MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA

MENCINTAIMU BUAT KALI KEDUA
KUNJUNGAN CHARLES


__ADS_3

Suasana kota metropolitan begitu macet bermula di awal pagi sehingga waktu makan siang.Di kantor,atau lebih tepat lagi di dalam ruangan Rabecca,gadis itu duduk mengong menghadap jendela kaca yang lebar sehingga jelas menunjukkan betapa megah dan tingginya bangunan yang dia miliki kini.


Kini sudah 3 bulan berlalu.Tiada khabar dari Ricardo kedengaran dari bibir Randy sewaktu mereka ketemu.Kerana padatnya jadwal kerjanya, Rabecca hampir tiada masa untuk istirehat untuk dirinya sendiri.


Apa lagi,waktu kini memerlukan banyak perhatian dan tenaga daripada untuk menandatangani kontrak perjanjian dengan para pelabur.


Rabecca menghembus nafas panjang.Pekerjaannya kini amat melelahkan.Mungkin pada awalnya kelihatan seperti itu kerna Perusahaan Sanjana Saputra baru saja di buka di ibu kota Jakarta.Sudah pasti menguras masa dan tenaga.


Hari ini dia sedikit kelelahan.Syukur saja lepas sore dia sudah tidak punya urusan yang penting.Hari ini dia mahu pulang awal untuk istirehat.


"Min,aku pulang duluan yah.Jika ada yang nyari,suruh aja mereka buat temu janji besok aja.Besok jadwal ku ada apa ya?Ada yang penting gak.Jika gak ada,aku masuknya sedikit lambat besok pagi."Ujar Rabecca sembari memberi arahan.


"Besok ada rapat jam sepuluh pagi Bu Iva.Setelah itu baru gak ada apa-apa acara."Kata secretary nya Minla.


"Erm..Jika begitu aku pamit dulu."Jawab Rabecca singkat.Di lantai bawah kantor, kedengaran suara karyawannya berbisik-bisik diantara satu sama lain.


"Sheila ada apa?"Tanya Sang Pemilik perusahaan.


"Tu,Bu ada selebritis popular tuh ada lagi nungguin seseorang di lobi.Bila ditanya nungguin siapa,katanya nungguin temen.Mau bikin surprise gitu."Ucap Sheila sebagai karyawan resepsionis.


"Ohh..ya udah.Lanjutin aja kerjanya.Gak usah jadi kaki gosip.Ntar juga temennya juga datang tuh."Ucap Rabecca dengan senyuman yang panjang.


Rabecca lalu melangkah pergi.Kerna lelahnya,dia tidak ambil pusing siapa selebritis yang dimaksudkan oleh para karyawannya.Disaat dia melangkah melewati tempat menunggu,namanya dipanggil oleh seseorang.


Suara yang tidak asing baginya.Lantas dia menoleh ke arah empunya suara.Sakingnya dia benar-benar tidak menyangka bahawa Charles datang melawat dirinya di Ibu Kota Jakarta.


Charles bingkas bangun dan berjalan mendapatkan Rabecca diambang pintu keluar masuk perusahaan Sanjana Saputra.Semua karyawan di perusahaan itu tidak menyangka apa yang mereka lihat di depan mata.

__ADS_1


Bos Perusahaan Sanjana Saputra mengenal rapat model terkenal Asia dan juga selebritis popular yang namanya semakin naik masa kini.


Ada yang mengambil kesempatan memotret momen yang mereka telah lihat.Dengan Pengusaha muda Cantek dan sukses seperti Rabecca yang memiliki pakej lengkap idaman laki-laki masa kini serta calon menantu yang memiliki segala-galanya.


Begitu juga dengan Charles.Seorang laki-laki yang memiliki rupawan yang alami,tampan,mapan bertubuh atletis serta memiliki perusahaan sendiri yang semakin meningkat naik.


"Charles,kenapa kamu ada disini?Kamu tau gak,kamu itu baru aja udah menyebar gosip di kantoran aku."Cibir Rabecca tidak puas hati.Nescaya besok pagi dia akan menjadi bahan obrolan para karyawannya nanti.


"Kok bisa.Apa kamu gak senang jika kamu digosipkan dengan aku."Goda Charles sembari memberi sejambak bunga tulip pada Rabecca.


"Usah ngawur deh kamu.Aku itu sudah capek ngurusin perusahaan aku sendiri.Kamu pikir aku gak gila jika berurusan dengan peminat fanatik kamu.Apa kau mahu temanmu ini di cap sebagai pelakor?"Bicara Rabecca lalu melangkah menuju pintu keluar perusahaan dan diikuti oleh Charles dari arah belakang.


