
17.30 WIB
Di sebuah cafe terkemuka di Ibu Kota Zhu,sepasang laki dan wanita masuk ke dalam cafe sehingga menarik perhatian ramai orang yang datang bertamu di cafe tersebut.
Kedua-dua mereka begitu cocok sekali bersama.Yang laki-laki,tampan dan berkarisma.Yang perempuannya sungguh cantik dan elegan biarpun masih lagi menggunakan pakaian kantoran.Tapi jelas menunjukkan bahawa beliau benar-benar terlihat sebagai seorang yang sukses.
Di pojokkan cafe,satu sosok tubuh yang at mengenal kedua-duanya sedikit kaget kerana laki-laki itu tidak sama sekali menyangka dapat bertemu dengan kedua-dua mereka.Lebih-lebih lagi menemui gadis yang disukai satu ketika dahulu,dan juga disukainya waktu kini.
Sang pria merasakan getaran hangat di dalam hatinya.Bernapas dengan sedikit lega kerana telah menemukan sosok gadis yang dicari-cari selama lapan tahun itu.Dia menatap wajah gadis itu dengan hati sedikit pedih.Sakit sekali sehingga dia mahu mendekati gadis itu dan mengatakan bahawa gadis itu terlalu bodoh kerna telah membuat janji konyol sehingga mereka terpisah dalam kurun waktu yang amat lama.
Pria itu adalah Ricardo.Kedatangannya ke ibu kota kerna dia ada rapat dengan klien.Seusai rapat dia memesan makanan untuk menganjal perut yang sememang kelaparan sejak pagi tidak sempat untuk sarapan.
Kerna terlalu banyak urusan,akhirnya dia terlupa dirinya belum lagi menjamah apa-apa makanan sedikit pun.
Di tempat Rabecca dan Charles berada, kedua-dua tampak mesra disaat berbicara.Namun,sosok gadis bernama Rabecca itu sedang tampak jelas kesuraman diwajahnya.
Entah apa yang sedang mengganggu pikirannya sehingga pria di hadapannya berusaha sebaik mungkin mengajaknya berbicara.Kadang-kadang gadis itu menggelengkan kepalanya.Sesaat pula si pria di hadapannya juga seakan-akan kesal dengan perbuatan Rabecca.
"Iva,apa yang mengganggu pikiranmu itu?Ucapnya pada diri sendiri.Si sebalik wajah ceria Ricardo,terselit rasa kagumnya pada Rabecca kerna telah berjaya menunaikan janji-janjinya.
Andai kata ketidaksalahpaham berlaku,agaknya mereka masih lagi bersahabat sehingga kini.Atau mungkin lebih dari sekadar sahabat.Sekurang-kurangnya dia tahu bahawa Rabecca mencintanya walaupun dia tidak bisa membalas kembali cintai gadis gendut itu dimasa lampau kerna mereka masih lagi di ambang persekolahan.
Jika kini Rabecca mengungkapkan cintanya kembali,dia tidak akan berpikir panjang kerna dia juga mula merasakan cinta Rabecca mula bersemi dalam hatinya.
Sedang asyik berpikiran sendiri,di tempat Rabacca dan Charles,gadis itu tiba-tiba bangun dan meninggalkan Charles sendiri.Ricardo mengintip seketika kemanakah perginya gadis itu.
__ADS_1
Setelah Rabecca pergi ke ladies room,dia mengekori Rabecca dan menunggu gadis itu keluar dan dia bertekad untuk menemui gadis itu.Di sebalik selekoh,dia menyembunyikan dan menempel tubuhnya rapat ke tembok agar Rabecca tidak menyedari kedatangannya.
Kedengaran pintu ladies room dibuka,dan hentakan dari tumit hak sepatu milik Rabecca semakin jelas kedengaran.Tanpa membuang masa,dia menarik tubuh Rabecca ke dalam dakapannya disaat gadis itu berjalan melewati tempat dimana dia bersembunyi.
Pada mulanya gadis itu sedikit meronta.Mungkin kerna kaget.Namun setelah beberapa saat,dia membeku di tempatnya.Paling menggagetkan Ricardo adalah Rabecca menyandarkan wajahnya pada dada bidangnya sebelum dia melafazkan kata rindunya pada gadis itu.
Dari sisi lain,dalam pikiran Ricardo,Rabecca seakan-akan tahu siapa dirinya.Jika tidak sudah pasti dia menjerit hestrius kerna ada orang yang dia tidak kenal secara tiba-tiba memperlakukannya dengan sesuka hati.
