MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
GADIS YANG DINGIN


__ADS_3

Di bahagian loker,Rabecca menatap pakaian seragamnya nya yang telah kotor.Dia mendengus kecil.Sekarang waktu puncak,sudah pasti di bahagian pool side,ramai pengunjung yang sedang bermalas-malasan di tepi kolam.Menikmati jemuran yang redup dari cahaya matahari.


"Dimana lagi,aku harus mencari baju ganti."Bisiknya sendiri.


Dalam keadaan yang terpaksa dia membuka jasnya dan kemeja putihnya lalu membersihkan sisa noda minuman tadi.Mujur saja roknya tidak kotor.


Di ruangan Ricardo,pria tadi masih lagi teringatkan akan pakaian Rabecca yang kotor.Jika dibersihkan sekalipun,sudah pasti tidak selesa digunakan kerana lembab.


Dengan pantas,Ricardo menelefon ke Laundry Department.Menanyakan jika ada kaos yang belum digunakan untuk menggantikan pakaian Rabecca.Mujur saja masih ada beberapa helai yang masih baru dan belum digunakan sama sekali.


Di dalam kamar loker,Rokey telah mengenakkan pakaian seragamnya semula.Disaat keluar dari kamar loker,di hampir menjerit kerana terkejut.


Ricardo menunggu dirinya di hadapan pintu kamar loker dengan sehelai kaos biru gelap senanda dengan roknya.


"Bapak,kok ada disini.Ngagetin aku aja.Ada apa ya pak."Tanya Rabecca kehairanan apabila melihat bosnya itu berdiri dihadapan kamar loker karyawan wanita.


"Ini!Buat kamu.Tadi aku lihat pakaian kamu kotor.Sudah tentu kamu tidak selesa mengenakan nya disaat masih lagi lembab.Tukar aja pakaian kamu.Nanti gak usah guna kameja lagi jika kamu bertugas diwaktu siang.Nanti aku umumkan pakaian apa yang sesuai buat kalian nantinya."Ucap Ricardo supaya Rabecca tidak menyangka dirinya berlebihan untuk menarik perhatian gadis itu.


Rabecca menatap wajah Ricardo dengan datar.Sejak kedatangan pria itu,pria itu seringkali mencari waktu untuk mengajaknya berbual-bual.Kadang-kadang Rabecca merasa risih dengan sikap Ricardo.Saat bertembung dengan pria itu,dia sengaja memasang wajah datar kerana tidak mahu dianggap menggoda bos besar perusahaan resort itu.


Dengan wajah yang datar,sedikit senyuman hambar dia menggapai keranjang berisi kaos pekerja dan berbalik tubuh kembali ke kamar loker lagi.


"Oh ya pak!makasih kaosnya."Ucap Rabecca dengan sedikit senyuman di wajahnya.Setelah Rabecca kembali lagi ke kamar loker, Ricardo masih lagi dengan pikirannya sendiri.Mencerna sikap gadis tinggi lampai itu terhadapnya.

__ADS_1


"Iva,kamu itu siapa ya?Kenapa kamu selalu pasang wajah dingin saat kita bertemu.Apa aku sudah buat salah pada kamu?"Bisiknya di dalam hati.


Bagi Ricardo,mungkin hanya dia saja yang melihat Rabecca dingin pada dirinya.Ada perkara yang Ricardo tidak tahu adalah,sikap dingin Rabecca hanya ditunjukkan kepada lelaki yang mencari jalan untuk perasaan seperti ini,dia sudah muak dengan semuanya.


Dia tidak akan terjebak di tepat yang sama buat kali kedua apabila berurusan dengan cinta.Sudah cukup bersama-sama dengan Juvfry membuatkannya hilang akal setengah mati.Disaat pria itu selingkuhan dengannya.Tertangkap basah bersama-sama kekasih gelap di atas ranjang.Memalukan,menyebalkan,menjijikan, dan mencuranginya.Tiada perkataan yang lebih teruk daripada itu buat si mantannya Juvfry.


Bagi seorang pria bernama Richard,memang dia mencintai bocah itu suatu tika dulu.Namun,dia tidak menganggapnya serius kerana dia juga masih mentah.Tiada apa yang dia tahu soal cinta.Apa yang dia tahu,dia benar-benar menyukai lelaki idaman ramai pelajar sekolah.Tiada yang serius tentangnya, melainkan obsesinya terhadap Richard.Sehingga menyebabkan dirinya terluka dan kecewa.