Jelas kecemburuan di wajah karyawan-karyawannya lebih-lebih lagi kaum Hawa.


"Ayo.Kita keluar dari sini.Aku gak mahu menjadi tatapan liar semua fan mu."Ujar Rabecca lalu terus menyalakan enjin mobilnya sebelum meninggalkan kawasan perusahaannya.


DI SEBUAH CAFE TEKEMUKA IBU KOTA


"Aku lagi hairan deh sama kamu.Sekarang kamu punya perusahaan sendiri untuk dimajukan.Dulu kamu juga mengatakan hal yang sama,mahu merealisasikan impian kamu pengurusankan perusahaan sendiri.Tapi kok kamu gak seneng sama sekali?Apa kamu rasa terbeban?"Soal Charles sembari mengikuti tatapan mata Rabecca yang menghala ke luar jenela kaca.


"Aku gak pernah menyesal membuat keputusan ini.Namun tetap aja aku rasa asing dengan diriku sendiri.Apa mahu ku.Apa kehendak ku.Aku sedikit keliru.Ya, meskipun aku kini sudah diberi penanggungjawaban terhadap perusahaan mega seperti ini."Jawab Rabecca lalu mengingatkan Charles tentang satu perkara,yang mungkin Rabecca sendiri hampir lupa.


"Apa semua ini m nyangkut janji kamu sama Rich?Maaf,aku gak bermaksud mengungkit kisah lama kamu.Jika kamu rasa kehilangan janji terhadap seseorang.Apa kamu merasa puas melakukannya tanpa sebarang alasan." Cibir sang sahabat setianya itu.


Mendengar nama Rich disebut oleh Charles,barulah dia sadar kekurangannya dimana.Kini dia baru menyedari sesuatu yang berharga pada dirinya.Janji pada seorang teman.Pantes aja dia merasa kosong biarpun telah sukses.Rupa-rupanya dia hampir kehilangan janjinya pada Richard.


Rabecca memutarkan cawan di atas meja dan memainkannya dengan jari jemarinya.Membuat bulatan mengikuti lekuk bibir cawan.Akhirnya dia melepaska keluhan gusar.

__ADS_1


"Biarpun aku melunaskan janji ku.Tetap aja tidak bermakna Kerna aku tidak menemukan nya,dan mengatakan bahawa aku telah menunaikan janjiku dan impianku menguruskan perusahaan sendiri dengan jayanya.


"Gimana jika kamu telah menemukannya tapi gak sadar orang itu adalah dia."Ucap Charles sembari tersenyum menatap wajah Rabecca.Mendengar kata Charles,dia sedikit kaget.


"Ah!Usah ngawur deh.Masa sih aku gak kenal."Ucapnya dengan nada suara yang sedikit meninggi.


"Ya,siapa tahu.Kamu juga udah banyak berubah.Siapa tahu,wajahmu yang dulunya jelek kini bisa menjadi seorang gadis cantek.Tetap aja kalian gak akan mengenal diri masing-masing."Ucap Charles lagi tak mahu kalah debat dengan satu-satunya sahabat yang keras kepala dari semua keenam-enam sahabatnya.


"Ya,ya.Aku kalah.Terserah kamu deh.Ya udah.Kamu disini dahulu.Aku mahu ke ladies room dahulu."Ujar Rabecca lalu meninggalkan Charles ditempatnya.


Setelah selesai bersiap-siap di ladies room,Rabecca keluar dari tempat itu.Namun belum sampai pintu kedua masuk cafe,tanganya di tarik oleh seseorang.


Kerna tidak sigap dengan apa yang berlaku,tubuhnya bertabrakkan dengan pemiliknya.Dengan serta merta dia dapat mencium parfum maskulin dari tubuh pria itu.Semestinya dia amat mengenali aroma itu sehingga menyebabkan detak jantungnya tidak tergendali lagi kerna kegugupannya.


Tubuhnya didakap kemas.Sehingga deru napas laki-laki itu menerpa tengkuknya.


"Iva,I miss you so much!"Ucapan yang kedengaran lirih di daun telinganya sehingga hampir menyebabkan semua sendi anggotanya melemah.Akhirnya dia memejamkan matanya.Merasakan dakapan hangat pada orang yang sama telah melepaskan kata pengakuan suka padanya hampir setengah tahun yang lalu.


"I miss you too."Bisiknya diri sendiri sehingga tidak berupaya melafazkan kata yang sama kerana kegugupannya.


❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung....


*****Jangan lupa ketik


❤️like


❤️vote

__ADS_1


❤️ Komentar


****Selamat membaca..


__ADS_2