiba,sehingga menyebabkan Rabecca sedikit kaget.
"Gak.Aku gak marah.Cuma sedikit sakit hati.Namun aku gak bisa selama-lamanya seperti ini.Bukankah kamu sendiri sudah bilang,kita sudah impas."Jawab Rabecca memberikan jawabannya.
"Bec,thanks.Moga aja kita bisa terus bersahabat."Ujar Ricardo sembari mengapai tangan Rabecca dan mengelusnya lembut.
Rabecca menepuk lembut punggung tangan Ricardo sebelum menarik kembali tangannya.Dia tersenyum hambar.Sehambar perasaannya kini.Dia bisa aja memberi peluang kepada Ricardo,namun entah kenapa dia tidak bisa melakukannya.
"Biarlah masa yang menentukannya."Jawab Rabecca dengan suara yang perlahan dan lembut.
"Kita sudah lama berteman.Biarlah cuma berteman aja.Untuk yang selanjutnya,biarlah masa yang menentukannya.Lagian aku sudah menemukan kamu."Bicaranya lagi sembari tersenyum lebar menatap wajah Ricardo agar lelaki itu mengerti apa yang dia bicarakan.
Akhirnya mereka saling berbalas senyuman sehingga waktu terus beredar tanpa sadar.
*****Bersambung...
💞Jangan lupa ketik:
❤️like
❤️vote
__ADS_1
❤️ Komentar
*****Selamat membaca..