
Rabecca membuka matanya pelan-pelan,disaat dia merasakan kesakitan yang menyengat di tangannya.
"Argghh!"
Jeritnya dengan lemah disaat melihat infus dipasang pada tanggannya.Kepala yang masih sakit dipijat pelan-pelan.Badannya terasa lemah sekali.Setelah melihat sekeliling kamar tersebut,dia tahu kini dia ada di rumah sakit.
"Rumah sakit?Tapi siapa yang membawaku kemari.Kali terakhir aku berada adalah di post satpam gerbang masuk resort.
Tidak lama kemudian, kelihatan seorang suster masuk ke dalam kamar dimana Rebecca dirawat.Wajah suster itu terlihat begitu marah terhadap dirinya.
"Ehh...gadis jelek.Apa kamu sudah puas baringan seperti ini.Elo tu kenapa sih.Gak bisa ngerawat diri sendiri ya.Kamu dengan teganya membuat tubuhmu sakit dan menderita seperti ini.Apa perlu aku tambahi lagi?"Ucap sahabat baiknya,Rania yang bertugas sebagai suster di rumah sakit terbesar di kota Z.Begitu juga dengan Penny.
"Suster yang cantek.Begitukah sikapmu terhadap seorang yang sakit?"Jawab Rabecca dengan suara yang lemah,namun dia masih boleh bercanda dengan temannya yang seorang ini.
"Apa,seorang yang sakit? Apa sekarang kamu merasakan kamu seorang manusia,baru punya rasa sakit?Jika kamu tidak mahu sakit,justru kenapa kamu mengahwini pekerjaan kamu sehingga kamu terlantar sakit seperti ini.Becca sayang,milikmu itu lebih dari semuanya.Kenapa masih lagi terkejar-kejar dengan kerja yang memenatkan tetapi sikit imbalannya.Kamu mahu apa sebenarnyanya Bec?"
Pada mulanya,Rania ingin memarahi dan memberi sedikit nasihat kepada Rabecca.Namun setelah berleter panjang,wajah gadis yang memucat di ranjang itu,sedikit pun tidak mengubris setiap perkataan yang Rania ucapkan.Malah menganggap kata-kata Rania seperti angin lalu saja.
Dia memejamkan matanya pelan-pelan.Cuma Rania yang tahu dia sakit.Belum yang lainnya.Tapi jika yang lainnya tahu tentang khabarnya dan kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit,dia terpaksa lagi menghadapi leteran dari para sahabatnya.
"Nia,yang lain tau gak aku dirumah sakit!"Ujarnya sambil baring lagi setelah makan obatnya yang dibawa oleh Rania tadi.
"Hanya Randy saja yang tahu.Tadi kamu pingsan sewaktu dibawa kemari.Pria yang menolongmu itu menelefon Randy dengan mengatakan kamu ada dirumah sakit"Ujar Rania sambari mengisi semula cairan ubat infus pada Rabecca.
"Loh,kok bisa dia telfon Randy!Tau darimana dia nomor kartu Randy."Tanya Rabecca kagetan.
"Dari ponselmu,si jelek!Randy menelefon kamu.Kebetulan pria itu masih belum pulang,jadi dia angkat panggilan dari Randy serta memberitahu kamu ada di rumah di rumah sakit."
__ADS_1
"Trus,Randy nya mana?"
"Udah pulang,mau ambil barang-barang kamu untuk inep di rumah sakit."Jawab Rania jujur.
"Loh,kok di tahan dirumah sakit.Gak mau ahh!"Protes Rabecca.
"Gadis, bodoh.Tubuh kamu itu perlu istirehat.Kamu itu sudah banyak kehilangan cairan badan,insomnia,mau aku tambah lagi sakitnya apa?"Bentak Rania yang tidak puas hati dengan sikap sahabatnya yang suka protes itu.
"Terserah kamu.Kamu memang hebat berkata-kata.Pantes aja tiap bulan tukar pacar aja."Kata Rabecca lalu membuang pandangan ke luar jendela.Kedengaran gadis itu mengeluh sehingga menarik perhatian Rania.
Dengan langkah perlahan-lahan,dia duduk disisi kanan ranjang sambil menghadap jendela.Suasana sepi seketika.Yang kedengaran hanyalah desiran angin dan kicauan burung di atas pokok berhampiran,sehingga menyebabkan Rabecca asyik dengan perasaan sendiri..
*****
Flashback on..