Keadaan sepi sesaat.Pelukkan dilonggarkan.Tiada bicara diantara mereka.Rabecca menatap wajah Ricardo dengan datar.Sesaat tadi dia mengatakan dia merindui sosok yang ada di depannya.Meskipun dia tidak mengungkapkannya terus dari bibirnya,namun dari tindakkan spontannya memberi tahu hal disebaliknya.
Rabecca memusingkan badannya membelakangi Ricardo.
"Maaf,aku udah sedikit kurang ajar pada kamu.Tapi percayalah.Aku benar-benar merindui kamu.Aku gak bohong pada apa yang aku ungkapkan.Iva,aku sadar selama ini aku bersikap bersahaja terhadap semua gadis yang aku kenal.Sehingga di mata kamu aku seperti seorang pria Playboy dan sedikit meruntuhkan kepercayaan kamu terhadap aku.Tapi percayalah,semenjak aku mengenali kamu, semua tabiat itu hilang sikit demi sedikit."Ujar Ricardo dengan setulus hati.
Disaat dia ingin mengatakan kalimah itu sekali lagi,entah mengapa sukar dia melafazkan kembali kata-kata itu kepada Ricardo.Dia memejamkan matanya buat seketika sehingga bibirnya bergetar kerna tidak tahu apa yang harus dia ucapkan.
"Give me a little more time."Jawab Rabecca lirih.Sungguh dia tidak mahu menyakiti hati laki-laki dihadapannya sekali lagi.Sekurang-kurangnya dia dapati bahawa dia tidak bertenang sedikit walaupun keadaan amat payah baginya.
Merasakan tiada apa lagi yang harus dia ucapkan kepada Ricardo,Rabecca melangkah pergi ingin meninggalkan Ricardo disitu.Namun baru beberapa langkah,Ricardo berbicara lagi.
"Janji itu,aku amat berbangga dengan kamu.Akhirnya kamu berjaya menunaikannya."Kata Ricardo yang benar-benar membuatkan Rabecca kaget ditempatnya.
"Apa?Kamu bilang apa barusan tadi?"
Kini tubuhnya menghadap Ricardo kembali.
__ADS_1
"Lapan tahun lalu,bukankah kamu telah berjanji pada seseorang bahawa kamu akan menunaikan janji kamu.Janji yang mengatakan bahawa kamu akan menjadi seorang yang sukses satu hari nanti.Dan akan mengelola perusahaan mu sendiri.Bukankah sekarang ianya sudah nyata?"
"Tapi bagaimana kamu bisa mengetahui nya.Apa kamu menyelidiki ku?Kamu jelas laki-laki yang gak wajar."Jawab Rabecca dengan rasa sakit di hati.Dia seakan-akan dipermainkan oleh Ricardo.Bagaimana dia bisa mengetahui hal sedemikian rupa.Atau mungkin dia mendapatkan rahasia itu dari Randy.
"Randy!Tentu kamu mendapat informasi dari Randykan?Kamu benar-benar gak munasabah.Aku benci kamu."Ucap Rabecca sehingga tubuhnya begetaran kerna marah.
"Bukan dari Randy.Tapi pada diriku sendiri.Kerna akulah bocah yang melukakan hati kamu suatu masa dulu.Bocah yang pernah membuat janji kepada kamu."Ucap Ricardo dengan suara sedikit keras.Suasan hening sesaat.
"Jika kamu adalah dia,sudah tentu kamu tidak mengenal aku,kerna aku juga tidak mengenal kamu sejak pertama kali kita ketemu.Ternyata kamu bohong.Lalu mengapa kamu bisa mengenal aku."Jawab Rabecca dengan suara sedikit mengendur.
"Aku memang tidak mengenal kamu.Tapi setelah kamu pergi,Randy mengatakan segala-galanya tentang kamu.Justru itu aku mengenal kamu.Jadi kita sama-sama impas.Gak ada yang perlu kita hutangi lagi.Iva,please?give me one more chance?"Pinta Ricardo memohon pada Rabecca agar memberi peluang padanya.
"I'm sorry.I can't."Jawab gadis itu singkat lalu meninggalkan Ricardo di situ dengan deraian air mata.
❤️❤️❤️ Bersambung...
******Jangan lupa ketik:
❤️like
❤️vote
❤️ Komentar
****Selamat membaca
__ADS_1