Lelaki memang nyebelin.Dia hanya baik pada orang yang bersikap seperti biasa dan tidak memberikannya tatapan yang aneh.Seperti Randy dan Damian.Dia hanya terlihat mesra jika bersama-sama kedua-dua sahabat ini.Hanya kedua-dua pria ini sahaja yang bisa dianggap menghormati privasi dan sikap yang baik pada Rabecca.


****


"Ran,aku cemburu melihat kamu akrab dengan Rabecca."Ucap Ricardo secara tiba-tiba.Randy yang sadari dari tadi sibuk dengan inventori bahan mentah turut sedikit kaget dengan pertanyaan Ricardo secara tiba-tiba.


"Maksud kamu apa ya?Apa sekarang kamu sudah mulai suka sama Rabecca.Apa kamu gak khuatir sama pacar kamu jika dia tahu kamu menyukai gadis lain?"Buku inventori diketepikan.Kini matanya menatap wajah sang Bos yang mula tergila-gilakan sahabatnya yang masih lanjang.


"Aku gak tahu perasaan aku pada pacarku.Mereka semua terlihat sama aja.Mahu menginginkan uang dariku dan bukan hatiku.Selagi aku bersikap baik,mereka akan menganggap aku bisa dikontrol.Aku sudah muak dengan semua itu."Ujar Ricardo sambil menangkup wajahnya dengan kedua-dua belah tangannya.


"Aku kesian sama kamu.Kamu punya banyak pacar.Tapi gak tahu yang kaca yang permata.Asal cantik,kamu sapu aja.Dalemnya kamu gak ngerti.Sehingga kamu membuat kesalahan yang sama berulang-ulang kali.Bukankah kehidupan seperti itu amat mengerikan?"Ucap Randy tanpa beralas.


"Mulut kamu itu lancang juga ya?Tapi kata-kata kamu itu ada benarnya.Mungkin aku terlalu mengejar.kenikmatan dunia sehingga tidak dapat membezakan yang baik dan mana buruk.Bisa gak aku mengincar temanmu!"


Pertanyaan yang meluncur dari bibir Ricardo benar-benar membuat Randy terpukul.Dia tidak menyangka bahawa Ricardo bisa berkata lepas sebegitu dihadapannya tanpa selindung sedikit pun.

__ADS_1


"Kenapa?Kamu takut aku mempermainkan perasaan Iva ya?"


Ricardo tersenyum miring.Randy mendengus kasar.Tidak menyukai apa yang Ricardo katakan.


"Bukankah kamu juga pernah membuatkan Rabecca kami kecewa,menderita dan terluka."Guman Randy pada dirinya.


"Ran,kamu dengan Iva,udah lama kenal ya?"Ricardo mengajukan soalan lagi sehingga menyedarkan Randy dari lamunannya.


"Ya,cukup lama.Sehingga kami tahu apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka."Jawab Randy ketus.Ada perasaan sedikit risih pada pertanyaan Ricardo yang dia sendiri coba untuk menahan diri daripada menghujani muka tampan Ricardo dengan penumbuknya.Sebagai balasan kerana pernah menyakiti Rabecca.


"Ran,Iva emeng selalu dingin ya sama laki-laki.Aku pikir dia seorang karyawan yang ramah,murah dengan senyuman,baik sesama teman sekerjanya.Tapi mengapa dari sisi lain aku lihat dia kadang-kadang benci pada tatapan orang sekelilingnya."Ricardo Coba mencerna pemikirannya apabila memikirkan tentang Rabecca.


"Usah ngacok deh.Kamu itu aja banyak pikiran.Dia cuma gak suka lima perkara aja.Pertama-PEMBOHONG,kedua-PENGGODA, ketiga-PENJILAT,keempat-PALAKOR dan kelima-SWEET TALKING.That all.Jika kamu punya kesemuanya,ya lanjutin aja godainnya."Ujar Randy lalu meneruskan kerjanya yang terganggu sebentar kerana pertanyaan konyol Ricardo.


Nampaknya,dia harus memberi amaran kepada Rabecca agar tidak terjatuh pada jebakkan Ricardo,dengan apa-apapun alasan pria itu beri kemudian hari.Kali ini dia mahu melindungi Rabecca.Dia hanya melepaskan gadis itu,jika gadis itu sendiri sudah kuat dan tidak lemah menghadapi masalah yang dia hadapi nanti.


"Lupakanlah soal Iva,jika kamu gak mahu terluka."Ucap Randy sembari menepuk pundak Ricardo dengan meninggalkan pria itu sendirian mencerna maksud Randy.


*****Apa tu ggu lagi teman-teman.Udah dibaca yuk bagikan:


❤️Like


❤️Rate

__ADS_1


❤️ Komentar


****Happy reading gais.😄


__ADS_2