Waktu petang di bilik sukan, seorang gadis berbadan sedikit berisi,sedang menyanyi riang mengemas semua peralatan sukan yang mereka guna.Setela
h selesai dia ingin menuju ke kantin untuk membasahkan tekaknya yang dahaga.
Disaat dia menuju kantin,disebuah tangga menuju kelas,dia terdengar perbualan seseorang.
"Mar,kamu tahukan aku itu hanya mencintai kamu.Gak mungkin aku suka sama Becca.Dia itu tidak setanding dengan kamu."
Deg!deg!
Jantung Rabecca berdegup kencang.Ada namanya menjadi topik perbualan diantara pelajar lelaki dan perempuan itu.
__ADS_1
"Jika kamu gak punya hubungan sama dia,trus knapa kamu terlihat selalu mengejar dia.Kamu jangan macem-macem ama aku ya.Aku gak suka kamu mempermainkan perasaan aku.Jika kamu bener-bener suka sama aku,tinggalkan cewek gendut itu.Apa yang si gendut itu punya sehingga kamu selalu bersama-sama dengannya."Kata suara pelajar perempuan itu lagi.
"Aku gak pernah serius mengejar dia.Dia cuma seorang temen yang aku senang buat usikkan aku saja.Siapa juga mahu punya pacaran kayak dia.Udah lagi gendut,jelek lagi.Lagi pula selalu saja berlagak sok kaya sama-sama temen-temennya."Ucap Richard.
Disaat dia mendengarkan perbualan dua pelajar itu,hatinya betul-betul terluka.Dengan teganya Richard menghina dirinya tanpa beralas.Tanpa dia sadari air mata mengalir dari pelupuk matanya.
Mencintai pria itu selama empat tahun tanpa sebarang penjelasan, menyebabkan hatinya begitu sakit.Dia merasa bodoh dan konyol kerana mensia-siakan cinta yang terpendam dengan begitu lama.
Setelah selesai kuliah,Rabecca banyak berdiam diri.Segala perbualan dari keenam-enam temannya tidak menarik minatnya.Di pikirannya itu,hanya penuh kata cacian dan hinaan dari Richard dan Marlia.
Disaat itu,Rabecca nekad,dia akan menjauhi Richard sikit demi sedikit agar Richard tidak akan lagi sedar akan kehadirannya nanti.Persahabatan selama tiga tahun itu hanya sia-sia setelah Richard mengatakan dia mencintai gadis lain.
*****
Flashback off...
"Bec!Bec!Kamu knapa?Kamu kepikiran tentang sesuatu ya?"Tanya Rania dengan lembut dan sebelah tangannya memeluk pundak Rabecca erat-erat.
"Melihat cuaca dan suasana hening sore ini,aku teringatkan akan suasana kita waktu masih di bangku SMA.Aku rindu saat kita dimarahi oleh Pak guru.Sekarang usia kita itu sudah mencecah 24 tahun.Ada yang lebih tua seperti Randy dan Charles dan muda seperti Akila.
"Kamu..Ah, sudahlah.Hentikan Ingatan konyolmu itu.Mengingati semula masa lalu akan membuatkan kamu menjadi sakit hati. Aku tahu apa yang kamu pikirkan.Sudah lima tahun kita itu selesai kuliah dibangku SMA,sudah memiliki pekerjaan.Miliki jalan sendiri yang kita telah pilih.Jika kamu kesunyian,carilah seseorang yang bisa merawat hati kamu.Usahlah lagi menjadi duri dalam cinta.Berhentilah membenci pria yang ingin mengenali diri kamu.Yang lalu biarkanlah berlalu.Orang kayak Juvfry itu tidak pantas buat kamu."Bahas Rania panjang lebar.
Rabecca hanya terdiam mendengar kata-kata dari Rania.Kata-kata Rania ada benarnya.Mengapa dia harus membebani perasaannya buat pria seperti Richard dan Juvfry.
Rabecca terluka kerana cinta pertamanya, Richard.Dia kecewa disaat hatinya mula berputik kemudian kayu lagi disaat dikhianati oleh Juvfry.Setelah dua kali gagal dalam percintaan,gadis itu mengambil keputusan untuk sendiri.Dia tidak mahu lagi membahas soal cinta.Dia tidak benci pada cinta.Cuma dia lelah terluka dan kecewa serta menghadapinya.
Kini dia hanya menyerahkan kepada masa.Biarlah masa yang akan menentukannya lagi.
__ADS_1